Purbaya Kaget Pengusaha Apotek Ngadu Biaya SLF Rp30 Juta

Pengusaha Apotek Ngadu Biaya SLF Rp30 Juta, Purbaya Menanggapi dengan Marah

Dalam Sidang Debottlenecking yang dipimpinnya di Kementerian Keuangan, Jumat lalu, Menteri Keuangan Yudhi Sadewa menanggapi keluhan pengusaha apotek terkait mahalnya biaya pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Keluhan tersebut mencuat dalam sidang tersebut.

Ia langsung menyoroti besaran biaya yang dinilainya tidak wajar. Ia menegaskan praktik tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai mekanisme pasar bebas, melainkan bentuk pemerasan. "Bukan pasar bebas, lu diperas. Kalau pasar bebas itu turun harganya enggak Rp30 juta," ucap Purbaya.

Pengurusan SLF menimbulkan kompleksitas proses perpanjangan yang dinilai memberatkan. Ilham dari GAPAI mengaku dimintai biaya yang sangat tinggi. "Perpanjangan SLF wajib diperpanjang 5 tahun namun biaya tidak jelas dan waktu tidak pasti, tidak ada standar harga. Saya minta Rp 30 juta ukuran 5x8 dari konsultan," ujar Ilham dalam sidang di Kementerian Keuangan.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia, mengakui perlunya penyeragaman aturan. Ia mengungkapkan bahwa di Jawa Tengah, biaya pengurusan SLF bahkan bisa membengkak hingga Rp99 juta akibat penggunaan jasa konsultan.

Pemerintah akan menambah fitur pemutakhiran data untuk memudahkan apoteker, dengan koordinasi yang dipimpin oleh BKPM. Selain itu, Kementerian PUPR diminta menerbitkan surat edaran yang memuat standar harga serta memastikan proses penerbitan SLF dapat diselesaikan maksimal dalam waktu dua bulan.
 
Biayanya Rp30 juta aja nggak terlalu berlebihan banget, tapi aku pikir perlu diatur lebih ketat lagi. Ngadu biaya seperti ini memang tidak masuk akal. Aku tahu ada kalinya biaya SLF bisa sangat tinggi, tapi sekarang udah semakin wajar. Kita harusnya punya aturan yang jelas dan pasti agar biaya pengurusan tidak terus naik.
 
Haha kaya gampang banget aja buat biaya SLF ngalipetekin apoteker, 5 tahun aja tapi Rp30 juta? Maka-maka nggak teriakan lagi sih, kalau mau asing rasa bisa sambil menabung dulu deh.
 
Pengurusan SLF memang bikin ngewasa banyak biaya, aku pikir ini bukti bahwa mekanisme pasar di Indonesia masih banyak lagi yang perlu diperbaiki. Aku rasa pemerintah harus lebih serius dalam mengatasi masalah ini agar tidak membuat apoteker dan konsultan menjadi korban dari biaya yang terlalu tinggi. Saya setuju kalau biaya pengurusan SLF harus tetap jelas dan pasti, tapi tidak harus begitu mahal ya? Pemerintah harus lebih teliti dalam mengatur aturan ini agar tidak menimbulkan dampak negatif lagi.
 
Pengurusan SLF ini kayak apa sih? Biaya Rp30 juta itu nggak masuk akal lagi. Jadi aja ngerjain apotek, nggak ada masalahnya, tapi di mana ada biaya yang begitu besar? Ini kayak kenyataan nyata kalau kamu mau ngerjai bisnis apotek, harus siap mengeluarkan uang sekian ratus juta. Seringkali biaya itu kayak perusahaan besar aja, nggak perlu nggabuh- gabuh juga. Kita harusnya ada aturan yang lebih wajar dan transparan nih, agar semua orang bisa merasa bahwa sama-sama berkesempatan. Dan kalau ini masalah biaya, sebaiknya pemerintah jangan lupa memberikan kemudahan juga, nggak hanya meminta orang untuk nggabuh- gabuh biayanya aja.
 
Aku rasa biaya Rp 30 juta itu terlalu mahal banget, sih 🤯. Aku bayangkan kalau aku punya apotek dan perlu ngurusin SLF, aku tidak mau keluh lewat online aja, tapi perlu ke pengadilan atau apa? Itu bikin aku kecewa lho 😩. Aku harap pemerintah bisa membuat aturan yang jelas dan mudah dipahami, bukan jadi masalah lagi 🤷‍♂️.
 
Makasih lah bro, biaya pengurusan SLF nggak bisa dipikirin lagi, lu juga kesusahan nang mau buat apotek, biaya itu kayaknya gini: lu beli obat, kalau tidak ada SLF, lu harus bayar Rp30 juta lagi, sementara itu, apotek biasanya punya omong-omongan nggak, dijamin biaya tetap sama, bro 😊
 
aku sengaja jadikannya pengurusan SLF sebagai contoh bagaimana birokrasi jadi hal yang paling memalukan di indonesia kapan-kapan aku ingat kalau aku masih kecil, kenapa makan siang punya angka-angka seperti itu juga ada di masa lalu kaya gitu, tapi ini terus menerus naik dan ini birokrasi jadi masalah terbesar di Indonesia kalo aku bisa ambil sinyal dari pengurusan SLF, aku bilang kalau kita harus lebih mudah dalam hal itu, gak perlu sinyal 5x8 lagi aku punya ide untuk membuat sistem yang lebih cepat dan mudah, tapi apa kabar dengerin siapa yang akan menerbitkan surat edaran ini?
 
Maksudnya biaya SLF itu terlalu mahal banget! Seperti film "The Wolf of Wall Street" pas 2013, di sini juga ada yang mencoba memeras orang dengan harga yang tidak wajar. Saya rasa pemerintah harus lebih teliti dalam mengatur urusan ini agar tidak berakhir seperti drama "Breaking Bad" yaitu kriminal yang terlalu tangguh dan akhirnya jatuh sendiri. Biaya Rp 30 juta itu sebenarnya bisa dihindari jika ada standar harga yang jelas dan proses pengurusan yang lebih efisien, bukan seperti yang dilakukan sekarang.
 
Hmm, biaya SLF Rp30 juta itu kayak apa? Pengusaha apotek bilang demikian tapi aku pikir itu cuma sekedar biaya operasional banget aja. Kalau benar2 bentuk pemerasan ya, menteri keuangan harus ambil tindakan sekarang juga buat jaga agar tidak ada lagi praktik seperti ini di Indonesia. Aku rasa pemerintah harus serius dan tidak hanya bercanda aja. Kementerian PUPR harus menerbitkan surat edaran dengan standar harga yang jelas dan tidak boleh lama-lange, kan? 😒
 
Aku pikir ini bukan soal biaya SLF, tapi soal efektivitas pemerintahan. Jika pengusaha apotek harus membayar Rp30 juta untuk pengurusan SLF, itu berarti ada yang salah dengan sistemnya. Tapi siapa yang bertanggung jawab? Apakah adalah kementerian keuangan, GAPAI, atau mungkin hanya ada kesepakatan antara pemerintah dan industri farmasi. Aku rasa kalau biaya tersebut terlalu tinggi, itu akan menarik perhatian konsumen juga, misalnya apotek harus menambah harga obat-obatan. Sementara itu, apa yang dibutuhkan adalah transparansi dan efisiensi dalam pengurusan SLF. Tapi aku rasa pemerintah harus lebih fokus pada hal tersebut daripada hanya mengatakan "bukan pasar bebas".
 
ini suka sekali aja nih... biaya pengurusan SLF sebenarnya harus lebih terbatas, tapi kalau gini jadi Rp30 juta itu bukan lagi kecil kan? memang perlu penyeragaman aturan biaya, tapi harus ada batasan juga sih... jangan sampai apotek-apotek tidak bisa bisnis karena biaya yang berat.
 
aku senang lihat ini, biaya SLF tidak wajar banget, 30 juta rupiah itu mahal sekali, aku bayangkan siapa yang ngerasa terkena biaya ini? apakah mereka nggak pernah memiliki bekal untuk memperbarui sertifikatSLF? menteri keuangan jadi penegak hukum biaya tinggi ini, tapi kenapa gak ada pengawasan dari otoritas? 🤔😒
 
Gue ngelas banget dengen biaya SLF itu, Rp30 juta gak wajar sama aja 🤯. Apakah mereka pengusaha apotek yang sibuk-sibik juga? Nah kalo di GAPAI pun bilang biaya SLF terlalu tinggi, tapi gue rasa pemerintah udah lama banget ngatur aturan ini 😒. Mungkin ada cara untuk mengurangi biaya itu, misalnya ngatur standar harga atau ngajadikan sistem online yang lebih efisien 📊. Gue rasa penolakan dari Purbaya itu nggak benar-benar jujur, mungkin ada tahu di balik masalah ini 😏.
 
Wahhhhh, gue penasaran kenapa biaya pengurusan SLF itu mahal banget seperti Rp 30 juta! Gue rasa itu tidak adem kan? Jika pasar bebas itu benar, harganya pasti turun-turunan. Tapi kalau biaya itu mahal, gue penasaran siapa yang diperas nih? Apakah adalah pengusaha apotek? Atau mungkin ada yang lain lagi? Gue rasa pemerintah harus ambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, bukan biar kalau pasarnya bebas.
 
Biaya pengurusan SLF gak usah besar-besaran aja, apa lagi kalau ada konfirmasi dari pemerintah ngerap itu kapan dan bagaimana biayanya? Aku pikir ini sama sekali tidak masuk akal, mengapa harus dipesta dengan harga Rp30 juta seperti itu 🤯. Biaya pengurusan SLF udah cukup mahal sekarang, tapi kalau pemerintah mau ngerap biayanya lagi, mungkin biar lebih sulit aja bagi apotek kecil-kecilan yang udah berat already dengan biaya overhead yang lain.
 
Gue pikir banget aja sih... biaya SLF itu terlalu mahal! Siapa yang nyeselin duit ini? Menteri keuangan already bilang kalau ini bukan pasar bebas, tapi bentuk pemerasan. Tapi gue rasa gak bisa dipercaya lagi kalau pemerintah tidak mau ambil tindakan segera untuk mengurangi biaya ini. Gue pikir ini harus menjadi prioritas utama nanti! 🤦‍♂️💸
 
Biaya Rp 30 juta untuk pengurusan SLF itu nggak cuma sekedar biaya aja, udah ada konsekuensi juga ya 🤯. Sama-sama pengusaha apotek yang harus diperas seperti itu. Menteri Keuangan Yudhi Sadewa benar-benar bijaksana dengan menegaskan itu bukan pasar bebas. Tapi apa solusinya? Ada aturan-aturan yang harus diikuti, tapi tidak jelas siapa yang akan menanggung biaya tersebut? Dan mengapa konsultan bisa menghasilkan biaya sebanyak itu? Biar kita bisa memiliki efisiensi dan transparansi dalam pengurusan SLF, tentu perlu dilakukan review terhadap aturan-aturan tersebut.
 
Biayanya kayak pengambilan rumah sakit, nggak masuk akal deh. Apakah itu pasar bebas banget? Biaya Rp30 juta kayaknya lebih seperti biaya konsultan yang capek. Saya pikir kalau biaya itu bisa diatur agar tidak terlalu banyak menekan. Nah, kalau biaya itu turun, totes turun harga barang yang ditanganinya. Jadi apa masalahnya sih?
 
kembali
Top