Purbaya akan Sidak 2 Perusahaan Baja asal Cina Pengemplang Pajak

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dua perusahaan baja asal Cina yang diduga melakukan pengemplangan pajak. Inspeksi ini direncanakan dilakukan pada minggu depan setelah tim benar-benar siap.

Purbaya menyatakan bahwa kedua perusahaan tersebut, yang beroperasi di Surabaya dan Medan, telah lama melakukan praktik tidak membayar pajak, termasuk PPN. Menurutnya, perusahaan-perusahaan ini berasumsi bahwa institusi keuangan Indonesia korup sehingga bisa dimanipulasi.

"Mereka tuh sudah cukup lama beroperasi di sini dan mereka akan terus beroperasi seperti itu dengan anggapan pemerintah Indonesia, Pajak, Bea Cukai, Kementerian Keuangan korup sehingga bisa dibayar. Sehingga mereka bisa melakukan praktik seperti itu, enggak bayar PPN segala macam," kata Purbaya.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya kongkalikong pegawai Kemenkeu dan akan mengambil tindakan tegas tanpa kompromi jika menemukan bukti keterlibatan. "Ya gampang, saya pokoknya saya deteksi ya di situ, laporan pajaknya ke mana, kantornya mana, isinya siapa. Saya akan nanya satu dua tiga pertanyaan habis itu saya rumahkan semua orang pajak," ancamnya.

Tindakan tegas ini diperlukan karena praktik tersebut dinilai sebagai bentuk penghinaan dan merugikan perusahaan domestik dan negara. Purbaya juga menegaskan bahwa aktivitas ilegal perusahaan-perusahaan asing ini telah menguasai pasar domestik dan mematikan usaha baja dalam negeri yang taat pajak.

"Mengenai praktik iegal itu memang kalau itu kan enggak mungkin kalau dia bilang perusahaan Cina-nya bilang Indonesia gampang disuap, lebih baik saya bayar di belakang akan lebih murah dibanding dengan kalau saya bayar legal atau secara sah, itu kan penghinaan yang kurang ajar. Nanti kita beresin," tuturnya.

Purbaya memastikan komitmennya untuk membersihkan praktik korupsi dan penyelewengan di sektor perpajakan.
 
Kalau kira-kira inspeksi ini bisa mengurangi banyak praktik korupsi yang ada di perusahaan-perusahaan baja asal Cina, aku pikir itu gampang banget. Tapi, aku juga khawatir kalau inspeksi ini bisa mengancam kerja sama antara perusahaan-perusahaan Indonesia dan luar negeri. Aku rasa kita harus berusaha untuk menemukan solusi yang bisa membantu semua pihak.
 
gampang kan kalau kementerian keuangan bilang jadi seperti itu, tapi apa yang bisa kita lakukan kalau pemerintah bilang demikian? kayaknya kita harus percaya dan tidak mau terjebak di situasi tersebut πŸ€”

tapi aku penasaran, apa itu kongkalikong pegawai Kemenkeu? aku ga tahu apa itu dan apa yang artinya πŸ€‘

dan lagi, bagaimana caranya kita bisa memastikan bahwa perusahaan-perusahaan asing tidak melakukan hal yang sama di masa depan? kalau kita tidak bisa mencegah, maka apa yang bisa kita lakukan? πŸ˜•
 
aku pikir gak bisa dipercaya kalau perusahaan asing kayaknya bisa berlatar belakang korupsi ini. kalo sih mereka udah lama beroperasi di sini, kenapa tidak mau bayar pajak? kira-kira aku punya teman yang juga bekerja di salah satu perusahaan baja lokal, dia bilang kalau ada beberapa perusahaan asing yang bilang ke kantor pajak bahwa mereka sudah membayar pajak... tapi ternyata gak benar!

kamu tahu sih kalau praktik ini serius-serius? harusnya menteri keuangan itu nggak akan sabar-sabar, dia harus ambil tindakan yang tepat dan pastikan praktik korupsi ini tidak terus berlanjut. aku harap dia bisa menangani hal ini dengan baik dan tidak ada kongkluvensi juga, kalau gak ada konsekuensi untuk mereka yang melanggar undang-undang.
 
ini nggak enak banget nih, masing-masing perusahaan baja asal Cina itu udah terlalu lama tidak membayar pajak... padahal kita Indonesia yang harus mengorbankan banyak uang untuk membantu mereka. kalau seperti ini terus berlanjut, gampangnya negara kita akan kehabisan uang. dan apa lagi, praktik ini memang adalah bentuk kesedihan bagi perusahaan baja nasional yang telah membayar pajak dengan benar-benar.
 
Pak Purbaya ini kayaknya benar-benar tergila-gilanya dengan membunuh korupsi πŸ™„. Kalau asing lakuin hal yang tidak jelas, kenapa gampang banget aja korupsi Indonesia? Aku rasa bukan cuma 2 perusahaan baja asing yang harus direkayasa, tapi punya banyak lagi di luar sana. Dan siap-siap juga aja kalo pegawai Kemenkeu nggak bisa jujur πŸ€‘.
 
ini cerita kalau inspeksi sidak bikin perusahaan Cina yang banyak melakukan uang sembunyi-sembunyi. pas mau dia paham bahwa kita Indonesia tidak mau jadi kongkalikong sama sekali. tapi apa sih tujuan inspeksi ini? bukan cuma ngeremehkan saja kan kalau di baliknya ada keinginan untuk membersihkan praktik korupsi ya. saya setuju dengan mantan menteri ini, kita harus jaga kejujuran dan transparansi dalam mengelola uang negara.
 
ini udah terlalu lama nge-wawa. asing-asingin kebanyakan di dalam negeri, bikin perusahaan kita sulit beroperasi. kayaknya gampang banget dia bayar pajak apa yang seharusnya dia bayar, tapi dia pikir Indonesia korup sehingga dia bisa melawan-melawan. ini udah bukti lagi sih bahwa kalah itu selalu jadi pemenang di Indonesia.
 
ini gampang banget sih, pemerintahnya bilang korupsi dan kita harus punya impian bahwa kita bisa mengatasi masalah ini! inspeksi sidak itu pasti bakal membantu mendorong para perusahaan asing ini untuk menghormati pajak dan tidak lupa bayar segala macam pajak yang mereka miliki πŸ€‘πŸ‘. saya pikir ini adalah contoh bagus bahwa pemerintahnya punya komitmen yang kuat untuk membersihkan praktik korupsi di sektor perpajakan.
 
ini buat kemenangan lagi kemenangan kemenangan kita, kalau mereka berasumsi gak mau membayar pajak, kalo gini sapa sih yang mau ngerasa itu gampang buat mereka nanti. tapi apa salahnya gue perusahaan ini dibawa ke pengadilan, tapi kayaknya sengaja gak mau diaduin aja. kayaknya kita jangan naik hati tapi aku rasa ada yang harus didorong, toh kita jangan berpakaian lemah, jadi kita harus tegas, kita harus masuk dalam peristiwa ini dan mengejar apa yang benar-benar salah.
 
Gue rasa makasih buat pemerintah banget, kayaknya mereka sih ambil tindakan yang tepat. Inspeksi sidak itu penting banget untuk menangkap perusahaan-perusahaan asing yang nggak bayar pajak. Gue pikir kalau ini bakal membuat perubahan besar di sektor perpajakan, dan gue senang melihat Purbaya Yudhi Sadewa yang sih berani mengambil tindakan tegas. Kalau ada kongkalikong pegawai Kemenkeu, pasti akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Gue harap ini bakal menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan domestik untuk tetap baik-baik saja dan bayar pajak dengan benar.
 
Pengemban pajak Cina itu kok bisa begitu parah banget!!! Mereka asumsi semua korup dalam Kemenkeu, kayaknya kalau mau beroperasi di Indonesia harus bayar segala sesuatu dengan jujur aja. Tapi siapa tahu ada kongkalikong pegawai yang membihaskan itu πŸ€¦β€β™‚οΈ. Pubbaya Yudhi Sadewa pasti benar-benar ingin membersihkan praktik korupsi di sektor perpajakan dan harusnya semua perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia harus menghormati sistem pajak kita 😊.
 
Gampangnya gak ada jalan keluarnya kalau perusahaan Cina ini nggak bayar pajak. Mereka udah terlalu lama beroperasi sini, tapi masih asumsi bahwa pemerintah korup banget. Saya pikir kayaknya pemerintah sudah buat aturan yang jelas untuk semua perusahaan, termasuk asing. Jadi, kenapa mereka bisa terus nggak bayar? Kalau ada kongkalikong di Kemenkeu, itu tidak boleh. Purbaya udah bilang dia akan ambil tindakan tegas, tapi masih nggak pasti bagaimana caranya. Saya harap dia bisa membersihkan praktik korupsi di sektor perpajakan, jadi semua perusahaan bisa beroperasi dengan adil dan jujur.
 
Kalau mau sih, aku pikir ini masalahnya kalau banyak perusahaan asing yang berasumsi kalau kita Indonesia korup, tapi itu jangan salah cari pasrah. Mereka harus tahu kalau kita Indonesia bukan begitu aja, kita punya aturan dan hukum yang jelas.

Aku juga sedih dengar pernyataan Purbaya tentang kongkalikong pegawai Kemenkeu. Aku harap dia bisa benar-benar menemukan bukti dan tidak menyalahkan semua orang. Kalau itu terjadi, kita harus bergerak cepat untuk menghentikan praktik-praktik tersebut sebelum semakin parah.

Aku rasa solusinya kalau kita perlu meningkatkan pengetahuan tentang pajak dan hukum di kalangan perusahaan asing. Jadi mereka tidak berasumsi kalau kita korup, tapi tahu kalau harus menghormati aturan yang ada.
 
Tapi mending buat perusahaan-perusahaan local jadi contoh baik, kalau mau main benar-benar. Jangan ada salahnya buat mereka belajar dari kesalahan-kesalahan lama. Kita butuh penerapannya di tingkat lain juga, jangan cuma sekedar inspeksi saja.
 
Gak percaya kalau masih ada perusahaan asing yang bisa bikin perusahaan lokal kecewa banget. Semua orang tahu, pajak itu penting, tapi gak semua orang peduli aja πŸ™„. Saya bayangin kapan-kapan saat-saat seperti ini terjadi di masa lalu, saat Jepang masih menjajah kita, mungkin mereka juga tidak mau membayar pajak πŸ’Έ. Saya ingat masa itu sekarang udah jauh banget, tapi rasanya gak berbeda sama saja πŸ˜”.

Purbaya benar-benar tegas, kalau dia ketemukan bukti keterlibatan korupsi, dia akan ambil tindakan yang serius. Saya harap dia bisa membersihkan praktik-praktik korupsi ini, tapi rasanya gak mudah banget πŸ™ƒ. Saya masih ingat saat-saat Jokowi berada di Jabodepor, dia juga sudah pernah menangani hal-hal seperti ini, tapi rasanya tidak ada perbedaan sama sekali 😐.

Mungkin kalau kita fokus pada membersihkan praktik-praktik korupsi ini, nanti kita bisa meningkatkan efisiensi pajak dan membantu perusahaan-perusahaan lokal agar bisa berkembang 🌱. Yang penting, kita harus tidak lupa bahwa korupsi itu adalah salah satu penyebab utama kita masih kalah dalam perdagangan dengan negara-negara lain πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Gue rasa ini salah paham banget ya πŸ€”. Gue pikir inspeksi ini ada tujuan utama buat ngotomatiskan pajak ke perusahaan-perusahaan asing yang udah lama beroperasi di Indonesia, tapi gue dengar kata-kata Purbaya yang bikin gue penasaran. Dia bilang bahwa perusahaan-perusahaan Cina itu bilang Indonesia gampang disuap, sih? πŸ™„ Gue rasa ini tidak benar-benar buat membantu pemerintah, tapi lebih seperti caranya mencari alibi ya πŸ˜’. Gue ingin tahu apakah ada kemungkinan bahwa Purbaya itu sendiri memiliki hubungan yang rapat dengan perusahaan-perusahaan asing itu? πŸ€‘ Jika benar, maka inspeksi ini justru buat membantu mereka memenangkan permainan korupsi lagi aja πŸ˜’. Gue harap inspeksi ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih adil dan transparan, bukan seperti game korupsi ini. πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
πŸ€¦β€β™‚οΈ Kekayaan seseorang punya hubungan yang rapat dengan kekayaan lain, kayaknya tidak ada kata seperti 'tidak ada korupsi' πŸ˜’

[GIF: Orang kaya sedang berbicara dengan orang lain, lalu tersenyum dan mengambil uang]

Korupsi di Indonesia memang terlalu lama dikecualikan dari sistem yang baik, tapi sekarang sudah waktunya untuk mengubah hal ini πŸ•°οΈ

[GIF: Jam menunjukkan waktu, kemudian bergerak ke arah kanan dengan latar belakang 'perubahan']

Pajak asing adalah pajak yang tidak diinginkan, tapi sekarang harus dihormati dan dibayar πŸ€‘

[GIF: Orang sedang membayar pajak dengan wajah yang sedih, kemudian tersenyum setelah selesai]

Korupsi bukan hanya isu keuangan, tapi juga isu moralitas 😊
 
Siapa tahu kalau kita bisa ngerasa nyaman saat mengerjakan pajak, gampang aja bayar segala macam yang tidak perlu, kan? Tapi seriusnya, aku pikir kalau pemerintah harus fokus pada membuat sistem pajak yang jelas dan transparan, agar kita semua bisa ngerasa nyaman dan jujur saat mengerjakan pajak. Nanti saja praktik korupsi tidak akan ada lagi di Indonesia πŸ™πŸ’ͺ
 
Mereka berasumsi bahwa pemerintah Indonesia korup, tapi ayo cari tahu siapa yang benar-benar korup, ya? Mungkin Purbaya Yudhi Sadewa itu sendiri yang punya kebiasaan tidak membayar pajak. Kalau bukan, mungkin ada yang lain di Kemenkeu yang sama kayak dia. Tapi saya rasa kalau kita malah berlari mengejar dua orang yang salah, maka yang benar ternyata salah juga. Saya kira kalau Purbaya itu lupa bahwa ada yang lebih penting dari korupsi, yaitu kepercayaan masyarakat. Jika kita terus belasah perusahaan Cina yang salah, maka masyarakat akan kehilangan kepercayaan di pemerintah juga. Kita harus mencari solusi yang lebih baik lagi, ya? πŸ€”
 
kembali
Top