Rahayu Saraswati Klaim Konstituennya Minta Tak Mundur dari DPR

Kontunikasi dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengutuk konstituen di Dapil Jakarta III yang meminta dia mundur dari kursi anggota DPR RI. Menurutnya, sebanyak 10.000 konstituen telah menandatangani petisi untuk tidak membuatnya mundur.

"Setelah saya mendengar penolakan itu, saya jadi sadar bahwa kalau saya ingin mundur, harus mengundurkan diri lagi," kata Rahayu saat di Gedung DPR RI, Jakarta. Ia berpendapat bahwa konstituen yang sebenarnya punya hak untuk menentukan apakah saya tetap menjabat atau tidak.

Sementara itu, Rahayu juga menyatakan menghormati dan bersyukur kepada para konstituennya, terutama mereka 10.000 lebih yang telah menandatangani petisi tersebut. Ia berpikir bahwa kepercayaan mereka pada dirinya adalah hal penting dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai anggota DPR RI.

"Sehingga kalau nanti dari pihak kembali lagi konstituen meminta untuk saya berhenti, tentunya saya harus mencoba membuat mereka bangga dan melakukan tugas saya dengan baik," ucapnya.
 
Konstituen di Dapil Jakarta III memang menandatangani petisi, tapi sebenarnya siapa yang mengajak mereka lakukan itu? Kalau tidak ada, maka bukan masalah jika Rahayu ingin mundur dari kursi anggota DPR RI. Saya pikir konstituen yang benar-benar peduli dengan kinerja Rahayu adalah mereka 10.000 yang telah menandatangani petisi tersebut. Mereka harus jujur, mengapa mereka memilih untuk tidak membuat Rahayu mundur? ๐Ÿค”
 
aku penasaran, kenapa aja 10.000 konstituen kayaknya mau menandatangani petisi buat Rahayu jangan mundur? sih kan tadi mereka udah dipilih karena bisa diandalkan ya... tapi aku pikir kalau kaya ini mungkin ada sesuatu yang tidak terbaca dari luar, apa yang bikin kepercayaan mereka pada Rahayu begitu tinggi? dan benar-benar apakah itu bisa dipercaya? ๐Ÿค”๐Ÿ‘€
 
iya kali ini wakil parlemen punya pikiran yang benar banget ๐Ÿค”! kalau ada konstituen yang tidak puas dengan kita, maka kita harus mau menerima dan tidak bisa menolak mereka ๐Ÿ˜Š. tapi yang penting adalah kita harus tetap fokus dalam melaksanakan tugas kita sebagai anggota parlemen. ini seperti rahayu katakan dia akan "mencoba membuat mereka bangga" ๐ŸŽ‰! kalau tidak ada konstituen yang puas, itu berarti kita sudah melakukan pekerjaan dengan baik ๐Ÿ’ฏ. dan ya, 10.000 konstituen yang menandatangani petisi itu pasti kalau punya kepercayaan besar pada wakil mereka ๐Ÿ˜Š.

tapi aku rasa ada sesuatu yang salah di sini... ๐Ÿค” kalau ada konstituen yang menandatangani petisi untuk tidak membuat wakilnya mundur, tapi wakil tersebut malah tidak mau mundur? itu seperti satu arah aja ๐Ÿ”„. tapi sepertinya ini adalah contoh bagaimana demokrasi bekerja di Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ.
 
Gue penasaran kenapa gue aja saking sedih kalau konstituen mau mundur dari kursi anggota DPR RI? Mereka udah 10.000, itu artinya banyak banget yang percaya padanya. Gue kira kalau seharusnya mereka juga harus setuju dengan keputusannya sendiri, nanti gue aja tidak punya tugas lagi ๐Ÿ˜‚. Tapi ya, gue ngerasa juga khawatir, apakah konstituen yang tidak setuju itu udah benar-benar tidak percaya padanya? Atau mungkin hanya ingin melihat dia kesal ๐Ÿค”.
 
Hahahaha, bakal apa sih kalau konstituen itu aja ngerasa tidak puas dengar jawabannya? Gampang sekali dia mundur tapi lama lagi dia akan ada kawan yang sama lagi. Kalau sih dia mau jadi korban tindakan dari konstituennya, apa salahnya? Dia sudah bulembab banget sudah. Saya rasa Rahayu itu punya kecerdasan untuk mencari solusi di luar cara itu deh ๐Ÿค”
 
Saya pikir Rahayu benar-benar profesional banget, kan? Kalau 10.000 konstituen already menandatangani petisi untuk tidak dia mundur, tapi dia masih bisa jadi sedih dan ngerasa sedih dulu, tapi dia juga tidak mau menyerah. Dia bilang kalau konstituen yang benar-benar punya hak untuk menentukan apakah dia tetap menjabat atau tidak, itu benar banget!
 
[Image of a person giving the "OK" gesture with a surprised expression]

[ GIF: A politician trying to make a speech, but the audience is unimpressed ]

[ Emoji: ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ ]

[ Image of a person holding up 10,000+ fingers, with a big smile ]
 
Pak Rahayu justru perlu diucapkan "terima kasih" ๐Ÿ™ atas jawabannya! Aku pikir dia bisa lebih bijak lagi, tapi aku setuju bahwa konstituen itu benar-benar memiliki hak untuk menentukan apakah dia mau terus menjabat atau tidak. Di Jakarta III aku masih ingat ada seorang kawan yang memutuskan untuk tidak menjadikan saya sebagai "kunjungan" ๐Ÿ˜‚, jadi aku paham betapa beratnya keputusan seperti itu!
 
Wah, kayaknya konstituen Jakarta III itu gila banget! Mereka ingin Rahayu jadi mundur aja karena dia tidak mau mundur? Gak ada artinya kan?! 10.000 petisi aja belum cukup untuk membuat Rahayu jadi takut mundur? Apa kalau tidak ada petisi, apa? Kalau semua orang itu kembali ke tempat asal dan tidak ingin lagi memilih mereka, apa?

Rahayu itu tahu kalau dia harus melaksanakan tanggung jawab sebagai anggota DPR RI, tapi konstituen Jakarta III itu cuma tahu apa yang diinginkannya saja. Mereka malah memaksa Rahayu untuk jadi takut mundur? Apa salahnya sih?! Wah, kalau mereka mau, kita bisa semua pergi dari dapur ini dan cari nafkah sendiri aja!
 
๐Ÿ™ Mereka 10.000 orang itu justru bukti bahwa Rahayu tidak usang dengan pejabatannya. Dia memahami keinginannya konstituen yang bisa dia mandiri mengambil keputusan sendiri. Tapi, kalau ingin mantap, mungkin sebaiknya dia ambil contoh dari pengalaman dirinya sendiri ya...
 
Mereka yang ingin melawan Rahayu pasti punya alasan yang kuat ๐Ÿค”. Tapi apa sih yang salah kalau dia mau mundur jika konstituen itu meminta? Itu hak mereka, dan kita harus menghormati itu juga ๐Ÿ˜Š. Yang penting adalah Rahayu bisa melaksanakan tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI dengan baik dan membuat konstituen itu bangga ๐Ÿ™Œ.
 
Gue pikir itu konteks politik yang agak susah ya... kalau rakyat Indonesia benar-benar suka dan percaya pada wakil mereka, tapi karena ada konstituen yang tidak puas, maka dia harus mundur? Gue bayangkan jika di kelas SMA, ada teman yang tidak puas dengan rektor, maka rektor harus mundur? Itu gampang-gampung ya... tapi sebenarnya kalau kita lihat, rakyat Indonesia yang suka dan percaya pada Rahayu karena dia telah melakukan banyak hal untuk mereka. Jadi, gue pikir itu wajar banget kalau dia tidak mau mundur ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘
 
Gue pikir kalau Rahayu jadi lembut banget sama konstituen dia. Gua rasa mereka yang menandatangani petisi itu memang benar-benar percaya pada dirinya, tapi kalau mereka ini meminta dia mundur, maka gue pikir ada kesan mereka tidak yakin pada pilihan mereka sendiri. Mungkin karena konstituen-nya jadi penasaran sama politika atau apa?
 
aku pikir kalau wakil rakyat yang dipilih harus bisa menerima apapun dari rakyatnya, tapi kalo ada yang meminta dia mundur, dia harus paham bahwa itu adalah hak mereka juga ๐Ÿค”. tapi sayangnya, banyak yang salah paham tentang apa itu parlemen dan cara kerjanya. jadi, wakil rakyat seperti rahayu harus bisa mengarahkan diri sendiri agar tidak terlalu dipengaruhi oleh opini lain ๐Ÿ™. toh kalau dia ingin tetap menjabat, dia harus bisa membuat konstituen yang mendukungnya bangga dengan pekerjaannya, bukan hanya sekedar menerima suara mereka saja ๐Ÿ˜Š.
 
Kita gak usah khawatir kalo orang lain mau mengkritik kita, tapi apa yang kita perlu lakukan adalah menjadi lebih baik dari diri sendiri ๐Ÿ˜Š. Kita harus fokus pada apa yang bisa kita ubah dan jangan terlalu serius dengan hal-hal yang tidak penting.
 
Maksudnya apa sih kalau dia mau mundur sebelum waktu itu? Bayangin aja nanti dia gini: "Ah, aku mau mundur, tapi kembali lagi konstituen meminta aku jadi anggota DPR RI, maka aku harus kembali lagi... Maksudnya, siapa yang punya otoritas di sini? Konstituen atau dia sendiri?
 
Wah, itu konstituen jakarta III benar-benar punya otonominya, tidak bisa dipaksakan orang lain, padahal Rahayu terus berpendapat bahwa kalau dia ingin mundur harusnya mengundurkan diri lagi, tapi siapa tahu nanti konstituen kembali minta dia mundur juga, jadi seharusnya dia masih bisa menjaga hubungannya dengan para konstituen yang telah menandatangani petisi ๐Ÿ˜Š.
 
Bisa dipercaya ya, gue pikir 10.000 konstituen yang menandatangani petisi itu lebih banyak dari yang sebenarnya mendukung Rahayu. Kalau memang benar-benar setuju dengan keputusannya untuk tidak mundur, mungkin juga ada beberapa lagi yang nggak tahu bagaimana nanti cara kerja ini. Tapi, saya pikir itu sudah cukup bagus lah, kalau konstituen bisa menentukan sendiri siapa yang harus jadi anggota DPR RI. Saya juga pengennya ya, karena itu bukan cuma tentang Rahayu aja tapi juga tentang kemampuan dan kecapnya sebagai anggota parlemen.
 
Wah coba bayangin, kalau 10.000 konstituen udah menandatangani petisi buat dia mundur, tapi yang penting adalah Rahayu masih bisa bercanda dan bilang "setelah saya mendengar penolakan itu, saya jadi sadar bahwa kalau saya ingin mundur, harus mengundurkan diri lagi" ๐Ÿคฃ.

Tapi serius, apa salahnya konstituen mau menandatangani petisi buat dia mundur? Kalau mereka udah tahu ada yang tidak nyaman dengannya, kenapa masih mau ngejutkan dia dengan petisi itu? Mungkin karena Rahayu masih bisa bilang-bilang lucu dan menghiburnya ๐Ÿ˜Š. Tapi pada kenyataannya, kalau konstituen tidak puas, mungkin ada yang harus diubah.
 
kembali
Top