Banyak sekali alat-alat yang membantu dalam melakukan analisis data di era digital, terutama saat data tersedia dalam jumlah sangat banyak. Sebagai contoh, pengguna dapat menggunakan Google Colab dan bahasa pemrograman Python untuk mengumpulkan dan menganalisis data secara otomatis.
Google Colab merupakan alat lingkungan pengembangan aplikasi terintegrasi online yang sangat berguna dalam melakukan analisis data. Pengguna tidak perlu memasang aplikasi apa pun di komputernya, karena semua dikerjakan secara online. Dengan Google Colab, pengguna dapat menulis program dan melakukan pengolahan data dari internet dengan menggunakan berbagai fungsi dan library yang berguna untuk pengolahan data, termasuk "scraping".
Selain itu, bahasa pemrograman Python juga sangat membantu dalam analisis data. Bahasa ini menjadi salah satu bahasa pemrograman yang kerap dipakai dalam analisis data dan punya "library" yang sangat berguna.
Pengumpulan data menjadi salah satu tahapan penting dalam analisis data. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah web scraping, yaitu teknik mengambil data langsung dari situs web. Melalui aktivitas proyek web "scraping", proses analisis data difokuskan pada pengenalan cara mengoleksi data menggunakan bahasa pemrograman Python dengan bantuan Google Colab.
Web scraping dilakukan dengan mengambil seluruh struktur halaman web dalam bentuk kode HTML. Proses ini dikenal sebagai parsing. Kode HTML tersebut kemudian diolah dengan menyeleksi bagian-bagian tertentu yang berisi informasi penting sesuai kebutuhan pengguna. Hasil seleksi ini berupa data yang telah dirangkum dari data mentah sebelumnya.
Data hasil "scraping" pada tahap awal umumnya masih berupa kumpulan teks yang belum tertata dan sulit dibaca. Oleh karena itu, data perlu disusun kembali agar lebih mudah dipahami. Salah satu cara penyajian yang umum digunakan adalah dalam bentuk tabel, sehingga data hasil scraping dapat dibaca dan dianalisis dengan lebih jelas.
Data yang telah dikumpulkan melalui proses scraping sebelumnya disajikan dalam bentuk tabel. Penyajian data dalam tabel memungkinkan pembaca melihat persebaran data secara tekstual. Namun, analisis data tidak berhenti pada penyajian tabel saja. Data dapat diolah lebih lanjut menjadi bentuk visual agar informasi yang terkandung di dalamnya lebih mudah dipahami.
Visualisasi data dilakukan dengan mengubah data tekstual menjadi grafik atau diagram, seperti diagram batang, diagram lingkaran, dan diagram garis. Bentuk visual ini membantu memperjelas perbandingan, pola, dan proporsi antar data.
Sebelum data dapat diolah dan divisualisasikan, data perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Tahap ini dalam analisis data disebut pra-pemrosesan data (data preprocessing). Data hasil scraping sering kali masih mengandung kesalahan, seperti nilai yang masih berupa teks atau format angka yang tidak sesuai untuk perhitungan.
Tahap pra-pemrosesan data bertujuan untuk membersihkan dan menyiapkan data agar siap diolah. Dalam beberapa kasus, data perlu melalui pra-pemrosesan lanjutan. Pengelompokan data yang kurang tepat dapat menyebabkan hasil visualisasi menjadi tidak akurat, misalnya ketika beberapa kategori digabung sehingga nilai yang ditampilkan menjadi menumpuk.
Dengan memahami cara kerja perkakas analisis data seperti Google Colab dan Python serta metode "scraping", pengguna dapat mengumpulkan dan menganalisis data secara otomatis. Dengan demikian, data dapat diubah menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan strategi.
Google Colab merupakan alat lingkungan pengembangan aplikasi terintegrasi online yang sangat berguna dalam melakukan analisis data. Pengguna tidak perlu memasang aplikasi apa pun di komputernya, karena semua dikerjakan secara online. Dengan Google Colab, pengguna dapat menulis program dan melakukan pengolahan data dari internet dengan menggunakan berbagai fungsi dan library yang berguna untuk pengolahan data, termasuk "scraping".
Selain itu, bahasa pemrograman Python juga sangat membantu dalam analisis data. Bahasa ini menjadi salah satu bahasa pemrograman yang kerap dipakai dalam analisis data dan punya "library" yang sangat berguna.
Pengumpulan data menjadi salah satu tahapan penting dalam analisis data. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah web scraping, yaitu teknik mengambil data langsung dari situs web. Melalui aktivitas proyek web "scraping", proses analisis data difokuskan pada pengenalan cara mengoleksi data menggunakan bahasa pemrograman Python dengan bantuan Google Colab.
Web scraping dilakukan dengan mengambil seluruh struktur halaman web dalam bentuk kode HTML. Proses ini dikenal sebagai parsing. Kode HTML tersebut kemudian diolah dengan menyeleksi bagian-bagian tertentu yang berisi informasi penting sesuai kebutuhan pengguna. Hasil seleksi ini berupa data yang telah dirangkum dari data mentah sebelumnya.
Data hasil "scraping" pada tahap awal umumnya masih berupa kumpulan teks yang belum tertata dan sulit dibaca. Oleh karena itu, data perlu disusun kembali agar lebih mudah dipahami. Salah satu cara penyajian yang umum digunakan adalah dalam bentuk tabel, sehingga data hasil scraping dapat dibaca dan dianalisis dengan lebih jelas.
Data yang telah dikumpulkan melalui proses scraping sebelumnya disajikan dalam bentuk tabel. Penyajian data dalam tabel memungkinkan pembaca melihat persebaran data secara tekstual. Namun, analisis data tidak berhenti pada penyajian tabel saja. Data dapat diolah lebih lanjut menjadi bentuk visual agar informasi yang terkandung di dalamnya lebih mudah dipahami.
Visualisasi data dilakukan dengan mengubah data tekstual menjadi grafik atau diagram, seperti diagram batang, diagram lingkaran, dan diagram garis. Bentuk visual ini membantu memperjelas perbandingan, pola, dan proporsi antar data.
Sebelum data dapat diolah dan divisualisasikan, data perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Tahap ini dalam analisis data disebut pra-pemrosesan data (data preprocessing). Data hasil scraping sering kali masih mengandung kesalahan, seperti nilai yang masih berupa teks atau format angka yang tidak sesuai untuk perhitungan.
Tahap pra-pemrosesan data bertujuan untuk membersihkan dan menyiapkan data agar siap diolah. Dalam beberapa kasus, data perlu melalui pra-pemrosesan lanjutan. Pengelompokan data yang kurang tepat dapat menyebabkan hasil visualisasi menjadi tidak akurat, misalnya ketika beberapa kategori digabung sehingga nilai yang ditampilkan menjadi menumpuk.
Dengan memahami cara kerja perkakas analisis data seperti Google Colab dan Python serta metode "scraping", pengguna dapat mengumpulkan dan menganalisis data secara otomatis. Dengan demikian, data dapat diubah menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan strategi.