Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi, seperti ini. Rompi oranye penanda tahanan KPK, yang biasanya hanya dikenakan oleh tersangka korupsi. Sudewo, bersama tiga tersangka lainnya, terlihat mengenakan rompi tersebut saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Sudewo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian perangkat desa di lingkungan Pemkab Pati. Dia juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api di DJKA Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, Maidi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan dugaan penerimaan gratifikasi. Dia bersama Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah, dan pihak swasta yang juga orang kepercayaannya bernama Rochim Ruhdianto.
Kedua kepala daerah ini keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, setelah melakukan konferensi pers. Mereka bergerak menuju mobil tahanan untuk diangkut ke Rutan KPK. Sudewo dan Maidi sama-sama mengaku tidak mengetahui soal adanya pemerasan terhadap para calon perangkat desa.
Sudewo mengatakan, dia menjadi korban dalam perkara ini dan tidak ada satupun yang mengetahui adanya pemerasan. Dia meminta kepada warga Pati agar tetap tenang saat merespons penetapannya sebagai tersangka ini.
Sudewo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian perangkat desa di lingkungan Pemkab Pati. Dia juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api di DJKA Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, Maidi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan dugaan penerimaan gratifikasi. Dia bersama Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah, dan pihak swasta yang juga orang kepercayaannya bernama Rochim Ruhdianto.
Kedua kepala daerah ini keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, setelah melakukan konferensi pers. Mereka bergerak menuju mobil tahanan untuk diangkut ke Rutan KPK. Sudewo dan Maidi sama-sama mengaku tidak mengetahui soal adanya pemerasan terhadap para calon perangkat desa.
Sudewo mengatakan, dia menjadi korban dalam perkara ini dan tidak ada satupun yang mengetahui adanya pemerasan. Dia meminta kepada warga Pati agar tetap tenang saat merespons penetapannya sebagai tersangka ini.