Ternyata ada perusahaan-perusahaan swasta yang tidak membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) secara resmi, malah menjual produk secara tunai langsung ke klien. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa perusahaan-perusahaan ini diduga dimiliki oleh warga negara asal Cina yang beroperasi di Indonesia.
"Mereka tidak membayar PPN, jual langsung cash basis, enggak bayar. Saya rugi banyak itu," kata Purbaya. Diperkirakan kerugian negara dari sektor baja saja sangat signifikan, bisa mencapai Rp4 triliun dari bisnis baja saja. Banyak perusahaan di sektor ini yang beroperasi tanpa pengawasan ketat dari aparat pajak.
Purbaya juga menyatakan akan segera mengambil tindakan tegas untuk perusahaan-perusahaan ini dan melakukan restrukturisasi dan penertiban internal di lingkungan organisasi perpajakan dan bea cukai. Ia berencana untuk meningkatkan kinerja dan integritas di lingkungan tersebut.
"Pengusahanya dari Cina, punya perusahaan di sini, orang Cina semua, enggak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien, cash basis, enggak bayar PPN. Saya rugi banyak itu," kata Purbaya lagi.
Purbaya juga menekankan bahwa ia akan selamatkan pegawai bea cukai yang baik dan akan melakukan tindakan yang tepat untuk mereka yang tidak berkinerja. Ia juga mengingatkan ancaman Presiden Prabowo terhadap Bea Cukai yang tidak berkinerja baik.
"Kalau bea cukai ancamannya clear loh dari sana bahwa kalau enggak bisa betulin, setahun ya betul-betul diurumahin. Jadi saya akan selamatkan supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya, yang jelek-jelek kita akan rumahkan," ucapnya.
"Mereka tidak membayar PPN, jual langsung cash basis, enggak bayar. Saya rugi banyak itu," kata Purbaya. Diperkirakan kerugian negara dari sektor baja saja sangat signifikan, bisa mencapai Rp4 triliun dari bisnis baja saja. Banyak perusahaan di sektor ini yang beroperasi tanpa pengawasan ketat dari aparat pajak.
Purbaya juga menyatakan akan segera mengambil tindakan tegas untuk perusahaan-perusahaan ini dan melakukan restrukturisasi dan penertiban internal di lingkungan organisasi perpajakan dan bea cukai. Ia berencana untuk meningkatkan kinerja dan integritas di lingkungan tersebut.
"Pengusahanya dari Cina, punya perusahaan di sini, orang Cina semua, enggak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien, cash basis, enggak bayar PPN. Saya rugi banyak itu," kata Purbaya lagi.
Purbaya juga menekankan bahwa ia akan selamatkan pegawai bea cukai yang baik dan akan melakukan tindakan yang tepat untuk mereka yang tidak berkinerja. Ia juga mengingatkan ancaman Presiden Prabowo terhadap Bea Cukai yang tidak berkinerja baik.
"Kalau bea cukai ancamannya clear loh dari sana bahwa kalau enggak bisa betulin, setahun ya betul-betul diurumahin. Jadi saya akan selamatkan supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya, yang jelek-jelek kita akan rumahkan," ucapnya.