Kasus IHSG Terjun Bebas: Mengapa MSCI Anggap Kami Kurang Transparan?
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) terjun bebas? Pernahkan saat ini, pasar modal Indonesia sedang menghadapi kesulitan besar. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, penyebab utama anjloknya IHSG adalah reaksi berlebihan pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSCI mereportasi bahwa pasar saham Indonesia kurang transparan. Purbaya menyatakan ini sebagai alasan mengapa MSCI menilai kita kurang transparan dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.
"Kita harus memperbaiki pasar saham dari ulah para penggoreng saham, bukan hanya minta insentif," katanya. Purbaya juga mengaku telah mengingatkan hal ini sejak dialog pelaku pasar modal bersama menteri keuangan RI pada bulan Oktober lalu.
Padahal, MSCI baru saja melaporkan bahwa ada banyak saham gorengan di pasar modal yang perlu diperhatikan. Purbaya menyatakan bahwa ini adalah tanggung jawab BEI (Bursa Efek Indonesia) untuk menertibkan saham-saham tersebut.
Sementara itu, Purbaya juga mengaku akan turun tangan sebagai ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) jika BEI tidak mampu menyelesaikan pekerjaan rumahnya hingga akhir Maret nanti.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) terjun bebas? Pernahkan saat ini, pasar modal Indonesia sedang menghadapi kesulitan besar. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, penyebab utama anjloknya IHSG adalah reaksi berlebihan pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSCI mereportasi bahwa pasar saham Indonesia kurang transparan. Purbaya menyatakan ini sebagai alasan mengapa MSCI menilai kita kurang transparan dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.
"Kita harus memperbaiki pasar saham dari ulah para penggoreng saham, bukan hanya minta insentif," katanya. Purbaya juga mengaku telah mengingatkan hal ini sejak dialog pelaku pasar modal bersama menteri keuangan RI pada bulan Oktober lalu.
Padahal, MSCI baru saja melaporkan bahwa ada banyak saham gorengan di pasar modal yang perlu diperhatikan. Purbaya menyatakan bahwa ini adalah tanggung jawab BEI (Bursa Efek Indonesia) untuk menertibkan saham-saham tersebut.
Sementara itu, Purbaya juga mengaku akan turun tangan sebagai ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) jika BEI tidak mampu menyelesaikan pekerjaan rumahnya hingga akhir Maret nanti.