Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin, menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Ini dilakukan setelah insiden dugaan keracunan makanan yang melanda 118 siswa SMAN 2 Kudus dan memaksa mereka dilarikan ke tujuh rumah sakit.
Gus Yasin menekankan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan pengecekan dan evaluasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Namun, beliau tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pengecekan di lapangan diperoleh. "Ya nanti kita cek ya. Kita lihat, nanti kita evaluasi MBG-nya, sehingga bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari makanannya atau dari distribusinya," kata Gus Yasin.
Pemerintah provinsi Jateng juga akan melakukan penanganan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku. "Nanti kita lihat seperti apa, dan kelanjutannya bagaimana. Ada tahapan-tahapannya," ujarnya.
Selain itu, pemerintah provinsi Jateng juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian dan langkah penanganan yang diperlukan.
Gus Yasin menekankan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan pengecekan dan evaluasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Namun, beliau tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pengecekan di lapangan diperoleh. "Ya nanti kita cek ya. Kita lihat, nanti kita evaluasi MBG-nya, sehingga bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari makanannya atau dari distribusinya," kata Gus Yasin.
Pemerintah provinsi Jateng juga akan melakukan penanganan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku. "Nanti kita lihat seperti apa, dan kelanjutannya bagaimana. Ada tahapan-tahapannya," ujarnya.
Selain itu, pemerintah provinsi Jateng juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian dan langkah penanganan yang diperlukan.