BBCA Masih Tertekan, Saham Bank Tersusul Dari Jual Asing
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berada dalam tekanan akibat aksi jual asing yang terus terjadi pada perdagangan Kamis. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa investor asing masih melakukan penjualan saham net sell sebesar 79,69 juta saham dengan harga Rp7.700 per unit.
Saham ini tercatat di posisi kelima dalam deretan saham yang paling banyak dilepas asing. Jika dikonversi ke nilai transaksi berdasarkan harga rata-rata perdagangan, aksi net sell asing tersebut setara dengan Rp612,9 miliar.
Saham BBCA juga mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir akibat keluarnya asing dari emiten. Pada sesi pertama, saham ini ditutup stagnan di level Rp7.700—harga yang sama saat pembukaan. Sedangkan pada akhir sesi, BBCA melemah 25 poin atau 0,32 persen di level Rp7.675.
Dari sisi teknikal, saham BBCA telah menembus area konsolidasi di level Rp8.000-Rp8.100 yang menjadi support terkuat. Dengan data itu, saham BBCA masih berada di zona bearish.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berada dalam tekanan akibat aksi jual asing yang terus terjadi pada perdagangan Kamis. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa investor asing masih melakukan penjualan saham net sell sebesar 79,69 juta saham dengan harga Rp7.700 per unit.
Saham ini tercatat di posisi kelima dalam deretan saham yang paling banyak dilepas asing. Jika dikonversi ke nilai transaksi berdasarkan harga rata-rata perdagangan, aksi net sell asing tersebut setara dengan Rp612,9 miliar.
Saham BBCA juga mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir akibat keluarnya asing dari emiten. Pada sesi pertama, saham ini ditutup stagnan di level Rp7.700—harga yang sama saat pembukaan. Sedangkan pada akhir sesi, BBCA melemah 25 poin atau 0,32 persen di level Rp7.675.
Dari sisi teknikal, saham BBCA telah menembus area konsolidasi di level Rp8.000-Rp8.100 yang menjadi support terkuat. Dengan data itu, saham BBCA masih berada di zona bearish.