Jika kamu sedang menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SMPTM Bahasa Indonesia, saat ini kamu disibukan untuk mempelajari materi yang akan dikuji. Rangkuman materi TKA SMP Bahasa Indonesia berikut ini merupakan salah satu bahan belajar untuk kamu dalam rangka menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SMPTM.
Pelaksanaan TKA SMP bertujuan menguji keterampilan membaca siswa. Terdapat dua jenis teks yang akan dikuji dalam hal keterampilan membaca, yaitu teks informasi dan teks fiksi.
Teks informasi merupakan teks yang berisi fakta, konsep, atau prosedur dari berbagai bidang atau topik yang berskala lokal, nasional, atau global. Teks ini dapat berupa teks tunggal maupun teks jamak.
Teks fiksi merupakan cerita rekaan yang dapat bersifat faktual (sejarah/biografi) atau realisme dengan latar cerita konkret atau abstrak, tokoh berkarakter bulat, konflik tunggal atau jamak dengan penyelesaian tertutup, alur campuran, dan sudut pandang orang ketiga.
Teks yang digunakan TKA memiliki karakteristik kosakata, kalimat, dan wacana sebagai berikut:
- Karakteristik kosakata: kata umum, kata berimbuhan/konfiks, kata abstrak, makna denotatif, istilah teknis, makna konotatif konteks tertentu.
- Karakteristik kalimat: jumlah kata per kalimat 5–9 kata, kalimat tunggal berbagai pola, kalimat majemuk setara.
- Karakteristik wacana: kohesi penyulihan/substitusi, konjungsi antar-paragraf perbandingan dan penekanan/intensifikasi, penggunaan tanda baca untuk mendukung deskripsi; panjang teks 200–250 kata (kecuali teks puisi).
Aspek keterampilan membaca yang diukur, antara lain: mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks, menyusun ulang, mengelompokkan, membuat ikhtisar, dan menyajikan kembali informasi tersurat dalam teks; mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tersirat dalam teks; menilai gagasan, fakta, atau opini dalam teks, dan menanggapi isi teks.
Aspek-aspek di atas kemudian dikelompokkan menjadi tiga kompetensi. Adapun tiga jenis kompetensi, antara lain pemahaman tekstual (kemampuan untuk memahami informasi yang dikemukakan secara eksplisit), pemahaman inferensial (kemampuan untuk menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersirat dalam teks), dan evaluasi dan apresiasi (kemampuan untuk membuat penilaian terhadap ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap perasaan, imajinasi, serta penggunaan bahasa oleh penulis).
Matriks asesmen TKA SMP Bahasa Indonesia terdiri dari tiga aspek penting yang perlu diperhatikan oleh siswa. Aspek penilaian meliputi: pemahaman tekstual (sub-kompetensi seperti mengidentifikasi penggunaan istilah dalam berbagai bidang, mengidentifikasi objek dan/atau latar berdasarkan kosakata yang digunakan dalam teks fiksi atau non-fiksi), pemahaman inferensial (sub-kompetensi seperti menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, dan/atau nilai-nilai dalam dan/atau antarteks, menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa, antargagasan, dan/atau antarinformasi dalam dan/atau antarteks), dan evaluasi dan apresiasi (sub-kompetensi seperti menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari, menilai kesesuaian dan/atau keakuratan unsur, kebahasaan, atau isi berdasarkan perbandingan informasi dalam dan/atau antar-teks).
Siswa dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi TKA SMP dengan membaca rangkuman materi di atas sebagai panduan belajar.
Pelaksanaan TKA SMP bertujuan menguji keterampilan membaca siswa. Terdapat dua jenis teks yang akan dikuji dalam hal keterampilan membaca, yaitu teks informasi dan teks fiksi.
Teks informasi merupakan teks yang berisi fakta, konsep, atau prosedur dari berbagai bidang atau topik yang berskala lokal, nasional, atau global. Teks ini dapat berupa teks tunggal maupun teks jamak.
Teks fiksi merupakan cerita rekaan yang dapat bersifat faktual (sejarah/biografi) atau realisme dengan latar cerita konkret atau abstrak, tokoh berkarakter bulat, konflik tunggal atau jamak dengan penyelesaian tertutup, alur campuran, dan sudut pandang orang ketiga.
Teks yang digunakan TKA memiliki karakteristik kosakata, kalimat, dan wacana sebagai berikut:
- Karakteristik kosakata: kata umum, kata berimbuhan/konfiks, kata abstrak, makna denotatif, istilah teknis, makna konotatif konteks tertentu.
- Karakteristik kalimat: jumlah kata per kalimat 5–9 kata, kalimat tunggal berbagai pola, kalimat majemuk setara.
- Karakteristik wacana: kohesi penyulihan/substitusi, konjungsi antar-paragraf perbandingan dan penekanan/intensifikasi, penggunaan tanda baca untuk mendukung deskripsi; panjang teks 200–250 kata (kecuali teks puisi).
Aspek keterampilan membaca yang diukur, antara lain: mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks, menyusun ulang, mengelompokkan, membuat ikhtisar, dan menyajikan kembali informasi tersurat dalam teks; mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tersirat dalam teks; menilai gagasan, fakta, atau opini dalam teks, dan menanggapi isi teks.
Aspek-aspek di atas kemudian dikelompokkan menjadi tiga kompetensi. Adapun tiga jenis kompetensi, antara lain pemahaman tekstual (kemampuan untuk memahami informasi yang dikemukakan secara eksplisit), pemahaman inferensial (kemampuan untuk menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersirat dalam teks), dan evaluasi dan apresiasi (kemampuan untuk membuat penilaian terhadap ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap perasaan, imajinasi, serta penggunaan bahasa oleh penulis).
Matriks asesmen TKA SMP Bahasa Indonesia terdiri dari tiga aspek penting yang perlu diperhatikan oleh siswa. Aspek penilaian meliputi: pemahaman tekstual (sub-kompetensi seperti mengidentifikasi penggunaan istilah dalam berbagai bidang, mengidentifikasi objek dan/atau latar berdasarkan kosakata yang digunakan dalam teks fiksi atau non-fiksi), pemahaman inferensial (sub-kompetensi seperti menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, dan/atau nilai-nilai dalam dan/atau antarteks, menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa, antargagasan, dan/atau antarinformasi dalam dan/atau antarteks), dan evaluasi dan apresiasi (sub-kompetensi seperti menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari, menilai kesesuaian dan/atau keakuratan unsur, kebahasaan, atau isi berdasarkan perbandingan informasi dalam dan/atau antar-teks).
Siswa dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi TKA SMP dengan membaca rangkuman materi di atas sebagai panduan belajar.