Keputusan Indonesia untuk menerima undangan keanggotaan Board of Peace (BoP) ditandai dengan penandatanian dokumen BoP oleh Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Peristiwa ini menimbulkan kritik dari berbagai sumber, baik dalam dan luar negeri.
Presiden Trump mengatakan bahwa kedua pemimpin negara yang duduk di sebelah kanannya adalah "pria tangguh". Namun, kritik tersebut tidak dapat meredukai pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam BoP telah menjadi momen bersejarah dan menandakan komunitas internasional terus mendorong perdamaian di Gaza.
Presiden Trump mengatakan bahwa kedua pemimpin negara yang duduk di sebelah kanannya adalah "pria tangguh". Namun, kritik tersebut tidak dapat meredukai pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam BoP telah menjadi momen bersejarah dan menandakan komunitas internasional terus mendorong perdamaian di Gaza.