Respons PSSI soal Disebut Merayu 10 Pemain Diaspora Gabung Klub Super League 2025-2026 : Okezone Bola

PSSI Kembali Menyatakan Isi Hatinya Soal Pemain Diaspora di Super League 2025-2026, Siapa yang Nanti Membayar?

PSSI, atau Badan Eksekutif Olahraga Seluruh Indonesia, kembali menyatakan isi hatinya soal berbagai masalah terkait pemain diaspora dan Super League 2025-2026. Menurut Arya Sinulingga, ketua Komite Eksekutif PSSI, isu tentang PSSI "merayu" para pemain diaspora untuk bergabung di Liga Indonesia bukanlah teori konspirasi. Namun, ia menyatakan bahwa beberapa pemain diaspora memang telah bergabung dengan klub-klub di Super League 2025-2026, termasuk Jordi Amat, Thom Haye, Shayne Pattynama, dan Ivar Jenner.

Menurut Arya Sinulingga, isu tersebut bukanlah urusan PSSI. "Urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ." Kata ia di Jakarta, Senin 9 Februari 2026.

Jadi, siapa yang nanti membagi biaya untuk pemain diaspora? Menurut Arya Sinulingga, itu adalah urusan klub dan pemain. Pemain pasti punya tawaran segini, serta klub punya uang enggak? Kalau cocok bayarannya, ya jadi.

Tentu saja, tidak ada yang bilang bahwa PSSI memiliki chip in untuk pemain diaspora. "Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu," kata Arya Sinulingga tegas.
 
Pemain diaspora di Super League 2025-2026, apa sih masalahnya? Semua sudah ngobrol dan nanti yang bayar biaya aja. PSSI nggak perlu ikut-ikutan di bayar, tapi kalau bisa membantu promosi Liga Indonesia, sih udah jadi. Klub harus bertanggung jawab, apalagi jika mereka nyaman dengan nilai tawaran. Sama-sama aja, tidak ada konspirasi. πŸ™ƒ
 
Hmm, kayaknya isu ini serasa lebih mirip dengan permainan politik daripada sepak bola aja... Kalau benar-benar urusan klub dan pemain, maka apa yang membuat PSSI begitu "panas" soal ini? Apakah karena PSSI ingin menunjukkan bahwa mereka peduli dengan kesejahteraan para pemain atau sih? Atau mungkin karena ada beberapa kepentingan politik yang tersembunyi di balik isu ini...
 
Hebat deh, tanya-tanya sambung kaitan kalau PSSI bantu bayar gaji pemain diaspora di Super League 2025-2026. Tapi siapa yang nanti bilang dia harus membayar bayarnya? Kalau benar, siapa lagi yang nanti jadi sponsor ya? Saya pikir ini cuma cara untuk menghindari tekanan dari para penggemar kalau gak ada pemain lokal di tim favorit. Nah, aku penasaran banget siapa yang akan menanggung beban bayarnya πŸ˜‚
 
Maksudnya siapa yang nanti bayar biaya untuk pemain diaspora? PSSI tidak mau jadi korban ini juga, tapi jangan bilang klub-klub itu tidak memiliki uang, kalau bukan? Atau pemain diaspora itu berani tawar segini? Mungkin ini adalah urusan antara klub dan pemain, tapi siapa tahu, PSSI nanti harus bayar karena kalah di dalam penegakan aturan. Ini seperti permainan poker, yang mana pemain yang tidak punya kartu akan selalu kalah... πŸ€‘πŸ‘€
 
omg kan apa sih isu ini lagi? kayaknya siapa yang nanti bayar biaya buat pemain diaspora itu kan gampang dipikir ke mana? aku pikir kalau club yang nanti membagi biayanya, bisa jadi di antara mereka itu ada salah satu yang kaya banget kan? dan siapa yang bilang PSSI harus bayar gitu? kalau tidak ada chip in apa lagi masalahnya?
 
PSSI lagi ngomong-ngomong... Maksudnya apa sih? Kalau siap-siap bayar, kenapa PSSI masih kaget banget? Wah, gampang aja, klub dan pemain itu sendiri yang harus nyesari duit. Tapi apa yang terjadi kalau tidak ada yang mau bayar? Siap-siap PSSI lagi bantu bermain gini...
 
huhu, apa sih itu soal pemain diaspora di Super League 2025-2026? kenapa harus begitu serius sih? πŸ€” gimana kalau karna kangen Indonesia, dia mau bule ke Indonesia aja, nanti kaya nggak ada masalah sih? πŸ˜‚ apa sih biayanya? kue atau apa? πŸͺπŸ‘€
 
Gampang banget sih... kalau ada masalah, klub harus bayar, bukan PSSI. Jangan bikin PSSI jadi kaya 'tok pedes'. Kalau pemain diaspora mau datang ke Indonesia, mesti bersedia bayar biaya sendiri ya. Ngga perlu gini 'PSSI merayu'... sih, kalau klub mau menawarkan tawaran yang cukup, apa lagi? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
PSSI kembali keluar dengan pernyataan yang bikin kita penasaran siapa nanti yang bayar biaya untuk pemain diaspora... Nah, aku rasa PSSI sedang mencoba mengatur urusan ini agar tidak jadi masalah besar. Tapi aku masih punya pertanyaan, apakah mereka benar-benar tidak ingin ikut campur dengan kebijakan ini? Aku pikir ada cara lain bukan hanya mengatakan "urusan klub dan pemain" itu saja... Biar siap, siapa yang nanti harus membayar biaya untuk pemain diaspora? πŸ€”
 
Kalau gini, siapa nanti harus bayar biayanya sih? Klu dipilih oleh tim, ya bayarnya dari sendiri. Tapi kalau bukannya tim yang bisa memutuskan siapa yang bisa bergabung dan apa saja biayanya. Jadi, PSSI malah tidak perlu khawatir, kan? Yang penting adalah para pemain bisa bermain dan menunjukkan bakatnya, tapi sebenarnya gini sih, kalau mau bergabung dengannya, siapa yang nanti harus bayar? πŸ€”
 
πŸ˜‘πŸ‘Š Aku pikir PSSI justru harus berani mengatakan sesuatu yang benar-benar jujur tentang masalah pemain diaspora! πŸ€” Nah, aku rasa isu ini sebenarnya bukan soal PSSI yang enggak mau bayar, tapi siapa yang benar-benar mau membagi beban biaya tersebut. πŸ€‘ Kalo klub dan pemain langsung berdiskusi tentang hal ini, toh tidak ada masalah sama sekali! πŸ€·β€β™‚οΈ

Aku rasa PSSI harus fokus lebih banyak pada menjaga keseimbangan kepentingan timnas Indonesia daripada terus-menerus menuduh pemain diaspora sebagai 'penyabang'. πŸ™„ Aku yakin, pemain-pemain itu tidak sengaja memilih klub-klub di luar negeri karena PSSI kurang bisa menawarkan sesuatu yang lebih baik. πŸ€”

Aku juga pikir, jika PSSI benar-benar ingin meningkatkan standar kompetisi Liga Indonesia, maka mereka harus berani mengambil tindakan yang konstruktif, bukan hanya menuduh dan mempolitisikan masalah tersebut. πŸ’ͺ
 
Saya pikir PSSI seharusnya jangan terlalu marah dengan hal ini, kan? Jika pemain diaspora mau bergabung di Liga Indonesia, itu harus disepakati oleh keduanya yaitu PSSI dan klub. Tapi kalau PSSI enggak punya kontrol uang, maka tidak bisa dipprediksi siapa yang akan membagi biaya. Saya rasa yang penting adalah agar semua pihak bisa berkomunikasi secara jujur dan transparan tentang hal ini. πŸ€”
 
aku sengaja liat news ini dan aku pikir kalau pssi kembali mengomplikasi masalah pemain diaspora di super league 2025-2026. apa yang ingin pssi capai? mungkin hanya untuk mengejek klub-klub di super league lagi. tapi sayangnya, pssi tidak perlu khawatir karena kita semua tahu siapa yang membagi biaya untuk pemain diaspora... klub! jadi, apakah pssi ingin mengajak club untuk berurusan dengan pemain diaspora? toh, pssi enggak punya kemampuan untuk melakukannya. dan apa lagi, kalau club mau bayar segini, apa yang salah dengan itu? mungkin karena pssi terlalu serius dan tidak bisa berbicara secara santai seperti klub-klub di super league πŸ€”
 
Wow πŸ€” Super League 2025-2026 bakal gampang sih, karna banyak pemain diaspora yang udah ngetawar dengan klub-klub di sana πŸ’Έ Tapi, gimana kalau ada pemain yang tidak mau bergabung dengan Liga Indonesia? Wow, itu mungkin akan bikin konflik di antara PSSI dan Super League πŸ€·β€β™‚οΈ Interesting
 
aku rasa kalau pssi justru salah cari sumber dana deh πŸ€¦β€β™‚οΈ, bukan sampe siapa di bayar biaya pemain diaspora yang masuk ke super league 2025-2026. gini aja, siap-siap bayarnya klub atau pemain sendiri ayo πŸ€‘. tapi apa sih salahnya pssi jangan ambil chip in dulu juga? siapa tahu ada cara lain buat pssi bisa menerima biaya dari super league πŸ€”.
 
Gue pikir PSSI kaget banget sih kalau pemain diaspora mau bergabung di Super League 2025-2026, tapi ternyata mereka udah banyak ya! Jordi Amat, Thom Haye, Shayne Pattynama, dan Ivar Jenner sudah join klub-klub di Super League. Gue rasa PSSI harus senang-senang aja sih, karena ini akan membuat Liga Indonesia semakin kuat!

Tapi, gue juga ngerasa sedikit kecewa kalau PSSI masih tidak mengatur urusan biaya pemain diaspora dengan baik. Jika klub mau bayar biaya untuk pemain diaspora, tapi PSSI enggak ikut-ikutan membayarnya, itu seperti main-main aja! Gue pikir PSSI harus serius dalam mengatur ini, karena kalau tidak, Liga Indonesia akan terus kalah dengan Super League.
 
Makasih bro πŸ˜…, PSSI lagi bikin suara soal pemain diaspora di Super League 2025-2026. Aku pikir kayaknya PSSI harus lebih berhati-hati dulu, gue rasa kalau PSSI terlalu "nyanyuk" ke para pemain diaspora. Jadi, siapa yang bayarnya? Pemain atau klub? Aku pikir gak ada jawabannya, bro πŸ˜…. PSSI jangan biar gue pikir PSSI kurang profesional lagi... πŸ€”
 
Saya pikir ini semua kayak drama yang lagi kerja... PSSI kayaknya justru harus fokus buat mengatur Liga Indonesia sendiri, bukannya selalu mengejar pemain diaspora. Tapi siapa tahu, mungkin PSSI bisa lihat keuntungan dari bermain di Super League juga... Kalau benar-benar urusan duit yang sibuk, maka PSSI jangan terlalu marah gitu... Yang penting adalah Liga Indonesia bisa bersaing dengan baik, ya?
 
kembali
Top