Purbaya Rombak Pajak Jakarta Utara, Pejabat Kanwil DJP Terkena OTT
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan menyatakan akan mengrombak pejabat Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) beberapa pekan lalu. Operasi tersebut dilakukan terhadap para pejabat Kanwil DJP Jakarta Utara yang diduga memiliki kinerja kurang baik.
Menurut Purbaya, jika tidak ada penombalan dan promosi bagi pejabat-pejabat yang terkena OTT ini, maka kinerja Kanwil DJP Jakarta Utara akan terganggu. Sebab, para pejabat yang terkena OTT ini akan disibukkan dengan pemeriksaan di KPK, sehingga dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat.
"Kita ambil langkah untuk mengganti secepatnya yang sedang ada masalah di KPK," kata Purbaya saat pertemuan di Aula KPP Madya Jakarta Utara. "Kan kita bisa lihat, jika dia sibuk di KPK, kan bisa keganggu servis ke publik."
Purbaya hanya menyatakan bahwa para pejabat yang terkena OTT kini berstatus dirumahkan dan tidak mengungkapkan tugas atau tanggung jawab baru dari mereka. Sementara itu, Purbaya mengingatkan agar pejabat lingkungan DJP maupun Kemenkeu harus tetap fokus dalam aktivitas bawahan masing-masing.
"Kalau anak buahnya ada ngaco-ngaco dan mereka tidak mendeteksi apa-apa, nukan berarti mereka [pejabat lingkungan Kemenkeu] bisa lepas dari tanggung jawabnya," ujar Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan menyatakan akan mengrombak pejabat Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) beberapa pekan lalu. Operasi tersebut dilakukan terhadap para pejabat Kanwil DJP Jakarta Utara yang diduga memiliki kinerja kurang baik.
Menurut Purbaya, jika tidak ada penombalan dan promosi bagi pejabat-pejabat yang terkena OTT ini, maka kinerja Kanwil DJP Jakarta Utara akan terganggu. Sebab, para pejabat yang terkena OTT ini akan disibukkan dengan pemeriksaan di KPK, sehingga dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat.
"Kita ambil langkah untuk mengganti secepatnya yang sedang ada masalah di KPK," kata Purbaya saat pertemuan di Aula KPP Madya Jakarta Utara. "Kan kita bisa lihat, jika dia sibuk di KPK, kan bisa keganggu servis ke publik."
Purbaya hanya menyatakan bahwa para pejabat yang terkena OTT kini berstatus dirumahkan dan tidak mengungkapkan tugas atau tanggung jawab baru dari mereka. Sementara itu, Purbaya mengingatkan agar pejabat lingkungan DJP maupun Kemenkeu harus tetap fokus dalam aktivitas bawahan masing-masing.
"Kalau anak buahnya ada ngaco-ngaco dan mereka tidak mendeteksi apa-apa, nukan berarti mereka [pejabat lingkungan Kemenkeu] bisa lepas dari tanggung jawabnya," ujar Purbaya.