Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya kewaspadaan nasional dalam menghadapi dinamika politik global yang kompleks. "Indonesia harus terus waspada, tidak hanya dalam menanggapi ancaman luar negeri, tetapi juga dalam mempertahankan stabilitas domestik," kata dia.
Menurutnya, sejak awal berdirinya Republik Indonesia, dunia telah berada di tengah perang ideologi besar. Perang ideologi besar ini telah membuat dunia terpecah menjadi dua blok: blok komunis dan blok antikomunis, serta blok demokrasi dan blok kapitalis.
"Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," katanya. Ini berarti bahwa Indonesia harus berhati-hati dalam menentukan kerjasama dan hubungan dengan negara-negara lain karena adanya perbedaan ideologi yang signifikan.
Prabowo juga menyebutkan konflik global seperti perang di Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza sebagai contoh dari dampak luas yang dirasakan oleh Indonesia. Oleh karena itu, dia mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan untuk memahami secara utuh tantangan-tantangan yang dihadapi saat ini.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif serta prinsip nonblok. Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer mana pun dan akan terus mengedepankan persahabatan dengan seluruh bangsa.
"Kita harus berhati-hati dalam menentukan kerjasama dan hubungan dengan negara-negara lain karena adanya perbedaan ideologi yang signifikan," kata dia.
Menurutnya, sejak awal berdirinya Republik Indonesia, dunia telah berada di tengah perang ideologi besar. Perang ideologi besar ini telah membuat dunia terpecah menjadi dua blok: blok komunis dan blok antikomunis, serta blok demokrasi dan blok kapitalis.
"Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," katanya. Ini berarti bahwa Indonesia harus berhati-hati dalam menentukan kerjasama dan hubungan dengan negara-negara lain karena adanya perbedaan ideologi yang signifikan.
Prabowo juga menyebutkan konflik global seperti perang di Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza sebagai contoh dari dampak luas yang dirasakan oleh Indonesia. Oleh karena itu, dia mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan untuk memahami secara utuh tantangan-tantangan yang dihadapi saat ini.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif serta prinsip nonblok. Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer mana pun dan akan terus mengedepankan persahabatan dengan seluruh bangsa.
"Kita harus berhati-hati dalam menentukan kerjasama dan hubungan dengan negara-negara lain karena adanya perbedaan ideologi yang signifikan," kata dia.