Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bahwa memperlebar defisit anggaran mendekati ambang batas 3 persen telah menyelamatkan ekonomi dari krisis yang terjadi pada tahun 1997-1998. Ia mengakui bahwa keputusannya tidaklah mudah, tetapi perlu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Purbaya menyatakan bahwa belanja pemerintah merupakan langkah penting untuk membalikkan arah ekonomi dan mengurangi dampaknya. Ia juga menekankan bahwa defisit anggaran yang melebar tidaklah halusinasi, tetapi suatu langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah krisis ekonomi.
Namun, banyak orang yang mengkritik keputusan tersebut, termasuk para analis ekonomi. Mereka menilai bahwa langkah ini akan menyebabkan defisit anggaran meninggelembung dan membahayakan stabilitas ekonomi.
Purbaya menyatakan bahwa ia bisa membuat defisit anggaran di level 2 persen saja, tetapi harus ada penyesuaian dalam pos-pos belanja. Ia lebih memilih untuk menempuh kebijakan counter cyclical, meningkatkan belanja pemerintah melalui bantuan sosial dan insentif pajak.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan pajak dan bea cukai tidaklah efektif dalam mengatasi krisis ekonomi. Sebaliknya, ia lebih memilih untuk mengambil peluang yang ada dan mencoba balikkan ekonomi ke arah positif.
Dengan demikian, Purbaya percaya bahwa langkah kebijakannya telah membantu menyelamatkan ekonomi dari krisis yang terjadi pada tahun 1997-1998. Ia berharap bahwa kebijakan tersebut dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Purbaya menyatakan bahwa belanja pemerintah merupakan langkah penting untuk membalikkan arah ekonomi dan mengurangi dampaknya. Ia juga menekankan bahwa defisit anggaran yang melebar tidaklah halusinasi, tetapi suatu langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah krisis ekonomi.
Namun, banyak orang yang mengkritik keputusan tersebut, termasuk para analis ekonomi. Mereka menilai bahwa langkah ini akan menyebabkan defisit anggaran meninggelembung dan membahayakan stabilitas ekonomi.
Purbaya menyatakan bahwa ia bisa membuat defisit anggaran di level 2 persen saja, tetapi harus ada penyesuaian dalam pos-pos belanja. Ia lebih memilih untuk menempuh kebijakan counter cyclical, meningkatkan belanja pemerintah melalui bantuan sosial dan insentif pajak.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan pajak dan bea cukai tidaklah efektif dalam mengatasi krisis ekonomi. Sebaliknya, ia lebih memilih untuk mengambil peluang yang ada dan mencoba balikkan ekonomi ke arah positif.
Dengan demikian, Purbaya percaya bahwa langkah kebijakannya telah membantu menyelamatkan ekonomi dari krisis yang terjadi pada tahun 1997-1998. Ia berharap bahwa kebijakan tersebut dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.