Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa proyek gentengisasi yang dianggap oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap seng dengan genteng tidak akan mencapai Rp1 triliun. Menurut dia, anggaran untuk proyek tersebut akan diambil dari dana cadangan dan ada kemungkinan akan berasal dari efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya menjanjikan bahwa anggaran proyek gentengisasi tidak akan besar sehingga dana yang tersedia di dalam kantong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan cukup. Dia juga mengakui bahwa pemerintah sudah melakukan kajian awal dan mengitung berapa kebutuhan genteng untuk proyek gentengisasi.
Namun, menurut dia, tidak semua atap dari seng diubah menjadi genteng dalam pelaksanaannya nanti. Dia hanya memberikan hitungan kasar yang jika dilakukan secara lebih spesifik akan menghasilkan angka yang lebih kecil daripada yang pernah diprediksi.
Gentengisasi dianggap sebagai proyek yang lebih sehat untuk masyarakat karena menggunakan genteng sebagai atap. Purbaya juga menambahkan bahwa penggunaan seng dinilai cenderung panas dan mudah berkarat, sehingga menghasilkan dampak negatif bagi masyarakat.
Purbaya menjanjikan bahwa anggaran proyek gentengisasi tidak akan besar sehingga dana yang tersedia di dalam kantong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan cukup. Dia juga mengakui bahwa pemerintah sudah melakukan kajian awal dan mengitung berapa kebutuhan genteng untuk proyek gentengisasi.
Namun, menurut dia, tidak semua atap dari seng diubah menjadi genteng dalam pelaksanaannya nanti. Dia hanya memberikan hitungan kasar yang jika dilakukan secara lebih spesifik akan menghasilkan angka yang lebih kecil daripada yang pernah diprediksi.
Gentengisasi dianggap sebagai proyek yang lebih sehat untuk masyarakat karena menggunakan genteng sebagai atap. Purbaya juga menambahkan bahwa penggunaan seng dinilai cenderung panas dan mudah berkarat, sehingga menghasilkan dampak negatif bagi masyarakat.