Saat ini Indonesia masih menghadapi masalah stunting di kalangan anak-anak. Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang cukup serius di Indonesia, terutama pada anak-anak usia dini.
Menurut Rida Atmiyanti, Head of Stakeholders Relations PT Sasa Inti, perusahaan ini sangat peduli dengan penuntasan stunting dan berusaha menciptakan ekonomi sirkular. Ia mengatakan bahwa program CSR perusahaan ini dimulai dari 0-1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu pendampingan ibu-ibu hamil agar anaknya tidak stunting.
Untuk menjangkaui ibu-ibu hamil, perusahaan ini menggunakan alat sederhana untuk mendeteksi kasus stunting, seperti mistar tinggi badan. Ibu-ibu yang memiliki anak stunting akan diberikan kalender nutrisi dan edukasi mengenai gizi.
Selain itu, perusahaan ini juga bekerja sama dengan Rotary Club Indonesia untuk menggelar training for trainers bagi para kader Posyandu. Mereka dilatih untuk menjadi trainer bagi ibu-ibu lain dan memberikan pendampingan terkait dengan nutrisi yang bergizi.
Dengan program-program seperti ini, perusahaan PT Sasa Inti berhasil menurunkan angka stunting di beberapa daerah, misalnya Desa Gending, Kecamatan Gending, Probolinggo.
Selain itu, perusahaan ini juga bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan ekonomi sirkular. Mereka menggunakan bahan baku yang sudah tidak terpakai lagi sebagai energi bersih dan menggandeng bank sampah untuk memanfaatkan bungkus-bungkus produk menjadi RDF (Refuse Derived Fuel).
Tujuan dari semua program ini adalah menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah, dan stakeholders lainnya.
Menurut Rida Atmiyanti, Head of Stakeholders Relations PT Sasa Inti, perusahaan ini sangat peduli dengan penuntasan stunting dan berusaha menciptakan ekonomi sirkular. Ia mengatakan bahwa program CSR perusahaan ini dimulai dari 0-1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu pendampingan ibu-ibu hamil agar anaknya tidak stunting.
Untuk menjangkaui ibu-ibu hamil, perusahaan ini menggunakan alat sederhana untuk mendeteksi kasus stunting, seperti mistar tinggi badan. Ibu-ibu yang memiliki anak stunting akan diberikan kalender nutrisi dan edukasi mengenai gizi.
Selain itu, perusahaan ini juga bekerja sama dengan Rotary Club Indonesia untuk menggelar training for trainers bagi para kader Posyandu. Mereka dilatih untuk menjadi trainer bagi ibu-ibu lain dan memberikan pendampingan terkait dengan nutrisi yang bergizi.
Dengan program-program seperti ini, perusahaan PT Sasa Inti berhasil menurunkan angka stunting di beberapa daerah, misalnya Desa Gending, Kecamatan Gending, Probolinggo.
Selain itu, perusahaan ini juga bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan ekonomi sirkular. Mereka menggunakan bahan baku yang sudah tidak terpakai lagi sebagai energi bersih dan menggandeng bank sampah untuk memanfaatkan bungkus-bungkus produk menjadi RDF (Refuse Derived Fuel).
Tujuan dari semua program ini adalah menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah, dan stakeholders lainnya.