Pernyataan Raja Malaysia tentang kasus korupsi di tubuh Angkatan Tentera Malaysia (ATM) membuat semua orang kecewa. Sultan Ibrahim Iskandar menyatakan bahwa ia amat kecewa dengan praktik rasuah yang terjadi di ATM, bahkan sampai peringkat tertinggi. Ia mengatakan bahwa kasus-kasus korupsi yang terungkap hanya sebagian kecil dari praktik serupa yang terjadi di institusi lain seperti bea dan cukai, imigrasi, kepolisian, dan lembaga legislatif.
Sultan Ibrahim meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan setiap indikasi tindak pidana korupsi. Bukan sahaja penerima yang harus ditangkap, tetapi juga pemberi dan ejen (perantara) yang berkaitan mesti diambil tindakan. Ia juga meminta Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) menangani penyelidikan kasus-kasus korupsi secara cepat, tegas, dan profesional.
Ia mengingatkan pejabat publik dan anggota parlemen untuk menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab. Sultan Ibrahim juga menyatakan bahwa koruptor dan pihak yang melindungi mereka adalah pengkhianat negara. Ia menegaskan bahwa seluruh upaya dan perencanaan pembangunan tidak akan berjalan sempurna selama praktik korupsi masih ada, sehingga rasuah harus diperangi secara besar-besaran.
Sultan Ibrahim juga meminta pemerintah Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim memastikan adanya hakim yang berpengalaman dalam menangani perkara rasuah agar proses hukum dapat berjalan efektif.
Sultan Ibrahim meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan setiap indikasi tindak pidana korupsi. Bukan sahaja penerima yang harus ditangkap, tetapi juga pemberi dan ejen (perantara) yang berkaitan mesti diambil tindakan. Ia juga meminta Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) menangani penyelidikan kasus-kasus korupsi secara cepat, tegas, dan profesional.
Ia mengingatkan pejabat publik dan anggota parlemen untuk menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab. Sultan Ibrahim juga menyatakan bahwa koruptor dan pihak yang melindungi mereka adalah pengkhianat negara. Ia menegaskan bahwa seluruh upaya dan perencanaan pembangunan tidak akan berjalan sempurna selama praktik korupsi masih ada, sehingga rasuah harus diperangi secara besar-besaran.
Sultan Ibrahim juga meminta pemerintah Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim memastikan adanya hakim yang berpengalaman dalam menangani perkara rasuah agar proses hukum dapat berjalan efektif.