Saham BTN (BBTN) melonjak, apakah itu baik untuk pemegang saham?
Pesan dari pasar saat ini adalah, saham BBTN ditutup pada level Rp1.220 di perdagangan Jumat lalu dengan kenaikan 5,17% dalam sepekan, menandai breakout dari pola konsolidasi yang telah berlangsung selama satu bulan.
Saham ini melonjak di sekitar rentang yang sangat luas antara Rp1.150 dan Rp1.245, menunjukkan volatilitas tinggi di pekan tersebut. Namun, kenaikan tajam ini diikuti dengan volume yang sangat tinggi, mengindikasikan adanya akumulasi kuat dan pergeseran sentimen menjadi positif.
Investor asing melaporkan net buy Rp27,8 miliar sepanjang pekan ini, hasil dari net buy di tiga sesi dan net sell di satu sesi. Aliran modal asing paling deras berlangsung di sesi Selasa (13/1) sebesar Rp10 miliar dan sesi Rabu (14/1) sebanyak Rp14,7 miliar.
Kinerja saham BBTN ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 1,55% dan indeks LQ45 yang menguat 2,47%. Begitu juga dengan indeks sektor keuangan (IDX Finance) yang menguat 1,02%.
Dengan kenaikan ini, saham BBTN terus menunjukkan momentum positif. Namun, apakah ini baik untuk pemegang saham? Jawabannya tergantung pada strategi investasi Anda.
Saham BTN memiliki beberapa katalis positif yang dapat memperkuat kinerjanya, seperti rebranding e'Batarapos menjadi BTN Pos, kepastian subsidi uang muka skema KPR Sejahtera FLPP, dan rekomendasi "buy" dari sejumlah sekuritas.
Pesan dari pasar saat ini adalah, saham BBTN ditutup pada level Rp1.220 di perdagangan Jumat lalu dengan kenaikan 5,17% dalam sepekan, menandai breakout dari pola konsolidasi yang telah berlangsung selama satu bulan.
Saham ini melonjak di sekitar rentang yang sangat luas antara Rp1.150 dan Rp1.245, menunjukkan volatilitas tinggi di pekan tersebut. Namun, kenaikan tajam ini diikuti dengan volume yang sangat tinggi, mengindikasikan adanya akumulasi kuat dan pergeseran sentimen menjadi positif.
Investor asing melaporkan net buy Rp27,8 miliar sepanjang pekan ini, hasil dari net buy di tiga sesi dan net sell di satu sesi. Aliran modal asing paling deras berlangsung di sesi Selasa (13/1) sebesar Rp10 miliar dan sesi Rabu (14/1) sebanyak Rp14,7 miliar.
Kinerja saham BBTN ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 1,55% dan indeks LQ45 yang menguat 2,47%. Begitu juga dengan indeks sektor keuangan (IDX Finance) yang menguat 1,02%.
Dengan kenaikan ini, saham BBTN terus menunjukkan momentum positif. Namun, apakah ini baik untuk pemegang saham? Jawabannya tergantung pada strategi investasi Anda.
Saham BTN memiliki beberapa katalis positif yang dapat memperkuat kinerjanya, seperti rebranding e'Batarapos menjadi BTN Pos, kepastian subsidi uang muka skema KPR Sejahtera FLPP, dan rekomendasi "buy" dari sejumlah sekuritas.