Purbaya Rombak Bea Cukai, Lantik 14 Kepala Kantor Wilayah Baru

Purbaya Pernah Menjanjikan Mendorong Demand Intra Nasional, Sekarang Lantik 14 Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai.

Menteri Keuangan memutuskan untuk dilantik 22 pejabat baru di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) seperti halnya melantikan kepala kantor wilayah yang sudah ada.

Dalam arahannya, Purbaya menekankan pentingnya mendorong demand intra nasional. Hal ini perlu dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan cita-cita Indonesia maju di tengah tantangan dinamika geopolitik global.

Dengan demikian, DJBC harus berada di lini terdepan dalam menjaga pasar dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat. Terutama, dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di luar negeri yang bersaing secara tidak fair.
 
Aku pikir ini gak pas. Menteri Keuangan nanti jadi polisi ngeceh-keceh pasar di Indonesia. Aku rasa DJBC harus fokus pada hal lain bukan hanya mendorong demand intra nasional. Aku lihat di YouTube ada video tentang cara membuat makanan khas Jawa yang enak banget 🤤 [link ke video](https://www.youtube.com/watch?v=9sDh3JL0zFQ)

Aku pikir ini gampangnya bisa dilakukan dengan menciptakan lebih banyak pilihan untuk konsumen di Indonesia, bukan hanya fokus pada mendorong demand. Aku rasa ini perlu dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Menteri Parindra, siapa aja? 🤔
 
Gue pikir gak masuk akal banget kalau pemerintah lantik 14 kepala kantor wilayah Bea dan Cukai. Seharusnya, gue pikir para pejabat baru itu harus dipindahkan ke bagian lain, seperti di Depok atau Jakarta Barat 😂. Mereka yang sudah ada harus bisa menunjukkan kemampuan mereka terlebih dahulu. Yang paling penting, kita harus fokus pada hal lain, seperti mengurangi sanksi dan biaya perjalanan. Lantik para pejabat baru itu hanya membuat rasa tidak puas banyak orang 🤔.
 
Saya pikir ini gampang banget. Menteri Keuangan malah dilantik 14 kepala kantor wilayah Bea dan Cukai? Apa sisi lain yang penting lagi? Saya rasa DJBC harusnya lebih fokus pada sistem bea dan cukai itu sendiri, bukan hanya membuat banyak lantikan. Tapi, saya juga pikir ini bisa jadi bagian dari strategi Purbaya untuk mendorong demand intra nasional... tapi apa sih yang maksud dengan "demand intra nasional"? Saya nggak paham apa itu. 🤔
 
Pernah liat kan? Menteri Keuangan ini selalu ngepalin masalah ke belakang, kemudian memilih kantornya sendiri untuk menghadapinya 😂. Lantik 14 kepala kantor wilayah DJBC, itu seperti memberikan hadiah kepada pilihan pasangannya. Tapi apa yang sebenarnya mereka lakukan? Mereka hanya menempatkan kartu ke dalam meja permainan yang sudah dimenangkan oleh Indonesia sendiri 🤔.

Bisakahkah kita percaya bahwa masih banyak perusahaan asing yang bersaing dengan para pembuat kerajinan di Indonesia? Itu seperti membersihkan dulu tempat bermain sebelum memulai pertandingan. Kita harus ingat, keputusan ini semua terpaksakan untuk pilihan pasangannya, bukan kepentingan rakyat 😐.
 
ini kabar gembira kawan 🤩! menteri keuangan ini benar-benar memiliki visi yang luas tentang pembangunan Indonesia, tapi sepertinya kurang fokus pada masalah bea dan cukai ya 😕. kalau kita lihat, ada banyak kekeringan di pasar dalam negeri karena persaingan yang tidak sehat dari perusahaan-perusahaan asing. tapi apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah ini? sepertinya menteri keuangan hanya ingin melantik kepala kantor wilayah baru tanpa ada strategi yang efektif untuk mengatasi masalah ini 🤔. jadi, saya harap kita bisa mengecek-lihat apakah ada perubahan yang signifikan di masa depan ya? 😊
 
Aku pikir ini salah strategi sih... apa yang diharapkan nanti kalau kita fokus pada mendorong demand intra nasional? Apakah itu akan membuat pasar dalam negeri menjadi lebih sehat? Aku rasa itu seperti mencari simbolisasi saja, tapi tidak ada konsepnya dalam prakteknya... misalnya apa yang harus dilakukan jika perusahaan-perusahaan luar negeri tetap bersaing dengan tidak adil? Kita harus menunggu apa lagi? 🤔
 
Sekarang aja siapa sapa aja nge- bea cukai 🤑... serius aja, lantikan 14 kepala kantor wilayah Bea dan Cukai itu nggak perlu, kan? Menteri Keuangan udah bilang bahwa ini dilakukan untuk mendorong demand intra nasional. Tapi apa yang jadi dengan demand kita sendiri? Indonesia masih banyak daerah yang kurang terhubung sama infrastruktur yang baik. Aku rasa lebih pentingnya fokus pada itu daripada nge- bea cukai. Dan siapa bilang bahwa perusahaan luar negeri itu bersaing tidak fair? Mungkin aku salah, tapi aku pikir ini cuma cara untuk mempertahankan posisi kita di pasar internasional.
 
Pernah gue bayangkan kalau DJBC jadi organisasi yang keren di Indonesia. Mereka harus fokus banget dalam menjaga pasar di dalam negeri, jangan biarkan perusahaan luar negeri bikin kerugian kita. Pernah gue lihat ada perusahaan kayak itu dari luar negeri yang bikin harganya turun dan kalah gue buat belanja.

Gue pikir DJBC harus membuat aturan yang jelas, tidak ada keterbukaan, sehingga semua orang tahu siapa yang harus membayar apa. Jangan pula biarkan mereka terlalu banyak memberikan pengurusan yang lama, itu membuat kita bosan. Pernah gue tunggu lama-lama untuk makan di warung kecil, tapi akhirnya gue pesan di restoran lain.

DJBC harus lebih transparan dalam pengelolaan uang dan bukan seperti yang sekarang. Mereka harus ada kemampuan analisis data yang baik, sehingga dapat menilai dampak dari kebijakan mereka terhadap pasar.
 
Saya pikir pilihan pejabat baru ini sedikit mencurigakan deh, sih. Mereka berasal dari kalangan yang cukup tertutup, kan? Aku bayak berharap mereka bisa membawa ide-ide inovatif dan mendukung mendorong demand intra nasional itu, tapi aku masih ragu-ragu, ya 😐

Kalau mau benar-benar mewujudkan cita-cita maju Indonesia di tengah persaingan geopolitik global, aku pikir DJBC harus fokus pada teknologi digital dan inovasi pasar. Mereka harus bisa mengintegrasikan sistem Bea dan Cukai dengan digitalisasi yang lebih cepat, sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi pengguna.

Tapi, sepertinya pilihan ini hanya menekankan aspek regulatori saja, bukan strategi inovatif yang lebih luas. Aku berharap mereka bisa melihat lebih jauh lagi daripada itu, ya 🤔
 
Gampang ngerasa kalau giliran DJBC untuk diberi perhatian, tapi apakah benar-benar sih? Mendorong demand intra nasional itu nggak seperti main-main aja, tapi gimana caranya nih? Jika mereka mau begitu, maka harus ada tindakan nyata, bukan hanya ngebahas tujuan-tujuan yang udah ada. Kita lihat apakah ada perubahan di dalam struktur organisasi atau cara kerjanya, kalau tidak, maka giliran DJBC untuk dibebaskan dari kebiasaan-kebiasaan lama aja.
 
Gue pikir kalau pemerintah belom jelas apa yang mau dicapai dengen demand intra nasional. Jadi kayaknya pemerintah langsung dilantik 14 kepala kantor wilayah DJBC. Sih gue rasa ini lebih sesuai bila pemerintah mulai dari awal ngatur strategi apalagi denga mendorong demand nasional itu. Gue rasa ini bikin pasar dalam negeri jadi lebih kompetitif dengan negara lain, tapi kalau bukan strategi yang tepat, gue rasa ini bisa jadi masalah lagi... 🤔📈
 
Maksudnya gak sih apa-apa kan? Menteri Keuangan bilang penting mendorong demand intra nasional, tapi sekarang aja lantik 14 kepala kantor wilayah Bea dan Cukai aja... Saya rasa ini cuma cara untuk memperkenalkan diri, nggak ada yang sebenarnya dijalankan. Maka dari itu, saya rasa masih banyak persaingan yang tidak sehat di pasar dalam negeri...
 
Kalau gini aja, pasti DJBC siap menghadapi krisis pasar! Tapi aku pikir cara ini salah. Menteri keuangan nanti harus fokus pada promosi industri lokal, bukan hanya menekan demand intra nasional. Aku rasa ini sama aja dengan bermain main, tapi tidak ada strategi yang solid.

Aku penasaran apa itu "demand intra nasional" deh? Apa itu kayaknya? Maksudnya siapa? Dan bagaimana caranya mendorongnya? Aku pikir DJBC harus fokus pada infrastruktur, seperti jalur kereta api dan jaringan internet yang stabil. Dengan demikian, bisnis lokal bisa berkembang dengan lebih baik. Tapi kayak gini, aku rasa ada banyak aspek lain yang perlu dipertimbangkan juga 🤔
 
Saya setuju bahwa pemerintah perlu mendorong demand intra nasional, tapi gak jelas bagaimana caranya nih... Mereka bilang penting karena upaya ini akan membantu Indonesia maju di tengah tantangan geopolitik global, tapi gimana kalau tidak ada kebijakan yang efektif? Apakah hanya lantikan kepala kantor wilayah aja, gimana caranya memberi dampak nyata pada pasar dalam negeri? Saya penasaran dengan rencana ini, tapi perlu ada strategi yang lebih matang dari pemerintah... 🤔
 
Wah, kira-kira apakah itu artinya kayaknya mereka mau mendorong demand nasional kok? Mereka bilang penting tapi gimana caranya nih? Akan ada perubahan besar di DJBC kan? Saya rasa harus fokus buat jaga pasar di dalam negeri aja, gak usah terlalu memikirkan hal lain. Dan siapa-siapa yang bakal dilantik itu kayaknya harus punya pengetahuan yang lebih luas tentang cara kerja bea dan cukai ya...
 
Hehe, kayaknya Purbaya bilang benar nih... mendorong demand intra nasional itu penting banget 🤝. Tapi siapa sangka 14 kepala kantor wilayah Bea dan Cukai kalau aja di-appoint sama saja? Nah, mungkin ini juga bagian dari rencana Purbaya untuk makin serius dan efektif dalam mengelola pasar di dalam negeri... tapi nggak sabar banget sih 😂. Siapa tahu apa yang terjadi nanti, kayaknya kita harus waspada dan melihat bagaimana hasilnya... apalagi kalau ada peningkatan biaya untuk pengguna paspor atau stiker Bea dan Cukai nih 🤑.
 
Wah, ini kayaknya kebijakan yang agak konyol sih 🤔. Mereka bilang ingin mendorong demand intra nasional tapi kemudian dilantik 14 kepala kantor wilayah Bea dan Cukai? Saya bayangkan kalau perusahaan kecil di Indonesia harus juga menghadapi 14 orang kepala kantor wilayah yang baru ini, sih? 🤦‍♂️.

Tapi, saya paham kalau penting mendorong demand kita sendiri. Misalnya dari industri manufaktur hingga pariwisata. Jadi, biar pasti, DJBC harus berani mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga pasar dalam negeri kita.

Tapi, apa sih dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di luar negeri? Mereka bisa saja lebih bebas bermain game 🤺♂️. Saya rasa perlu ada aturan yang jelas dan adil bagi semua pihak, bukan? 💪
 
Kira-kira aksi ini bagus ya, makin penasaran apakah 14 kepala kantor wilayah DJBC itu sudah siap untuk mewakili Purbaya dalam membuat kebijakan yang baik untuk mendorong demand intra nasional 🤔. Sama-sama kita harap mereka bisa berperan dengan baik dan tidak hanya fokus pada kasus-kasus kecil, tapi juga jangan lupa memperhatikan dampaknya terhadap industri lokal, kayaknya tidak ada orang yang kehilangan pekerjaannya 🚫.
 
kembali
Top