Pertanyaan penting mengapa nilai rupiah terus melemah terjadi saat pasar modal sedang naik. Menteri Keuangan, Yudhi Sadewa, menilai fenomena tersebut cukup aneh dan meminta Bank Indonesia (BI) untuk memberikan penjelasannya.
Pertanyaan yang paling menginjak hati adalah apa penyebab pelemahan nilai rupiah. Namun, Purbaya tidak dapat menjelaskannya secara rinci. Ia hanya mengatakan bahwa perlu ditanyakan kepada BI sebagai otoritas moneter. Dengan demikian, mungkin ada kekurangan suplai dolar yang menjadi penyebabnya.
Tapi jangan khawatir, Purbaya menilai pelemahan rupiah masih relatif kecil dibandingkan level sebelumnya. Artinya, sistem ekonomi tetap berjalan normal dan aktivitas ekonomi domestik akan meningkat. Kondisi fundamental ekonomi domestik juga menunjukkan perbaikan.
Sekarang kalau rupiah melemah, artinya hanya sedikit dibandingkan level sebelumnya. Jadi, seharusnya sistem tetap berjalan dan ekonomi akan meningkat. Menurut Bendahara Negara, pelemahan rupiah hanya bersifat sementara. Saat fondasi ekonomi membaik, aktivitas ekonomi di dalam negeri akan meningkat dan menjadi daya tarik bagi investor, termasuk investor asing.
Jika stabilitas dan perbaikan ekonomi terus dijaga, maka rupiah seharusnya memiliki kecenderungan menguat ke depan. Jadi, para pelaku pasar harus berhati-hati dalam mengambil posisi spekulatif terhadap nilai tukar.
Pemerintah bersama otoritas keuangan telah membahas penguatan sinergi kebijakan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan DPR. Dalam rapat tersebut, DPR mendorong agar koordinasi antarlembaga semakin diperkuat.
Dengan dukungan DPR, kita akan lebih semakin sinergi ke depan. Kebijakan yang sinergis antara pemerintah, bank sentral, OJK, dan LPS akan membuat mesin-mesin ekonomi bergerak semua. Menurut Purbaya, sinergi kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih cepat.
IHSG itu sinyal ke investor dan pelaku bisnis di dalam dan luar negeri bahwa ada perkembangan positif di sini. Mereka sedang melihat dan sebagian sudah masuk mengimplementasikan kebijakan investasi mereka.
Pertanyaan yang paling menginjak hati adalah apa penyebab pelemahan nilai rupiah. Namun, Purbaya tidak dapat menjelaskannya secara rinci. Ia hanya mengatakan bahwa perlu ditanyakan kepada BI sebagai otoritas moneter. Dengan demikian, mungkin ada kekurangan suplai dolar yang menjadi penyebabnya.
Tapi jangan khawatir, Purbaya menilai pelemahan rupiah masih relatif kecil dibandingkan level sebelumnya. Artinya, sistem ekonomi tetap berjalan normal dan aktivitas ekonomi domestik akan meningkat. Kondisi fundamental ekonomi domestik juga menunjukkan perbaikan.
Sekarang kalau rupiah melemah, artinya hanya sedikit dibandingkan level sebelumnya. Jadi, seharusnya sistem tetap berjalan dan ekonomi akan meningkat. Menurut Bendahara Negara, pelemahan rupiah hanya bersifat sementara. Saat fondasi ekonomi membaik, aktivitas ekonomi di dalam negeri akan meningkat dan menjadi daya tarik bagi investor, termasuk investor asing.
Jika stabilitas dan perbaikan ekonomi terus dijaga, maka rupiah seharusnya memiliki kecenderungan menguat ke depan. Jadi, para pelaku pasar harus berhati-hati dalam mengambil posisi spekulatif terhadap nilai tukar.
Pemerintah bersama otoritas keuangan telah membahas penguatan sinergi kebijakan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan DPR. Dalam rapat tersebut, DPR mendorong agar koordinasi antarlembaga semakin diperkuat.
Dengan dukungan DPR, kita akan lebih semakin sinergi ke depan. Kebijakan yang sinergis antara pemerintah, bank sentral, OJK, dan LPS akan membuat mesin-mesin ekonomi bergerak semua. Menurut Purbaya, sinergi kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih cepat.
IHSG itu sinyal ke investor dan pelaku bisnis di dalam dan luar negeri bahwa ada perkembangan positif di sini. Mereka sedang melihat dan sebagian sudah masuk mengimplementasikan kebijakan investasi mereka.