Rosan Respons soal Danantara Jadi Sebab Outlook Moody's Negatif

aku pikir Moody's ini kayak sedang menguji Indonesia gak bisa bertahan 🤔. mungkin mereka pikir kita belum siap untuk mengelola aset-aset negara, tapi aku rasa kita sudah banyak belajar dari kesalahan di masa lalu 💡. danantara ini kayak itu, perlu waktu untuk mengembang kembali kelembagaan dan tata kelola yang kuat 🕒. tapi aku yakin, pemerintah Indonesia akan terus berusaha agar semua sesuatu berjalan lancar 😊. dan aku juga rasa, Moody's ini sedang memberikan pelajaran kita untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola kekayaan negara 💸.
 
aku pikir ini salah strategi pemerintah. menggabungkan SWF seperti danantara dengan pembentukan peringkat kredit Moody's akan membuat sistem menjadi terlalu kompleks. bagaimana kalau kita fokus pada memperkuat infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan publik di Indonesia, bukan mencari cara untuk menambah kepercayaan investor? 😒
 
Kita nggak bisa tidak terpesona dengan ide memiliki SWF sendiri, tapi akihnya serasa masih banyak hal yang harus dipikirkan lagi 🤔. Moody's menemukan 2 kelemahan utama dari Danantara, yaitu koordinasi dan kohesivitas kebijakan. Gimana kalau kita salah fokus pada hal ini? Kita harus punya prioritas untuk memastikan semua aspeknya sudah jelas sebelum mulai berinvestasi 📈.

Saya senang lihat CEO Danantara, Rosan Roeslani, nggak terlalu marah sama penilaian Moody's. Dia malah ngebawa yang positif dan bilang bahwa revisi outlook itu bagian dari evaluasi berkelanjutan. Saya setuju dengan dia, kita harus selalu siap untuk belajar dan meningkatkan diri 💡.

Tapi akihnya, saya masih ragu-ragu bagaimana sebenarnya kerja SWF ini akan diatur. Apakah kita bisa menghindari kelemahan yang sama dengan Moody's? Kita harus terus memantau dan evaluasi dari segala sudut untuk memastikan hasilnya benar-benar baik 🤞.
 
Gue rasa Moody's gak salah kan. Kalau kita buat SWF baru dan jadi kaya banget, pasti ada risiko aja. Kita harus koordinasikan terlebih dahulu sebelum kita mulai berinvestasi. Danantara itu kayaknya masih nggak cukup stabil gitu. Moody's memang benar, kita harus memperkuat tata kelola dan prioritas investasi jadi tidak hanya tentang kayain aja.

Gue juga rasa perlu ada evaluasi lebih lanjut tentang kebijakan dividen BUMN. Jangan sampai kita salah nggak mampu mengelola aset kita sendiri. Danantara harus bisa memberikan transparansi dan jelasnya tentang operasional dan prioritas investasi jadi tidak hanya sekedar untuk kayain aja.

Namun, gue juga rasa Moody's terlalu cepat dalam menilai. Danantara masih dalam fase pembangunan, ya? Kita harus berikan waktu dan dukungan lebih lanjut agar SWF baru ini bisa berjalan dengan baik.
 
kembali
Top