Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin, menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus setelah dugaan keracunan makanan menyebabkan 118 siswa SMAN 2 Kudus dilarikan ke tujuh rumah sakit. Gus Yasin mengatakan, Pemerintah Provinsi Jateng akan melakukan pengecekan dan evaluasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, namun tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pengecekan di lapangan diperoleh.
Gus Yasin bilang, penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku. "Nanti kita lihat seperti apa, dan kelanjutannya bagaimana. Ada tahapan-tahapannya," ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa Pemprov Jateng akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian dan langkah penanganan yang diperlukan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, mengatakan bahwa jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 2 Kudus, Dwiyana, mengungkapkan bahwa keluhan awal justru lebih dahulu dirasakan oleh para guru setelah menyantap menu MBG yang diterima sekolah dari SPPG Purwosari.
Gus Yasin bilang, penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku. "Nanti kita lihat seperti apa, dan kelanjutannya bagaimana. Ada tahapan-tahapannya," ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa Pemprov Jateng akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian dan langkah penanganan yang diperlukan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, mengatakan bahwa jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 2 Kudus, Dwiyana, mengungkapkan bahwa keluhan awal justru lebih dahulu dirasakan oleh para guru setelah menyantap menu MBG yang diterima sekolah dari SPPG Purwosari.