35 Mahasiswa ITB Berdampak Membantu Pemulihan Bencana di Aceh Tengah
Kampus Ganesha, Jumat (30/1) - 35 mahasiswa Universitas Indonesia Institut Teknologi Bandung (ITB) akan berangkat ke Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah untuk melaksanakan program Mahasiswa Berdampak. Program ini bertujuan untuk mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kapasitas masyarakat terdampak bencana di daerah tersebut.
Program ini merupakan salah satu wujud komitmen ITB menjalankan tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Program Mahasiswa Berdampak ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di ITB dan akan melaksanakan kegiatan mulai 2-22 Februari 2026.
"Keberangkatan mahasiswa ke lokasi pengabdian bukanlah sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebuah amanah kemanusiaan. Bencana banjir yang terjadi telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat," kata Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, Rektor ITB.
Dalam program ini, mahasiswa diharapkan menghadirkan kebermanfaatan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak, sekaligus membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Adapun fokus kegiatan meliputi instalasi filter air bersih, Psychological First Aid (PFA), pengelolaan sampah, edukasi, dan pendampingan kesehatan masyarakat.
"Seluruh rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, tetapi juga untuk mengedepankan empati, kepekaan sosial, serta sikap profesional dalam bekerja bersama masyarakat," tambah Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara.
Program ini didukung oleh Ikatan Alumni ITB, Rumah Zakat, Rumah Amal Salman, PT Paragon, serta Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM).
Kampus Ganesha, Jumat (30/1) - 35 mahasiswa Universitas Indonesia Institut Teknologi Bandung (ITB) akan berangkat ke Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah untuk melaksanakan program Mahasiswa Berdampak. Program ini bertujuan untuk mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kapasitas masyarakat terdampak bencana di daerah tersebut.
Program ini merupakan salah satu wujud komitmen ITB menjalankan tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Program Mahasiswa Berdampak ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di ITB dan akan melaksanakan kegiatan mulai 2-22 Februari 2026.
"Keberangkatan mahasiswa ke lokasi pengabdian bukanlah sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebuah amanah kemanusiaan. Bencana banjir yang terjadi telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat," kata Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, Rektor ITB.
Dalam program ini, mahasiswa diharapkan menghadirkan kebermanfaatan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak, sekaligus membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Adapun fokus kegiatan meliputi instalasi filter air bersih, Psychological First Aid (PFA), pengelolaan sampah, edukasi, dan pendampingan kesehatan masyarakat.
"Seluruh rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, tetapi juga untuk mengedepankan empati, kepekaan sosial, serta sikap profesional dalam bekerja bersama masyarakat," tambah Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara.
Program ini didukung oleh Ikatan Alumni ITB, Rumah Zakat, Rumah Amal Salman, PT Paragon, serta Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM).