Purbaya Sebut Iuran Dewan Perdamaian Trump Pakai Anggaran Kemhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa anggaran untuk iuran keanggotaan Dewan Perdamaian Dunia untuk Gaza (BoP) akan mencapai Rp17 triliun, yang setara dengan 1 miliar dolar Amerika Serikat. Anggaran ini akan diambil dari kantong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026, utamanya dari pos belanja Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Menurut Purbaya, anggaran iuran keanggotaan BoP ini tidak terlalu membebani APBN. Namun, ia akan terlebih dulu melihat realisasi nantinya dan jika memungkinkan, dia akan melakukan penyesuaian terhadap APBN 2026.

Selain itu, Indonesia juga masih memiliki anggaran cadangan untuk kegiatan tertentu, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa anggaran iuran BoP juga akan diambil dari kantong dana cadangan dalam APBN 2026. Purbaya memastikan bahwa dalam menjaga belanja negara, termasuk dalam membayarkan iuran ini, akan dilakukan dengan hati-hati agar beban APBN tidak terlampau berat.

Pembangunan Palestina menjadi salah satu tujuan dari iuran keanggotaan BoP. Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, iuran ini digunakan untuk pembangunan Palestina dan merupakan upaya untuk menyelesaikan situasi di Gaza dan Palestina.

Sugiono juga menjelaskan bahwa tidak ada kewajiban untuk membayar biaya keanggotaan BOP. Meski demikian, dengan membayar iuran tersebut, Indonesia dapat menjadi anggota permanen dalam BOP.
 
Makasih dengerin kabar tentang anggaran BoP. Saya pikir Rp17 triliun itu sudah banyak sekali. 🀯
Saya bayangkan diagram seperti ini:
```
+---------------+
| APBN 2026 |
+---------------+
|
|
v
+---------------+ +---------------+
| Dana Cadangan | Iuran BoP |
+---------------+ +---------------+
| |
| |
v v
+---------------+ +---------------+
| Pembangunan | Pembangunan |
| Palestina | Gaza dan |
+---------------+ +---------------+
```
Saya rasa penting untuk dilihat bagaimana anggaran ini akan diambil dari kantong mana. Mungkin ada cara lain yang bisa dilakukan agar tidak terlalu membebani APBN. πŸ€”
Tapi, saya juga paham bahwa pembangunan Palestina itu penting dan perlu diusahaikan. Semoga dengan iuran BoP ini, bisa menjadi langkah besar untuk menyelesaikan situasi di Gaza dan Palestina. 🌟
 
Rp17 triliun? Kamu pikir nggak kan? 🀯 Maka apa nggak boleh kalau kita kembangin dana itu? πŸ€‘ Kalau tidak, nanti kita lagi harus meminta maaf pada umat Islam, tapi aku rasa gini juga, kalau Indonesia nggak bisa membantu Palestina, maka kita nggak punya jodoh untuk menjadi negara yang baik. 😊
 
oh iya bro, kalau gini aja nggak akan gini kayaknya... Rp17 triliun itu banyak banget, kalo ditranslatasikan ke dolar Amerika serikat aja udah 1 miliar. tapi siapa tau nanti ada penyesuaian dari Purbaya dan tidak diambil dari APBN 2026. tapi kalau harus dipertimbangkan, sebenarnya masih cukup banyak anggaran cadangan di APBN 2026, jadi gak usah khawatir juga.
 
Rp17 triliun lagi buat apa? Makin banyak uang tapi apa hasilnya? Saya rasa yang penting adalah bagaimana uang itu digunakan untuk pembangunan Palestina. Tapi, apa benar-benar ada kemajuan di sana? Banyak korban dan penderitaan di Gaza, masih belum terpecahkan. Mungkin kita harus lihat hasilnya sebelum kita serius-siarnya membayar uang yang banyak itu
 
Ooiiii, aku rasa ini udah terlalu banyak uang yang dipindahkan ke Gaza, kan? πŸ€” Sebagai netizen Indonesia, aku rasa kita harus lebih fokus pada masalah-masalah di negeri sendiri. Tapi, aku juga mengerti bahwa perjuangan Palestina bukanlah masalah sederhana, dan kita harus mendukung mereka dalam upaya memperoleh kemerdekaan.

Tapi, aku khawatir kalau ini semua akan menjadi beban bagi negara kita, kan? πŸ˜• Jika kita harus mengambil dana dari APBN 2026, itu berarti kita harus memotong biaya-biaya lainnya. Aku rasa kita harus lebih bijak dalam mengelola anggaran, supaya tidak ada yang terlampau berat.

Tapi, aku juga senang sekali kalau Indonesia bisa menjadi anggota permanen dalam BOP! πŸ™Œ Itu artinya kita sudah mendukung perjuangan Palestina dan ingin menjadi bagian dari solusi. Aku harap Menteri Purbaya Yudhi Sadewa bisa membuat keputusan yang tepat, sehingga kita tidak harus khawatir tentang dampaknya. 🀞
 
Makasih kabar news ini... tapi aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini... Apa itu, sih? Menteri Keuangan bilang bahwa anggaran ini tidak terlalu membebani APBN, tapi aku rasa mungkin ada kejepolanan... Aku penasaran, apa yang sebenarnya tujuannya membayar iuran keanggotaan BoP itu? Tidak ada kewajiban untuk membayar ya... tapi apa itu, sih? Indonesia bisa jadi menjadi anggota permanen dalam BOP, tapi apa itu, maksudnya? Aku rasa ada sesuatu yang tidak terlalu jelas di sini... πŸ€”
 
😊 Menteri Purbaya itu jujur banget, dia bilang tidak terlalu membebani APBN, tapi kita harus lihat realisasi nantinya dulu. Aku pikir itu yang penting, bukan biaya sendiri. Kita harus ingat, ini untuk pembangunan Palestina ya... πŸŒŽπŸ’– Jika Indonesia bisa berkontribusi pada hal ini, aku rasa itu sudah cukup. Tapi, aku juga pikir kita harus waspada dan siap menghadapi kenyataan nantinya. Kita tidak ingin terjebak dalam keuangan yang sulit... πŸ’ΈπŸ™
 
Gue pikir 17 triliun itu wadah, nggak bisa dipertanggungkan. Kalau diambil dari APBN 2026, itudeh udara. Apalagi karena masih ada cadangan dana, gue rasa tidak perlu kekhawatiran. Tapi, apa keberangkatan ini benar-benar berguna? Gaza lagi-lagi menjadi kesalahpahaman. Gue pikir Indonesia harus fokus di tanah air sendiri, bukan ke luar negeri.
 
Makasih banget kan? πŸ™ Sebenarnya, aku pikir Rp17 triliun itu agak mahal, tapi aku tahu kalau Palestina memang butuh bantuan banyak. Aku seneng juga kalau Indonesia bisa menjadi anggota permanen di BOP, itu bukti bahwa kita peduli dengan masalah dunia luar negeri. 🌎 Tapi, aku penasaran kenapa kira-kira Rp17 triliun itu asalnya? Apakah ada rekening atau yang lain? πŸ€”
 
Gak bisa dipungut soal hal ini... Rp17 triliun itu lumayan besar banget sih. Mungkin perlu dihitung kembali kalau harus dibayarkan dari APBN 2026. Tapi, ada cadangan yang bisa digunakan juga, jadi gak usah khawatir. Kalau sekarang, Indonesia udah punya dana cadangan yang cukup luas... Mungkin bisa dijadikan opsi jika perlu.
 
Makasih Purbaya udah buat pernyataannya tentang anggaran keanggotaan BoP. Aku pikir ini bisa jadi isu yang berat-berat untuk dibawa oleh pemerintahan di masa depan. Kita harus mempertimbangkan siapa yang akan bayar dan siapa yang tidak. Kalau kita bayar, apa artinya kita sedang membantu mereka, tapi kalau kita tidak, itu apa? πŸ€”

Dan, ini aku curiga, apakah ada tekanan dari luar negara untuk Indonesia membayar iuran ini? Apakah ada kepentingan tertentu yang ingin dijaga oleh pemerintah? Aku pikir perlu ada transparansi dan kejelasan lebih lanjut tentang hal ini. πŸ“Š
 
Maksudnya apa sih nih? Menteri Keuangan ya gitu mau angkat Rp17 triliun dari kantong APBN 2026 hanya untuk iuran keanggotaan BoP itu. Makanya, boleh tahu apa nanti kira-kira bagaimana realisasi ya? Kalau terlalu banyak beban, mungkin dia harus penyesuaian aja dulu sebelum menentukan anggaran 2026. Dan, siapa tahu nanti kalau ada cadangan di APBN yang bisa digunakan juga untuk iuran BoP itu, jadi nggak perlu terlalu khawatir tentang beban APBN yang akan meningkat.
 
[πŸ˜‚πŸ‘€ 17 triliun? tolong tidak! 🀣](https://i.imgur.com/MjN6T5W.gif)

[πŸ’Έ Rp17 triliun, tapi siapa tahu nanti aja ada kesalahan akuntansi lagi 😳](https://i.imgur.com/T7t4b3D.gif)

[πŸ€” Menteri Purbaya bilang tidak terlalu membebani APBN... tapi aku lebih percaya dirinya mau kalah dalam pilihan umum ini 🀣](https://i.imgur.com/8n5sPZL.gif)
 
Oleh saking rupanya besar iuran keanggotaan BoP, aku penasaran apa yang akan dilakukan pemerintah dengan uang ini nantinya πŸ€‘. Aku yakin kalau tidak ada salah arah penggunaan anggaran ini, maka pasti ada kemungkinan adanya ketergantungan pada kantong dana cadangan APBN 2026. Apalagi kalau pembangunan Palestina gak terlalu spesifik ya... dan apa yang artinya kalau Indonesia menjadi anggota permanen BOP? Aku rasa ini sembarangan kalau kita harus melihat dari perspektif utama bagaimana keanggotaan ini akan memberikan manfaat bagi negara kita.
 
Makasih deh yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang anggaran keanggotaan BoP, tapi apa gunanya nggak perlu di bayar sama sekali? Kita udah banyak membantu Palestina dengan bantuan humanitaris dan pendidikan. Sekarang apakah kita harus jadi anggota permanent yah? Kenapa kita harus membayar biaya keanggotaan BOP yang bisa di ambil dari APBN 2026, padahal sudah ada cadangan dana lagi. Makanya, Menteri Purbaya Yudhi Sadewa harus lebih teliti lagi, nih! 😐
 
Aku pikir ini salah pilihan banget. Membayarnya Rp17 triliun untuk Palestine? Itu uang kita yang bisa dibuatkan infrastructure di Indonesia yang sudah ketinggalan zaman! 🀯 Bagaimana kalau itu diinvestasikan di bidang pendidikan dan kesehatan untuk rakyat Indonesia yang membutuhkannya? Yang pasti, itu akan memiliki dampak yang lebih besar daripada membayarnya untuk Palestina yang sudah terlalu banyak dibantu oleh internasional. πŸ€”
 
Wah, gak jelas sih bagaimana cara nanti kalau kita bayar iuran itu... Rp17 triliun suda banget! Gue rasa gini juga sama aja, kalau kita beli komodo dan kambing siam, toh kita harus bayar pulsa juga sih? Tapi, apa yang salah dengan Palestina? Gue rasa kalau kita harus bantu... tapi, siapa tahu nanti ada cara lain ya...
 
Aku pikir gak masalah banget kalau kita bayar anggaran itu Rp17 triliun. Kalau diutamakan dari pos belanja Kemenhan aja nggak terlalu besar kan? Aku hanya harap biaya iuran BoP tidak berdampak terlalu besar pada APBN 2026, cari penyesuaian lagi aja ya πŸ€”πŸ’Έ.
 
Maaf kalau aku lagi ngomong panjang-panjang. Aku pikir biaya Rp17 triliun itu kurang banyak kok. Apalagi kalau kita ngomong soal kebutuhan dasar masyarakat Indonesia, aki masih belum punya akses air bersih dan pangan yang cukup. Maka-maka aku rasa biaya iuran keanggotaan BoP ini bisa dihargai. Tapi aku juga pengertian kalau ada prioritas lain yang harus diprioritaskan.
 
kembali
Top