Kementerian Keuangan (Menkeu) Indonesia mengungkapkan khawatirannya terhadap kondisi inflasi yang sedang melonjak. Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan saat ini, berpendapat bahwa jika pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen saja, maka inflasi sudah mulai menanjak dan membuat ekonomi Indonesia gampang 'kepanasan'.
Menurut Purbaya, hal ini akan memaksakan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan. Namun, Purbaya tidak khawatir jika menaikkan suku bunga terlalu signifikan. Ia percaya bahwa demand inflasi masih rendah dan belum ada 'demand full inflation'. Oleh karena itu, ia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih agresif.
Purbaya juga mengaku optimis bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 5,5 persen pada triwulan IV 2026. Ia percaya bahwa dengan pertumbuhan ini, Indonesia akan makin dekat dengan tujuan untuk keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi 5 persen.
Purbaya juga menekankan bahwa ia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih cepat lagi tanpa ada gangguan yang berarti dalam hal perlambatan ekonomi. Ia percaya bahwa potensial growth rate-nya sebesar 6,2 persen dapat dicapai.
"Kalau tahun ini, tahun lalu triwulan IV dan triwulan I (2026) bisa 5,5 persen, kita sudah keluar dari jebakan 5 persen. Saya akan dorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara," kata Purbaya.
Pertumbuhan ekonomi yang cepat dan stabil dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat Indonesia lebih kompetitif di pangsa pasar global. Namun, perlu diingat bahwa penaikan suku bunga juga dapat memiliki dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi jika dilakukan secara berlebihan.
Dalam beberapa bulan terakhir, inflasi Indonesia telah melonjak dan mencapai 2,92 persen secara tahunan. Purbaya mengungkapkan khawatirannya tentang hal ini dan percaya bahwa perlu ada upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih agresif.
"Karena saya berpikir, kalau 5 persen saja (pertumbuhan ekonomi Indonesia), inflasinya sudah sedikit tinggi, berarti ekonomi kita gampang kepanasan. Kalau gampang Kepanasan, enggak lama lagi BI akan naikin bunga," kata Purbaya.
Pertumbuhan ekonomi yang cepat dan stabil dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat Indonesia lebih kompetitif di pangsa pasar global. Namun, perlu diingat bahwa penaikan suku bunga juga dapat memiliki dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi jika dilakukan secara berlebihan.
Sekadar informasi, inflasi adalah tingkat pengeluaran uang yang membandingkan dengan harga pasar pada periode tertentu. Inflasi dapat meningkat atau menurun tergantung pada faktor-faktor seperti kebijakan moneter, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas produksi.
Menurut Purbaya, hal ini akan memaksakan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan. Namun, Purbaya tidak khawatir jika menaikkan suku bunga terlalu signifikan. Ia percaya bahwa demand inflasi masih rendah dan belum ada 'demand full inflation'. Oleh karena itu, ia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih agresif.
Purbaya juga mengaku optimis bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 5,5 persen pada triwulan IV 2026. Ia percaya bahwa dengan pertumbuhan ini, Indonesia akan makin dekat dengan tujuan untuk keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi 5 persen.
Purbaya juga menekankan bahwa ia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih cepat lagi tanpa ada gangguan yang berarti dalam hal perlambatan ekonomi. Ia percaya bahwa potensial growth rate-nya sebesar 6,2 persen dapat dicapai.
"Kalau tahun ini, tahun lalu triwulan IV dan triwulan I (2026) bisa 5,5 persen, kita sudah keluar dari jebakan 5 persen. Saya akan dorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara," kata Purbaya.
Pertumbuhan ekonomi yang cepat dan stabil dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat Indonesia lebih kompetitif di pangsa pasar global. Namun, perlu diingat bahwa penaikan suku bunga juga dapat memiliki dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi jika dilakukan secara berlebihan.
Dalam beberapa bulan terakhir, inflasi Indonesia telah melonjak dan mencapai 2,92 persen secara tahunan. Purbaya mengungkapkan khawatirannya tentang hal ini dan percaya bahwa perlu ada upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih agresif.
"Karena saya berpikir, kalau 5 persen saja (pertumbuhan ekonomi Indonesia), inflasinya sudah sedikit tinggi, berarti ekonomi kita gampang kepanasan. Kalau gampang Kepanasan, enggak lama lagi BI akan naikin bunga," kata Purbaya.
Pertumbuhan ekonomi yang cepat dan stabil dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat Indonesia lebih kompetitif di pangsa pasar global. Namun, perlu diingat bahwa penaikan suku bunga juga dapat memiliki dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi jika dilakukan secara berlebihan.
Sekadar informasi, inflasi adalah tingkat pengeluaran uang yang membandingkan dengan harga pasar pada periode tertentu. Inflasi dapat meningkat atau menurun tergantung pada faktor-faktor seperti kebijakan moneter, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas produksi.