Saham Bank Central Asia (BBCA) terus mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 21 Januari 2026. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa aksi jual investor asing masih berlanjut, sehingga harga saham BBCA terus terekonomi.
Pada perdagangan sesi pertama, saham BBCA ditutup stagnan di level Rp7.700. Namun, pada posisi tertingginya, saham tersebut mencapai Rp7.600 dengan penurunan 100 poin atau 1,3 persen. Sementara itu, saham ini juga tercatat sebagai saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan jumlah penjualan sebesar 141,75 juta saham.
Dengan demikian, volume transaksi emiten BBCA mencapai Rp612,9 miliar jika dikonversi ke nilai transaksi berdasarkan harga rata-rata perdagangan Rp7.700. Sementara itu, pada perdagangan sisi domestik, saham ini mencapai 1,56 triliun dengan frekuensi perdagangan 47.77 ribu.
Saham BBCA telah mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir akibat keluarnya asing dari emiten. Jika dilihat dari trennya, aksi net sell investor asing sudah terjadi sejak kemarin, Rabu (21/1/2025). Pada perdagangan kemarin, saham ini mencapai Rp4,7 triliun setelah dilepas asing.
Dengan demikian, saham BBCA masih berada di zona bearish dan harus mendapatkan dukungan di level Rp8.000-Rp8.100 untuk menghindari penurunan lebih lanjut.
Pada perdagangan sesi pertama, saham BBCA ditutup stagnan di level Rp7.700. Namun, pada posisi tertingginya, saham tersebut mencapai Rp7.600 dengan penurunan 100 poin atau 1,3 persen. Sementara itu, saham ini juga tercatat sebagai saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan jumlah penjualan sebesar 141,75 juta saham.
Dengan demikian, volume transaksi emiten BBCA mencapai Rp612,9 miliar jika dikonversi ke nilai transaksi berdasarkan harga rata-rata perdagangan Rp7.700. Sementara itu, pada perdagangan sisi domestik, saham ini mencapai 1,56 triliun dengan frekuensi perdagangan 47.77 ribu.
Saham BBCA telah mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir akibat keluarnya asing dari emiten. Jika dilihat dari trennya, aksi net sell investor asing sudah terjadi sejak kemarin, Rabu (21/1/2025). Pada perdagangan kemarin, saham ini mencapai Rp4,7 triliun setelah dilepas asing.
Dengan demikian, saham BBCA masih berada di zona bearish dan harus mendapatkan dukungan di level Rp8.000-Rp8.100 untuk menghindari penurunan lebih lanjut.