Tirto telah menyelidiki kembali isi berkas "Epstein Files", yaitu sebuah koleksi dokumen yang digunakan sebagai bukti dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak oleh mantan taipan keuangan Jeffrey Epstein. Berikut adalah beberapa hal penting yang viral di media sosial terkait isinya:
1. Potongan Kiswah dari Ka'bah dikirimkan kepada Epstein
Sebuah email yang dirilis menunjukkan bahwa potongan-potongan kain suci Ka'bah dikirimkan ke Jeffrey Epstein oleh seorang wanita Saudi bernama Aziza Al-Ahmadi.
2. Foto Pangeran Andrew dan Perempuan Tidur Di Lantai
Dalam foto-foto yang dirilis, ada sosok Pangeran Andrew dilihat berada di samping perempuan yang terbaring di lantai. Meskipun konteks foto tersebut tidak dijelaskan secara rinci.
3. Bantuan Uang untuk Sarah Ferguson dan Mantan Duta Besar Inggris untuk AS
Dalam sebuah email, mantan istri Pangeran Andrew, Sarah Ferguson, menyebut Epstein sebagai "saudara" yang selalu ia impikan, dan mengisyaratkan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Epstein.
4. Nama Donald Trump Muncul Ratusan Kali di File Epstein
Dalam dokumen tersebut, terdapat catatan FBI mengenai berbagai laporan dan tuduhan yang masuk terkait dugaan hubungan Donald Trump dengan Epstein, meskipun Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.
5. Elon Musk Bertanya Soal "Pesta Liar" Epstein
Email menunjukkan bahwa Musk sempat bertanya kepada Epstein mengenai pesta paling "liar" di pulau milik Epstein dan kemungkinan berkunjung ke sana pada tahun 2012 hingga 2013.
6. Email Steve Tisch ke Epstein Soal Perempuan Dewasa
Nama Steve Tisch, salah satu pemilik klub NFL New York Giants, muncul lebih dari 400 kali dalam dokumen. Email menunjukkan bahwa Epstein menghubungkannya dengan banyak perempuan dewasa.
7. Catatan Epstein untuk Bill Gates
Jeffrey Epstein membuat catatan untuk dan tentang Bill Gates, miliarder pendiri Microsoft, yang menyiratkan bahwa ia terlibat dalam hubungan seks di luar nikah.
Cara Akses Epstein Files Lengkap
Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis Epstein Files secara terbuka melalui laman resmi mereka. Saat mengakses dokumen tersebut, pengunjung akan terlebih dahulu diminta untuk mengonfirmasi bahwa mereka bukan robot serta menyatakan bahwa mereka telah berusia di atas 18 tahun, karena isi berkas mengandung materi dan informasi yang bersifat sensitif serta dewasa.
1. Potongan Kiswah dari Ka'bah dikirimkan kepada Epstein
Sebuah email yang dirilis menunjukkan bahwa potongan-potongan kain suci Ka'bah dikirimkan ke Jeffrey Epstein oleh seorang wanita Saudi bernama Aziza Al-Ahmadi.
2. Foto Pangeran Andrew dan Perempuan Tidur Di Lantai
Dalam foto-foto yang dirilis, ada sosok Pangeran Andrew dilihat berada di samping perempuan yang terbaring di lantai. Meskipun konteks foto tersebut tidak dijelaskan secara rinci.
3. Bantuan Uang untuk Sarah Ferguson dan Mantan Duta Besar Inggris untuk AS
Dalam sebuah email, mantan istri Pangeran Andrew, Sarah Ferguson, menyebut Epstein sebagai "saudara" yang selalu ia impikan, dan mengisyaratkan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Epstein.
4. Nama Donald Trump Muncul Ratusan Kali di File Epstein
Dalam dokumen tersebut, terdapat catatan FBI mengenai berbagai laporan dan tuduhan yang masuk terkait dugaan hubungan Donald Trump dengan Epstein, meskipun Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.
5. Elon Musk Bertanya Soal "Pesta Liar" Epstein
Email menunjukkan bahwa Musk sempat bertanya kepada Epstein mengenai pesta paling "liar" di pulau milik Epstein dan kemungkinan berkunjung ke sana pada tahun 2012 hingga 2013.
6. Email Steve Tisch ke Epstein Soal Perempuan Dewasa
Nama Steve Tisch, salah satu pemilik klub NFL New York Giants, muncul lebih dari 400 kali dalam dokumen. Email menunjukkan bahwa Epstein menghubungkannya dengan banyak perempuan dewasa.
7. Catatan Epstein untuk Bill Gates
Jeffrey Epstein membuat catatan untuk dan tentang Bill Gates, miliarder pendiri Microsoft, yang menyiratkan bahwa ia terlibat dalam hubungan seks di luar nikah.
Cara Akses Epstein Files Lengkap
Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis Epstein Files secara terbuka melalui laman resmi mereka. Saat mengakses dokumen tersebut, pengunjung akan terlebih dahulu diminta untuk mengonfirmasi bahwa mereka bukan robot serta menyatakan bahwa mereka telah berusia di atas 18 tahun, karena isi berkas mengandung materi dan informasi yang bersifat sensitif serta dewasa.