Kunjugan Rosan P. Roeslani ke Prabowo: 5 Proyek Hilirisasi Danantara Siap Bongkar Batu Pertama di Awal Bulan Depan
Presiden Prabowo Subianto kemarin sore menerima kunjungan dari CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P. Roeslani, di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, Rosan melaporkan bahwa lima proyek hilirisasi Danantara siap melakukan groundbreaking dalam awal bulan depan.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pembangunan lima proyek hilirisasi ini akan dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia dengan total investasi mencapai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun. Namun, tidak ada informasi tentang daerah mana saja proyek-proyek tersebut akan dibangun.
Selain itu, Rosan juga menyampaikan perkembangan proyek Waste to Energy (WtE) yang mengubah sampah menjadi energi, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kota-kota besar. Namun, tidak ada informasi tentang detail dari proyek 33 PLTSa dengan nilai investasi per proyek mencapai Rp3,3 triliun.
Perkembangan proyek WtE ini ditujukan untuk mengurangi volume sampah terbuka dan memberikan manfaat ekonomi. Menurut Rosan, dari 18 proyek hilirisasi yang diinisiasi Danantara, lima hingga enam proyek akan mulai dibangun di Januari 2026, termasuk Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), pabrik bioavtur di Cilacap, dan pabrik bioetanol di Banyuwangi. Groundbreaking untuk lima proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai Januari 2026.
Proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi Indonesia dan mengurangi masalah lingkungan dengan cara yang efektif.
Presiden Prabowo Subianto kemarin sore menerima kunjungan dari CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P. Roeslani, di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, Rosan melaporkan bahwa lima proyek hilirisasi Danantara siap melakukan groundbreaking dalam awal bulan depan.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pembangunan lima proyek hilirisasi ini akan dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia dengan total investasi mencapai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun. Namun, tidak ada informasi tentang daerah mana saja proyek-proyek tersebut akan dibangun.
Selain itu, Rosan juga menyampaikan perkembangan proyek Waste to Energy (WtE) yang mengubah sampah menjadi energi, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kota-kota besar. Namun, tidak ada informasi tentang detail dari proyek 33 PLTSa dengan nilai investasi per proyek mencapai Rp3,3 triliun.
Perkembangan proyek WtE ini ditujukan untuk mengurangi volume sampah terbuka dan memberikan manfaat ekonomi. Menurut Rosan, dari 18 proyek hilirisasi yang diinisiasi Danantara, lima hingga enam proyek akan mulai dibangun di Januari 2026, termasuk Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), pabrik bioavtur di Cilacap, dan pabrik bioetanol di Banyuwangi. Groundbreaking untuk lima proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai Januari 2026.
Proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi Indonesia dan mengurangi masalah lingkungan dengan cara yang efektif.