Terakhir diperiksa di lapas Salemba, terdakwa II kasus peredaran narkotika Ardian Prasetyo mengaku mengalami kekerasan fisik dan intimidasi selama diperiksa aparat. Saat itu, dia dipaksa untuk menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) yang kemudian digunakan sebagai bukti bahwa sabu tersebut miliknya.
Menurut Asep bin Sarikin, terdakwa I kasus ini, dia tidak tahu siapa punya sabu tersebut karena diperiksa saat bungkus rokok berisi narkotika ditemukan di kamar hunian. Dia memohon agar bukti tersebut dibongkar.
"Kalau memang ini punya saya, ada di kasur saya, saya tidak mungkin angkat itu kasur. Dan hanya orang bodoh yang bisa angkat kasur kasih tahu barang bukti itu," ujar Asep dalam persidangan.
Sementara itu, terdakwa II Ardian Prasetyo mengklaim diperiksa aparat saat dia diminta menghadap setelah menerima kabar bahwa Asep diamankan. Dia mengaku mendapat tekanan berat dan dipukul selama diperiksa.
"Dari jam setengah tiga sampai jam enam itu saya diintimidasi, dipukul, disetrum," kata Ardian dalam persidangan.
Kedua terdakwa ini membantah bahwa sabu tersebut berasal dari rokok yang sempat mereka titipkan kepada terdakwa lain. Mereka menolak bahwa rokok tersebut berisi narkotika.
Menurut Asep bin Sarikin, terdakwa I kasus ini, dia tidak tahu siapa punya sabu tersebut karena diperiksa saat bungkus rokok berisi narkotika ditemukan di kamar hunian. Dia memohon agar bukti tersebut dibongkar.
"Kalau memang ini punya saya, ada di kasur saya, saya tidak mungkin angkat itu kasur. Dan hanya orang bodoh yang bisa angkat kasur kasih tahu barang bukti itu," ujar Asep dalam persidangan.
Sementara itu, terdakwa II Ardian Prasetyo mengklaim diperiksa aparat saat dia diminta menghadap setelah menerima kabar bahwa Asep diamankan. Dia mengaku mendapat tekanan berat dan dipukul selama diperiksa.
"Dari jam setengah tiga sampai jam enam itu saya diintimidasi, dipukul, disetrum," kata Ardian dalam persidangan.
Kedua terdakwa ini membantah bahwa sabu tersebut berasal dari rokok yang sempat mereka titipkan kepada terdakwa lain. Mereka menolak bahwa rokok tersebut berisi narkotika.