Pemerintah mencapai target investasi yang lebih baik daripada anggaran tahun sebelumnya. Hasil yang mereka capai Rp 1,931 triliun, bahkan melebihi target sebesar Rp 1,905,6 triliun.
Ketika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Rp 496,9 triliun ini meningkat 29,8 persen dan naik 26,1 persen dari total target investasi tahun tersebut. Penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 900,9 triliun atau 46,6 persen, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 1,030,3 triliun atau 53,4 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan, investasi di tahun ini berhasil membuka hingga sebanyak 2,7 juta lapangan kerja. Hal ini terjadi dari total realisasi serapan tenaga kerja mencapai 2.710.532 orang.
Negara asal investasi yang mendominasi realisasi investasi asing adalah Singapura dengan nilai sebesar US$17,4 miliar, diikuti oleh Hong Kong dan China.
Ketika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Rp 496,9 triliun ini meningkat 29,8 persen dan naik 26,1 persen dari total target investasi tahun tersebut. Penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 900,9 triliun atau 46,6 persen, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 1,030,3 triliun atau 53,4 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan, investasi di tahun ini berhasil membuka hingga sebanyak 2,7 juta lapangan kerja. Hal ini terjadi dari total realisasi serapan tenaga kerja mencapai 2.710.532 orang.
Negara asal investasi yang mendominasi realisasi investasi asing adalah Singapura dengan nilai sebesar US$17,4 miliar, diikuti oleh Hong Kong dan China.