Pemerintah menargetkan kembali operasional fasilitas kesehatan di Sumatera yang terkena dampak bencana pada Maret 2026. Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, tahap rehabilitasi ini dipercepat setelah berhasil memulihkan seluruh rumah sakit dan puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) yang terkena dampak bencana.
Pemulihan fasilitas kesehatan dilakukan dalam beberapa tahap. Pada fase awal, fokus utama adalah membersihkan sisa material banjir dan lumpur yang menimbun sembilan rumah sakit hingga setinggi badan orang dewasa. Upaya tersebut telah berhasil selesai pada pertengahan Desember lalu.
Saat ini, total 850 puskesmas yang sempat tidak beroperasi saat bencana masih dalam proses pemulihan intensif. Di samping itu, pihak kementerian juga fokus memperbaiki sarana penunjang seperti ambulans dan alat kesehatan (alkes) yang rusak berat.
Kerusakan akibat bencana diperkirakan terhadap 205 unit ambulans. Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan perusahaan otomotif untuk memperbaiki kerusakan tersebut melalui layanan servis jemput bola. Hingga saat ini, 50 unit ambulans sudah berhasil diperbaiki, sedangkan 80 unit lainnya masih dalam penanganan bengkel karena memerlukan perbaikan mesin yang cukup signifikan.
Selain itu, pihak kementerian juga menghadapi kerusakan ribuan perangkat komputer, furnitur medis, dan alat kesehatan vital yang terendam banjir. Para teknisi telah dikerahkan ke seluruh titik untuk mengidentifikasi perangkat mana saja yang masih bisa diselamatkan atau harus diganti baru.
Diperkirakan bahwa biaya pemulihan dan penggantian alat kesehatan yang rusak dan sarana prasarananya mencapai Rp 500 miliar. Anggaran tersebut sedang dipertimbangkan oleh pemerintah agar dapat cepat menggantikan perangkat-perangkat yang rusak.
Pemulihan fasilitas kesehatan dilakukan dalam beberapa tahap. Pada fase awal, fokus utama adalah membersihkan sisa material banjir dan lumpur yang menimbun sembilan rumah sakit hingga setinggi badan orang dewasa. Upaya tersebut telah berhasil selesai pada pertengahan Desember lalu.
Saat ini, total 850 puskesmas yang sempat tidak beroperasi saat bencana masih dalam proses pemulihan intensif. Di samping itu, pihak kementerian juga fokus memperbaiki sarana penunjang seperti ambulans dan alat kesehatan (alkes) yang rusak berat.
Kerusakan akibat bencana diperkirakan terhadap 205 unit ambulans. Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan perusahaan otomotif untuk memperbaiki kerusakan tersebut melalui layanan servis jemput bola. Hingga saat ini, 50 unit ambulans sudah berhasil diperbaiki, sedangkan 80 unit lainnya masih dalam penanganan bengkel karena memerlukan perbaikan mesin yang cukup signifikan.
Selain itu, pihak kementerian juga menghadapi kerusakan ribuan perangkat komputer, furnitur medis, dan alat kesehatan vital yang terendam banjir. Para teknisi telah dikerahkan ke seluruh titik untuk mengidentifikasi perangkat mana saja yang masih bisa diselamatkan atau harus diganti baru.
Diperkirakan bahwa biaya pemulihan dan penggantian alat kesehatan yang rusak dan sarana prasarananya mencapai Rp 500 miliar. Anggaran tersebut sedang dipertimbangkan oleh pemerintah agar dapat cepat menggantikan perangkat-perangkat yang rusak.