Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan kemungkinan untuk memindahkan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) tahun 2026 ke program lain yang lebih efisien. Menurut dia, keputusan ini tidak bertujuan untuk menghambat program gagasan Presiden Prabowo Subianto, tetapi untuk menurunkan anggaran ke arah yang lebih efisien.
Tahun lalu, total anggaran program MBG hanya Rp71 triliun kurang dari target. Namun, anggaran tersebut tidak mencapai 100 persen, sehingga mendorong Purbaya untuk mengalokasikan anggaran ini ke tempat lain yang lebih efisien.
Purbaya juga mengingatkan bahwa rencana pengalokasian anggaran MBG pertama kali telah disinggung sebelumnya. Menurut dia, anggaran proyek Gentengisasi yang digagas Prabowo Subianto tidak akan mencapai Rp1 triliun.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa dana untuk proyek gentengisasi tidak akan besar, sehingga tidak mempengaruhi postur anggaran negara. Menurut dia, keputusannya adalah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih efisien, bukan untuk menghambat program MBG.
Selain itu, Purbaya juga menekankan bahwa ada cadangan yang tersedia untuk proyek gentengisasi, sehingga tidak perlu mengubah postur anggaran negara.
Tahun lalu, total anggaran program MBG hanya Rp71 triliun kurang dari target. Namun, anggaran tersebut tidak mencapai 100 persen, sehingga mendorong Purbaya untuk mengalokasikan anggaran ini ke tempat lain yang lebih efisien.
Purbaya juga mengingatkan bahwa rencana pengalokasian anggaran MBG pertama kali telah disinggung sebelumnya. Menurut dia, anggaran proyek Gentengisasi yang digagas Prabowo Subianto tidak akan mencapai Rp1 triliun.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa dana untuk proyek gentengisasi tidak akan besar, sehingga tidak mempengaruhi postur anggaran negara. Menurut dia, keputusannya adalah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih efisien, bukan untuk menghambat program MBG.
Selain itu, Purbaya juga menekankan bahwa ada cadangan yang tersedia untuk proyek gentengisasi, sehingga tidak perlu mengubah postur anggaran negara.