RI Jika Tak Sesuai Tujuan Awal, Indonesia Diperlukan Mundur dari BoP
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjanjikan bahwa Indonesia akan mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian Dunia untuk Gaza (BoP), jika organisasi ini tidak sesuai dengan tujuan awal mencapai kemerdekaan Palestina.
Sugiono mengatakan, pertama-tama, situasi damai di Gaza harus tercapai, kemudian di Palestina pada umumnya. "Ya, kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Pertama, situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya, kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," ujarnya.
Tentu saja, serangan terhadap Gaza beberapa waktu lalu belum menjadi pertimbangan mundurnya Indonesia dari keanggotaan BoP. Kasus demi kasus memerlukan penilaian dan penanganan yang dingin, tidak emosional, dengan tetap berpegang pada tujuan akhir.
Sugiono menambahkan, Indonesia bersama delapan anggota BoP lainnya telah sepakat untuk mengeluarkan pernyataan bersama mengecam serangan terhadap Gaza dan menyatakan bahwa hal tersebut dapat mencederai proses yang sedang terjadi. "Kita minta semua pihak untuk sama-sama menghormati karena ini kesepakatan yang sudah kita lakukan bersama," tambahnya.
Jika BoP tidak sesuai dengan tujuan awal, Indonesia tidak ragu-ragu untuk mundur dari kegiatan atau bahkan keluar. Hal ini tentunya untuk memastikan bahwa langkah dunia sesuai dengan koridor untuk membawa kemerdekaan Palestina.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjanjikan bahwa Indonesia akan mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian Dunia untuk Gaza (BoP), jika organisasi ini tidak sesuai dengan tujuan awal mencapai kemerdekaan Palestina.
Sugiono mengatakan, pertama-tama, situasi damai di Gaza harus tercapai, kemudian di Palestina pada umumnya. "Ya, kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Pertama, situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya, kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," ujarnya.
Tentu saja, serangan terhadap Gaza beberapa waktu lalu belum menjadi pertimbangan mundurnya Indonesia dari keanggotaan BoP. Kasus demi kasus memerlukan penilaian dan penanganan yang dingin, tidak emosional, dengan tetap berpegang pada tujuan akhir.
Sugiono menambahkan, Indonesia bersama delapan anggota BoP lainnya telah sepakat untuk mengeluarkan pernyataan bersama mengecam serangan terhadap Gaza dan menyatakan bahwa hal tersebut dapat mencederai proses yang sedang terjadi. "Kita minta semua pihak untuk sama-sama menghormati karena ini kesepakatan yang sudah kita lakukan bersama," tambahnya.
Jika BoP tidak sesuai dengan tujuan awal, Indonesia tidak ragu-ragu untuk mundur dari kegiatan atau bahkan keluar. Hal ini tentunya untuk memastikan bahwa langkah dunia sesuai dengan koridor untuk membawa kemerdekaan Palestina.