Saham DADA mendadak naik Rp17,5 juta, tapi kembali turun ke Rp7,8 juta. Apa penyebabnya?
Dalam saat apung di antara Rp50 dan Rp60, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) terlihat mengalami pergerakan tiba-tiba yang mengejutkan investor. Pada pukul 10.20 WIB Rabu, harga saham DADA melonjak menjadi Rp67, meningkat sebesar 30 persen dari harga sebelumnya.
Namun, pada pukul 12.00 WIB, saham ini kembali turun ke Rp60, atau meleset sebesar 20 persen dari titik tertingginya. Apa penyebab pergerakan tiba-tiba ini?
Dari laporan yang diterima, DADA terkenal dengan tren kenaikan harga yang ekstrem dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada awal Agustus hingga Oktober 2025, saham ini terbang dari Rp8 per saham ke level tertingginya Rp178 per saham.
Sementara itu, struktur pemegang saham juga mengalami perubahan signifikan. Pada awalnya, kepemilikan terkonsentrasi pada satu pemegah saham mayoritas dengan porsi di atas 66 persen hingga Juli 2025.
Namun, ketika DADA dirumorkan bakal diakuisisi The Vanguard Group AS, kondisi mulai bergeser. Persentase kepemilikan pemegah saham besar turun ke kisaran 58 persen, sementara porsi kepemilikan publik meningkat hingga lebih dari 40 persen.
Pada Oktober-November 2025, perubahan paling drastis terlihat ketika jumlah saham yang dimiliki pemegah saham besar turun signifikan dari sekitar 4,35 miliar saham menjadi 2,2 miliar saham. Sementara itu, porsi kepemilikan publik melonjak menjadi lebih dari 70 persen.
Namun, masih ada pertanyaan apakah pergerakan tiba-tiba ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti peningkatan investor baru atau keterlibatan pemegah saham asing?
Dalam saat apung di antara Rp50 dan Rp60, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) terlihat mengalami pergerakan tiba-tiba yang mengejutkan investor. Pada pukul 10.20 WIB Rabu, harga saham DADA melonjak menjadi Rp67, meningkat sebesar 30 persen dari harga sebelumnya.
Namun, pada pukul 12.00 WIB, saham ini kembali turun ke Rp60, atau meleset sebesar 20 persen dari titik tertingginya. Apa penyebab pergerakan tiba-tiba ini?
Dari laporan yang diterima, DADA terkenal dengan tren kenaikan harga yang ekstrem dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada awal Agustus hingga Oktober 2025, saham ini terbang dari Rp8 per saham ke level tertingginya Rp178 per saham.
Sementara itu, struktur pemegang saham juga mengalami perubahan signifikan. Pada awalnya, kepemilikan terkonsentrasi pada satu pemegah saham mayoritas dengan porsi di atas 66 persen hingga Juli 2025.
Namun, ketika DADA dirumorkan bakal diakuisisi The Vanguard Group AS, kondisi mulai bergeser. Persentase kepemilikan pemegah saham besar turun ke kisaran 58 persen, sementara porsi kepemilikan publik meningkat hingga lebih dari 40 persen.
Pada Oktober-November 2025, perubahan paling drastis terlihat ketika jumlah saham yang dimiliki pemegah saham besar turun signifikan dari sekitar 4,35 miliar saham menjadi 2,2 miliar saham. Sementara itu, porsi kepemilikan publik melonjak menjadi lebih dari 70 persen.
Namun, masih ada pertanyaan apakah pergerakan tiba-tiba ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti peningkatan investor baru atau keterlibatan pemegah saham asing?