Aku pikir ini semua ganti-ganti rute bukan karena Transjakarta tidak siap atau kurang profesional, tapi karena kalau ada pekerjaan infrastruktur yang berat, rute-rute harus diganti nih! Misalnya, koridor 3 Kalideres-Monas itu gini, kalau ada genangan air di sekitar Halte Pulo Nangka, tidak bisa beroperasi normal. Tapi kalau kita lihat, koridor-koridor lain seperti Koridor 4, 4D, 6M, dan B25 juga harus diganti karena pekerjaan perbaikan jalan yang sama. Maksudnya, Transjakarta harus lebih siap untuk menghadapi situasi darurat seperti ini!