Pemerintah berjanji tidak tercengang oleh keputusan Moody's yang mengubah outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif. Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, melihat bahwa perubahan ini hanya sementara dan akan mereda seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional.
Menurutnya, ada beberapa program pemerintah yang berpotensi membuat Moody's penasaran. Namun, ia percaya bahwa kecepatan pertumbuhan ekonomi di depan akan mampu menghilangkan keraguan tersebut.
"Keraguannya nanti hilang lagi," ujar Purbaya saat bertemu dengan para wartawan. Ia juga menekankan bahwa penilaian kredit selalu berfokus pada kemampuan dan kemauan suatu negara dalam membayar utang. Dalam konteks ini, ia memastikan bahwa Indonesia memenuhi kedua aspek tersebut.
Purbaya yakin bahwa Indonesia telah memenuhi kriteria tersebut dan tidak ada masalah. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan outlook ini hanya berdampak sementara dan tidak akan mempengaruhi arus modal asing secara merata.
"Kalau orang yang penakut ya akan takut," katanya dengan tegas.
Namun, ia tetap optimistis bahwa prospek peringkat kredit Indonesia ke depan akan semakin baik. Ia percaya bahwa dengan perbaikan fundamental ekonomi yang berkelanjutan dan target pertumbuhan 6 persen atau lebih, penilaian Moody's akan berubah.
"Alasannya enggak terlalu kuat untuk mendowngrade. Justru kita harusnya pelan-pelan akan ada prospek upgrade, mungkin setelah akhir tahun ketika ekonomi kita tumbuh 6 persen atau lebih," jelasnya.
Purbaya juga menekankan bahwa pemerintah akan memastikan laju ekonomi berjalan lebih cepat melalui pelaksanaan program-program prioritas secara tepat sasaran, efektif, dan efisien. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus diimplementasikan dengan baik agar tidak ada pemborosan yang tidak terkontrol.
"Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin Moody's juga khawatir di situ," tuturnya.
Menurutnya, ada beberapa program pemerintah yang berpotensi membuat Moody's penasaran. Namun, ia percaya bahwa kecepatan pertumbuhan ekonomi di depan akan mampu menghilangkan keraguan tersebut.
"Keraguannya nanti hilang lagi," ujar Purbaya saat bertemu dengan para wartawan. Ia juga menekankan bahwa penilaian kredit selalu berfokus pada kemampuan dan kemauan suatu negara dalam membayar utang. Dalam konteks ini, ia memastikan bahwa Indonesia memenuhi kedua aspek tersebut.
Purbaya yakin bahwa Indonesia telah memenuhi kriteria tersebut dan tidak ada masalah. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan outlook ini hanya berdampak sementara dan tidak akan mempengaruhi arus modal asing secara merata.
"Kalau orang yang penakut ya akan takut," katanya dengan tegas.
Namun, ia tetap optimistis bahwa prospek peringkat kredit Indonesia ke depan akan semakin baik. Ia percaya bahwa dengan perbaikan fundamental ekonomi yang berkelanjutan dan target pertumbuhan 6 persen atau lebih, penilaian Moody's akan berubah.
"Alasannya enggak terlalu kuat untuk mendowngrade. Justru kita harusnya pelan-pelan akan ada prospek upgrade, mungkin setelah akhir tahun ketika ekonomi kita tumbuh 6 persen atau lebih," jelasnya.
Purbaya juga menekankan bahwa pemerintah akan memastikan laju ekonomi berjalan lebih cepat melalui pelaksanaan program-program prioritas secara tepat sasaran, efektif, dan efisien. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus diimplementasikan dengan baik agar tidak ada pemborosan yang tidak terkontrol.
"Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin Moody's juga khawatir di situ," tuturnya.