Ringkasan Cerita Hikayat si Miskin, Struktur, dan Amanatnya

Hikayat si Miskin adalah salah satu kisah rakyat yang menjadi bahan belajar untuk membuat resensi. Cerita ini mengandung nilai-nilai moral dan amanat tertentu, seperti kesabaran, kepercayaan pada Tuhan, saling menghormati, jujuran, kasih sayang, serta solidaritas.

Cerita rakyat si Miskin merupakan salah satu warisan sastra Indonesia yang bisa menjadi bahan belajar siswa tentang budaya lokal dan literatur kerakyatan. Dengan membuat resensi sinopsis Hikayat si Miskin, siswa dapat mengembangkan keterampilan analitis, kritik, dan pemahaman. Siswa akan terbiasa menganalisis elemen-elemen cerita seperti plot, karakter, nilai-nilai moral, amanat, dan konflik.

Cerita Hikayat si Miskin berasal dari Pulau Sumatra khususnya Lematang, Muara Enim. Cerita ini termasuk sastra lintasan Lematang yang dikumpulkan oleh Subandiono dalam artikel penelitian berjudul Struktur Sastra Lisan Lematang.

Hikayat si Miskin mengisahkan perjuangan sepasang suami-istri miskin serta terusir dari negeri yang dipimpin Maharaja Indera Dewa. Setelah melalui kehidupan sulit, mereka mulai beruntung karena memiliki anak dan mendapatkan mukjizat emas dari Allah.

Setelah beberapa bulan, istri si Miskin melahirkan seorang putra yang sangat elok. Anak itu diberi nama Markamah yang memiliki makna utama sebagai "anak dalam kesukaran".

Bersamaan dengan kelahiran anaknya, mereka mulai mencari tempat yang cocok untuk menetap. Oleh karena itu, sang suami menggali tanah di suatu area demi membangun rumah.

Saat menggali tanah untuk memancangkan tiang atap, si Miskin menemukan segepok emas yang terpendam. Mereka pun memanfaatkan emas tersebut untuk memperbaiki derajat kehidupannya.

Dengan berkat Allah, mereka membangun kerajaan mereka sendiri dengan nama Puspa Sari. Si Miskin pun menjadi raja yang arif dan perkasa dengan nama Maharaja Indra Angkasa, sementara istrinya bernama Ratna Dewi.

Kerajaan itu semakin terkenal, tetapi Maharaja Indra Dewa dari Antah Berantah merasa iri. Pada saat itu, ada kabar bahwa Maharaja Indra Angkasa mencari ahli nujum untuk mengetahui keberuntungan kedua anaknya kelak, yakni Markamah dan tuan putri Nila Kesuma.

Maharaja Indra Dewa memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia mengumpulkan sekaligus menghasut semua ahli nujum supaya mengatakan kepada Indra Angkasa bahwa Markamah dan Nila Kesuma akan mendatangkan malapetaka terhadap kerajaan Puspa Sari.

Semua ahli nujum menyetujui perintah Maharaja Indra Dewa untuk memfitnah kedua anak Maharaja Indra Angkasa. Oleh sebab itu, para ahli nujum segera menyampaikan kabar bohong tersebut.

Setelah mendengar kata-kata dari ahli nujum, Maharaja Indra Angkasa yang merasa murka memutuskan untuk membuang kedua anaknya. Mereka pun pergi tanpa tujuan yang pasti.

Setelah kepergian kedua anaknya, Kerajaan Puspa Sari terbakar dan rakyatnya terpecah belah. Si Miskin dan sang istri baru menyadari bahwa mereka telah menjadi korban fitnah para ahli nujum sehingga menyebabkan kehancuran kerajaannya.

Ringkasan Hikayat si Miskin bermula dari cerita kehidupan di sebuah Kerajaan Antah Berantah yang dipimpin Maharaja Indra Dewa. Pada zaman dahulu kala, hiduplah Raja Keindraan beserta istrinya yang jatuh miskin, melarat, dan terlunta-lunta karena terkena kutukan dari Batara Indra.

Untuk bertahan hidup, suami-istri itu terpaksa mengonsumsi makanan sisa dari tempat sampah di suatu kampung yang kejam setiap hari. Penduduk setempat juga kerap menghina, memukul, dan tidak sudi membiarkannya tinggal di kampung itu.

Perlakukan tersebut membuat si Miskin merasa sangat sedih sehingga tidak berani masuk kampung lagi. Ia masih memiliki perasaan takut dipukuli dan dilempari batu oleh warga.

Suatu hari, sang istri memasuki masa kehamilan. Ketika usia hamil telah menginjak tiga bulan, ia mengidam buah mempelam dan nangka yang tumbuh di suatu halaman istana raja serta lokasinya jauh.

Maharaja Indra Dewa sangat bermurah hati lantaran sudi memberikan buah yang diminta. Rakyat di kerajaan tersebut juga memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, beras, dan perkakas lain.

Setelah beberapa bulan, istri si Miskin melahirkan seorang putra yang sangat elok. Anak itu diberi nama Markamah yang memiliki makna utama sebagai "anak dalam kesukaran".

Bersamaan dengan kelahiran anaknya, mereka mulai mencari tempat yang cocok untuk menetap. Oleh karena itu, sang suami menggali tanah di suatu area demi membangun rumah.

Saat menggali tanah untuk memancangkan tiang atap, si Miskin menemukan segepok emas yang terpendam. Mereka pun memanfaatkan emas tersebut untuk memperbaiki derajat kehidupannya.

Dengan berkat Allah, mereka membangun kerajaan mereka sendiri dengan nama Puspa Sari. Si Miskin pun menjadi raja yang arif dan perkasa dengan nama Maharaja Indra Angkasa, sementara istrinya bernama Ratna Dewi.

Kerajaan itu semakin terkenal, tetapi Maharaja Indra Dewa dari Antah Berantah merasa iri. Pada saat itu, ada kabar bahwa Maharaja Indra Angkasa mencari ahli nujum untuk mengetahui keberuntungan kedua anaknya kelak, yakni Markamah dan tuan putri Nila Kesuma.

Maharaja Indra Dewa memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia mengumpulkan sekaligus menghasut semua ahli nujum supaya mengatakan kepada Indra Angkasa bahwa Markamah dan Nila Kesuma akan mendatangkan malapetaka terhadap kerajaan Puspa Sari.

Semua ahli nujum menyetujui perintah Maharaja Indra Dewa untuk memfitnah kedua anak Maharaja Indra Angkasa. Oleh sebab itu, para ahli nujum segera menyampaikan kabar bohong tersebut.

Setelah mendengar kata-kata dari ahli nujum, Maharaja Indra Angkasa yang merasa murka memutuskan untuk membuang kedua anaknya. Mereka pun pergi tanpa tujuan yang pasti.

Setelah kepergian kedua anaknya, Kerajaan Puspa Sari terbakar dan rakyatnya terpecah belah. Si Miskin dan sang istri baru menyadari bahwa mereka telah menjadi korban fitnah para ahli nujum sehingga menyebabkan kehancuran kerajaannya.

Berdasarkan ringkasan cerita Hikayat si Miskin, berikut ini beberapa nama tokoh yang terlibat. Si Miskin (suami): bernama Maharaja Indra Angkasa saat jadi raja. Istri si Miskin: bernama Ratna Dewi saat mendampingi tokoh utama. Maharaja Indra Dewa: Raja Kerajaan Antah Berantah. Maharaja Markamah: anak dari si Miskin. Nila Kesuma: anak dari si Miskin.

Nilai moral dan amanat dalam cerita Hikayat si Miskin mengajarkan pentingnya kesabaran, kepercayaan pada Tuhan, saling menghormati, jujuran, kasih sayang, serta solidaritas.

Berdasarkan sinopsis di atas, berikut ini penjelasan mengenai nilai moral dan amanatnya. Nilai Moral Cerita Hikayat si Miskin: 1. Ketekunan dan Kesabaran - Hikayat si Miskin mengajarkan tentang pentingnya memiliki ketekunan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup.

2. Kepercayaan Kepada Tuhan - Cerita ini menekankan bahwa nasib seseorang ditentukan oleh Tuhan. Si Miskin dan istrinya mendapatkan mukjizat berupa emas lantaran percaya dan yakin terhadap takdir Tuhan.

3. Menghormati Sesama - Saling menghormati menjadi salah satu nilai moral yang menonjol dalam cerita ini. Sikap ini bisa menangkal iri hati dan keinginan untuk mencelakai orang lain, contohnya seperti sikap pemimpin Kerajaan Antah Berantah yang berubah setelah tokoh Miskin menjadi kaya.

4. Kejujuran dan Kebajikan - Meskipun dalam keadaan sulit, si Miskin dan istrinya tetap mengutamakan untuk jujur dan berbuat baik kepada sesama.

5. Kasih Sayang dan Solidaritas - Pesan tentang kasih sayang dan tolong-menolong terhadap sesama tercermin dalam tindakan terpuji dari rakyat yang rela memberikan makanan dan bantuan kepada si Miskin dan istrinya.
 
cerita si mikin ini kayaknya nggak asli banget, siapa tahu benar-benarnya si mikin aja masuk kampung kejam sambil istri-istri dia kangenin? atau mungkin si mikin itu ngerjain di bawah tanah buat kerajaan antah beranteh biar gak perlu kaget nggak?
 
aku pikir cerita si Miskin itu benar-benar menginspirasi, lho! siapa tau kita juga pernah melewati masa kesulitan seperti si Miskin, tapi dengan ketekunan dan kepercayaan pada Tuhan, kita bisa melawan masalah tersebut. aku juga suka bagaimana si Miskin dan istrinya mengutamakan kejujuran dan kasih sayang kepada sesama, padahal ada banyak orang yang tidak mau membantu mereka saat itu. tapi kalau kita bisa belajar dari cerita ini, mungkin kita bisa menjadi lebih baik dalam membantu dan mendukung satu sama lain di masa depan 😊
 
🤩 Hikayat si Miskin memang kisah inspiratif banget! Cerita tentang keberuntungan yang datang setelah dipercaya dan berterima kasih pada Tuhan membuat aku merasa gembira. 🙏 Aku juga terkesan dengan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita ini, seperti kesabaran, menghormati sesama, jujuran, dan kasih sayang.

Aku pikir cerita ini bisa dijadikan contoh bagus untuk anak-anak dan remaja kita, agar mereka belajar tentang pentingnya memiliki harapan yang positif dan bersikap baik kepada orang lain. 🌟
 
Emak-emak, cerita Hikayat si Miskin ini memang benar-benar inspiratif 🙏. Saya suka bagaimana si Miskin dan istrinya bisa menjadi raja dan membuat kerajaan mereka sendiri setelah berjuang keras dan memiliki keberuntungan.

Saya penasaran, mengapa Maharaja Indra Dewa dari Antah Berantah merasa iri dengan si Miskin? Apakah dia tidak ingin si Miskin menjadi raja dan memimpin kerajaannya sendiri? 🤔

Tapi, yang paling saya sukai adalah nilai-nilai moral yang disampaikan dalam cerita ini. Kesabaran, kepercayaan pada Tuhan, saling menghormati, jujuran, kasih sayang, dan solidaritas memang sangat penting dalam hidup sehari-hari. Maka dari itu, saya berharap cerita Hikayat si Miskin bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk hidup dengan lebih baik dan menjadi orang yang lebih baik 🌟.
 
Maksudnya siapa yang tidak suka dengan Hikayat si Miskin kan? Tapi apa aja cerita itu, saya sibuk nonton anime di malam ini, gimana kalau aku bilang Hikayat si Miskin mirip banget dengan sekolah saya, yaitu tentang persaingan dan sedihnya. Saya pun sengaja lupa tulis tugas hari ini, tapi aku malah nonton anime selama jam-jam.
 
kembali
Top