RI Rayu AS Pakai Mineral Kritis Demi Tarif Resiprokal Final

RI Rayu AS Pakai Mineral Kritis Demi Tarif Resiprokal Final, Siapa yang Tak Berikan?

Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa delegasi Indonesia sudah berangkat ke Amerika Serikat untuk merampungkan pembahasan dokumen final kesepakatan tarif resiprokal (ART). Pada tahap ini, RI menyetujui pemberian akses mineral kritis, seperti tembaga, kepada Gedung Putih.

Namun, perlu diingat bahwa Indonesia telah memberikan akses ke komoditas tembaga tersebut sejak 1967. Airlangga mengatakan bahwa akses ke copper sangat penting karena tidak ada listrik atau pesawat angkasa yang dapat beroperasi tanpa copper.

Pada tahap ini, hasil dari negosiasi baru bisa terlihat di pekan depan dalam proses finalisasi dan penyelarasan akhir teks perjanjian internasional. Setelah proses legal scrubbing rampung, tim negosiasi bersama Kedutaan Besar Indonesia untuk AS dapat mengatur jadwal kapan Presiden Prabowo Subianto dapat terbang ke Amerika Serikat untuk menandatangani dokumen ART bersama Presiden Donald Trump.

Penyelesaian proses legal drafting masih berlangsung dan diprediksi akan selesai pada 12-19 Januari 2026. Namun, Airlangga memastikan bahwa Indonesia dan AS sudah menyepakati seluruh isu substansi yang telah diatur dalam dokumen ART.

Dengan demikian, proses kesepakatan dagang dapat dilanjutkan menuju legal drafting pada pekan kedua Januari 2026 dan proses teknis selanjutnya, untuk kemudian dapat ditandatangani oleh kedua pimpinan negara sebelum Januari 2026 berakhir.
 
Maksudnya siapa yang tidak memberi? 🤔 AS tahu kalau kita punya cadangan tembaga yang besar dan berarti, jadi kenapa harus meminta akses lagi? 🤑 Tapi ya, kita juga perlu ngejar penawaran harga yang seimbang kan? Jika mereka mau membayar harga yang tepat, kita lumayan bisa mendapatkan keuntungan dari ekspor tembaga. 😊 Dan siapa tahu, mungkin AS punya kebutuhan lain yang tidak kita sadari. 🤷‍♂️
 
ini gokil banget sih! apa maksudnya as masih mau ambil biaya dari RI dengan tarif resiprokal yang tinggi? kalau jadi begitu, siapa yang mau membantu AS dengan akses mineral kritis ini? RI udah memberikan kebebasan kepada AS sejak 1967, nih, apa lagi yang diharapkan? mungkin as ingin menguasai sumber daya alam RI dengan cara yang lebih serius. harusnya as mau berbagi dan tidak terus memaksa RI untuk memberikan dan memberikan akses ke komoditas vital seperti tembaga. siapa yang salah, as? 🤔💸
 
Maksud kan kalau RI siap-apsi mau berbagi mineral kritis dengan AS, tapi gue pikir ada yang salah di sini... Kalau Indonesia sudah memberikan akses ke komoditas tembaga sejak 1967, apa lagi yang harus dilakukan? Gue rasa ini seperti permainan tebak-tebakan, kalau RI mau berbagi, tapi siapa yang tidak mau berbagi dulu? 🤔😒
 
klo ngebut negosiasi itu, gimana kalau kita fokus pada bagusnya hasilnya bukan? sepertinya keduanya sudah bisa memahami apa yang dibutuhkan dan yang harus diberikan, kayaknya bisa menjadi kerja sama yang baik 🤞. dan kalau bisa, saya harap ada perubahan kecil-kecilan di dalam dokumen itu sehingga Indonesia bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dari kesepakatan ini 💸🌎.
 
Saya pikir kayak gini, kalau Amerika already udah punya akses ke tembaga dari Indonesia smpa tahun 1967, apa lagi yang harus dibicarakan? Mungkin kira-kira AS ingin memberikan Indonesia hadiah yang berharga dengan cara memberi akses ke mineral kritis, gak? 🤔💸 Tapi sepertinya ini bukan tentang diplomasi, tapi lebih about business deal. Aku rasa Indonesia udah dipukul-pukil dengan harga tembaga yang terus naik, jadi kalau AS mau memberikan akses, kayaknya harus dibayar dengan cara yang lebih serius. 😏
 
Gue pikir kalau akses mineral kritis itu penting banget, tapi kalau asal-usulnya sih udah lama banget kita punya. Gue harap di dalam dokumen ART ini, ada juga poin tentang proteksi lingkungan ya, karena gue tahu keberadaan copper bisa jadi membahayakan ekosistem kita 🌿🌱.
 
Minta maaf nih, saya jadi teringat sama pernyataan Presiden Jokowi dulu tentang Indonesia harus lebih independen dalam mengelola sumber daya mineral kita sendiri. Nah, sekarang RI mau berbagi akses ke tembaga, apa sih tujuan dari itu? Minta klarifikasi nih, bukan cuma sekedar memberikan akses, tapi bagaimana caranya Indonesia dapat mendapatkan manfaat dari itu? 🤔
 
Saya rasa negosiasi ini terus-menerus sama kayak cari pasir di pantai, Indonesia udah memberikan akses ke komoditas tembaga sejak 1967 tapi giliran AS kini meminta akses yang sama lagi 😊. Airlangga bilang penting karena copper buat listrik dan pesawat angkasa, kayaknya dia salah! 🤣 Karena apa AS udah terus-menerus meminta keuntungan dari Indonesia? 🤑 Siapa yang benar, siapa yang salah? 🤔
 
kembali
Top