Rekan Ammar Zoni Ungkap Dapat Siksaan saat Diperiksa soal Sabu

Terakhir diperiksa di lapas Salemba, terdakwa II kasus peredaran narkotika Ardian Prasetyo mengaku mengalami kekerasan fisik dan intimidasi selama diperiksa aparat. Saat itu, dia dipaksa untuk menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) yang kemudian digunakan sebagai bukti bahwa sabu tersebut miliknya.

Menurut Asep bin Sarikin, terdakwa I kasus ini, dia tidak tahu siapa punya sabu tersebut karena diperiksa saat bungkus rokok berisi narkotika ditemukan di kamar hunian. Dia memohon agar bukti tersebut dibongkar.

"Kalau memang ini punya saya, ada di kasur saya, saya tidak mungkin angkat itu kasur. Dan hanya orang bodoh yang bisa angkat kasur kasih tahu barang bukti itu," ujar Asep dalam persidangan.

Sementara itu, terdakwa II Ardian Prasetyo mengklaim diperiksa aparat saat dia diminta menghadap setelah menerima kabar bahwa Asep diamankan. Dia mengaku mendapat tekanan berat dan dipukul selama diperiksa.

"Dari jam setengah tiga sampai jam enam itu saya diintimidasi, dipukul, disetrum," kata Ardian dalam persidangan.

Kedua terdakwa ini membantah bahwa sabu tersebut berasal dari rokok yang sempat mereka titipkan kepada terdakwa lain. Mereka menolak bahwa rokok tersebut berisi narkotika.
 
Saya tidak bisa percaya apa yang terjadi kepadanya, Asep dan Ardian. Kedua orang itu, diperiksa polisi saat mereka tidak punya apa-apa, jadi bagaimana dia bisa mengaku sabu tersebut miliknya? Apalagi kalau dia itu bilang sabu tersebut ada di kasurnya, tapi dia tidak bisa mengangkat kasurnya... Wah, itu seperti game cheat, kan? 🤣 Dan kalo dia diperiksa polisi saat dia sedang bingung karena kabar Asep dimasukkan ke penjara, itu seperti tekanan besar! 💥 Tapi, apa yang paling saya tidak bisa menerima adalah kalau dia mengaku dipukul dan disetrum selama diperiksa... Ini seperti film aksi, bukan persidangan? 😱 Dan apa yang lagi, keduanya bilang mereka tidak punya sabu tersebut, tapi polisi masih pakai BAP yang mereka tanda tangani... Wah, itu seperti mainan polisi! 🤔
 
wahhh, ini kejadian yang jadi cerita nggak enak banget! kedua korban udah diperiksa aparat dan hasilnya sama-sama beritau kalau mereka buat sabu narkotika sendiri... tapi gini asep dan ardian, dia kan bilang kalau dia tidak kenal siapa yang punya sabu itu dan dia tidak bisa mengetahuin di mana sabu itu berada! kalo benar dia itu, udah kayaknya dia harus sengaja membuat bukti palsu untuk melindungi dirinya... tapi mungkin ini hanya kejadian nyata aja dan korban benar-benar diperiksa aparat dan mengalami hal yang sama dengan ardian 🤕
 
Aku pikir kasus ini seperti permainan teka-teki yang rumit banget. Asep benar-benar tidak bisa mengangkat kasur, tapi kenapa bukti narkotika masih bisa menemukan di sana? Aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini... Kedua terdakwa ini benar-benar tidak mau menerima bahwa rokok itu punya narkotika. Mungkin mereka benar-benar takut dan ingin menyembunyikan kebenaran. Aku rasa ada kesan yang tidak jelas di kasus ini...
 
Gue pikir kalau si Asep itu benar-benar tidak tahu siapa punya sabu itu 😂. Kamu bisa ngira-ngira aja gini, kasur ganti tiap hari sih? 🤣. Dan si Ardian yang dipukul dan disetrum apa lagi deh, kalau kamu mau bocor informasi sama terdakwa lain siapa tahu itu jadi kasus baru 😂.
 
Hmm, kasus ini terasa gila banget 🤯! Asep dan Ardian bilang diperiksa aparat saat bungkus rokok berisi narkotika ditemukan di kamar hunian mereka, tapi siapa yang bilang kalau mereka pakai rokok itu sendiri? 😂 Mereka bilang kasur mereka terlalu tebal untuk menarik benda-benda kecil seperti sabu, tapi kalau benar dia bilang ya, kenapa gini dia tidak mau bilang sejak awal? 🤔

Apa yang terjadi di balik semuanya ini? Kenapa pihak aparat memaksa mereka menandatangani BAP yang kemudian digunakan sebagai bukti? Mereka bilang diperiksa saat dia diminta menghadap setelah menerima kabar bahwa Asep diamankan, tapi siapa yang bilang kalau mereka tidak tahu apa-apa sebelum itu? 🤷‍♂️

Kalau memang kita tidak tahu siapa punya sabu tersebut, jangan gunakan BAP sebagai bukti! Minta kasih bongkar saja, ya!
 
ini cerita yang nggak enak banget, kalo ada kasus narkotika itu harus dibawakan dengan hati-hati dan tidak boleh paksa seseorang untuk menandatangani sesuatu yang belum paham apa itu. kalau memang dia salah, dia harus menerima hukumannya, tapi paksa dia menandatangani bukti itu? nggak bisa, aku pikir ini kasus yang perlu dibongkar lebih lanjut.
 
Saya pikir ini sangat salah, pernikulan ini sangat tidak adil! Asep dan Ardian dipaksa menandatangani bukti yang dibuat oleh polisi dengan cara yang sangat tidak jujur. Mereka harus menghadap ke dalam kasur dan diperiksa saat ada narkotika di kamar mereka, itu sangat tidak pantas. Dan kemudian dia dipukul dan intimidasi saat diperiksa, itu sangat berat!

Saya pikir ini perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut agar tahu benar apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab atas hal ini. Saya juga berharap bahwa bukti yang dibuat oleh polisi dapat dibongkar dan Asep dan Ardian dapat mendapatkan keadilan yang sebenarnya. 😞
 
kembali
Top