Pemerintah Jepang dan Selandia Baru mengadopsi praktik yang sama dengan Pemerintah Indonesia, yaitu menjalankan kebijakan moneter dan fiskal secara terpisah. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, ini tidak akan mengganggu independensi Bank Indonesia (BI) karena kompetensi tetap menjadi penilaian utama seseorang di jabatan pemerintahan.
Purbaya menekankan bahwa koordinasi antara fiskal dan moneter dilakukan melalui jalur koordinasi resmi tanpa saling memengaruhi. Ia juga menjelaskan bahwa BI adalah lembaga independen, tetapi tidak ada negara dalam negara.
Saat dihadang pertanyaan dari moderator tentang apakah pemerintah akan menjaga citranya di hadapan investor dengan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Purbaya merespons dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin ada negara dalam negara. Ia juga memotong pertanyaan lanjutan dari moderator, Haslinda Amin, yang menurutnya "menyerang" dengan bertubi-tubi pertanyaan terkait Thomas.
Purbaya juga menjelaskan bahwa apa yang dijalankan otoritas fiskal dan moneter saat ini tetap mengacu pada praktik-praktik terbaik global serta berlaku di negara-negara maju.
Purbaya menekankan bahwa koordinasi antara fiskal dan moneter dilakukan melalui jalur koordinasi resmi tanpa saling memengaruhi. Ia juga menjelaskan bahwa BI adalah lembaga independen, tetapi tidak ada negara dalam negara.
Saat dihadang pertanyaan dari moderator tentang apakah pemerintah akan menjaga citranya di hadapan investor dengan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Purbaya merespons dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin ada negara dalam negara. Ia juga memotong pertanyaan lanjutan dari moderator, Haslinda Amin, yang menurutnya "menyerang" dengan bertubi-tubi pertanyaan terkait Thomas.
Purbaya juga menjelaskan bahwa apa yang dijalankan otoritas fiskal dan moneter saat ini tetap mengacu pada praktik-praktik terbaik global serta berlaku di negara-negara maju.