Dalam Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), keputusan strategis terungkap terkait kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta agenda besar NU di depan. Salah satu keputusan yang paling menarik adalah memulihkan posisi Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf atau lebih dikenal sebagai Gus Yahya.
Dalam rapat hybrid yang dipimpin oleh Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, diumumkan bahwa PBNU telah menerima permohonan maaf dari Ketua Umum PBNU atas kelalaian dan ketidakcermatan dalam mengundang narasumber AKN-NU. Selain itu, pula terdapat pengembalian mandat oleh KH. Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU.
Pemulihan posisi tersebut dilakukan untuk menjaga keutuhan organisasi Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan yang lebih besar. Kemudian, memulihkan komposisi kepengurusan PBNU sebagaimana hasil Muktamar ke-34 NU.
Dalam rapat hybrid yang dipimpin oleh Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, diumumkan bahwa PBNU telah menerima permohonan maaf dari Ketua Umum PBNU atas kelalaian dan ketidakcermatan dalam mengundang narasumber AKN-NU. Selain itu, pula terdapat pengembalian mandat oleh KH. Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU.
Pemulihan posisi tersebut dilakukan untuk menjaga keutuhan organisasi Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan yang lebih besar. Kemudian, memulihkan komposisi kepengurusan PBNU sebagaimana hasil Muktamar ke-34 NU.