Rupiah Diramal Kembali Menguat, Hari Ini Dibuka Rp16.851 per US$

Rupiah terus mengalami penguatan, Jumat ini dibuka sebesar Rp16.851 per dolar AS, melepas posisi sebelumnya Rp16.936. Penguasaan rupiah ini dipicu oleh sentimen global yang menentukan indeks dolar Amerika Serikat (AS) tertinggal setelah Presiden AS Donald Trump berbicara mengenai tarif dan geopolitik di Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Dalam pergerakan mata uang Asia, Yen Jepang (JPY) melemah 0,08 persen, dolar Hongkong (HKD) turut melemah 0,01 persen, sementara dolar Singapura (SGD) dan Won Korea (KRW) mengalami pergerakan positif. Dalam konteks ini, Peso Filipina (PHP), Rupee India (INR), Yen Cina (CNY), dan Ringgit Malaysia (MYR) juga mengalami penguatan.

Sementara itu, dalam mata uang negara-negara Eropa, Euro (EUR) mengalami penguasaan 0,08 persen, Pound Sterling (GBP) mengejar kemajuan positif sebesar 0,05 persen. Franc Swiss (CHF), Krona Swedia (SEK), dan Kron Denmark (DKK) terpantau melemah 0,18 persen, 0,06 persen, dan 0,08 persen masing-masing.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun memiliki peluang untuk ditutup menguat pada hari ini. Penguasaan rupiah kemarin dipengaruhi oleh sentimen global yang menentukan indeks dolar AS tertinggal setelah Donald Trump berbicara tentang tarif dan geopolitik di WEF.

Ibrahim juga menjelaskan bahwa jika pemerintah mampu menggaet sekitar 30 persen potensi kerugian akibat under invoicing ekspor, defisit anggaran negara dapat ditutup.
 
haha aku baru tahu rupiah kembali naik lagi 🤑, kalau aku lihat lama kemarin rupiah jatuh karena cengengungan dolar AS 😂. tapi ternyata kalau Donald Trump ganti pikirnya aja rupiah langsung naik aja 💪. aku penasaran siapa yang bisa menggaet potensi kerugian akibat under invoicing ekspor itu 30 persen? 🤔. aku harap pemerintah bisa lakukan, kalau tidak lagi rupiah akan jatuh kembali 😬.
 
Punggung rupiah kembali bergerak positif wajar banget, tapi gimana kalau kita lihat dari perspektif ekonomi Indonesia? Kalau pemerintah bisa menggaet kerugian 30 persen di ekspor kita, itu artinya kita bisa menutup defisit anggaran. Tapi, gimana caranya kita bisa mewujudkan hal itu? Kita perlu fokus pada meningkatkan produksi dan meningkatkan nilai tambah produk kita, agar kita bisa mengatasi masalah devisa kita. Kalau tidak, rupiah yang naik ini cuma sementara aja, dan kita akan kembali ke jalur yang sama. Kita harus lebih serius dalam mencari solusi ekonomi yang benar-benar dapat meningkatkan kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah devisa.
 
Rupiah terus kuat, kaya gak bisa lagi? Aku pikir ini karena global punya kesepakatan, kalau tidak ada kesepakatan maka rupiah pasti jadi aneh lagi. Saya harap pemerintah kita bisa manfaatkan hal ini, bukan keburu mengumpulin uang saja. Jika kita bisa menutup defisit anggaran dan itu sekitar 30 persen potensi kerugian akibat under invoicing ekspor, itu akan besar banget. Kalau berhasil ditutup maka rupiah akan lebih kuat lagi.
 
rupiah kaya banget gini, tapi gini aja nggak ada arti apa sih kalau pemerintah nggak bisa mengatur ekonominya dengan baik... misalnya kalau mereka bisa mengontrol under invoicing ekspor, maka rupiah pasti akan semakin kuat... tapi kalo tidak, maka rupiah nanti lagi lemah seperti sekarang... dan ini juga bikin saya penasaran bagaimana efeknya pada masyarakat Indonesia, apakah kemacetan lalu lintas, naiknya harga bahan bakar, atau apa aja yang terjadi... 🤔
 
Rupiah mantap sih, tapi masih perlu diawasi nggak nanti kapan rupiah akan turun lagi 🤑. Saya pikir penguasaan rupiah ini dipengaruhi oleh sentimen global yang menentukan indeks dolar AS tertinggal setelah Presiden Trump berbicara tentang tarif dan geopolitik di WEF, tapi siapa tahu nanti ada hal lain yang bisa mempengaruhinya 😐. Saya juga penasaran nggak bagaimana potensi kerugian akibat under invoicing ekspor itu bisa menggaet pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih cepat 💸.
 
Maksudnya kalau rupiah terus naik, itu baik ya... tapi harus diingat juga kalau penguasaan mata uang ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti global economy dan politik negara-negara lain. Kalau pemerintah bisa mengatur keuangan dengan baik dan tidak ada masalah tentang under invoicing ekspor, rupiah pasti akan lebih stabil... tapi kalau tidak, maka kita harus bersiap-siap dengan fluktuasi mata uang ya.
 
kembali
Top