Puncak Harlah NU ke-100 akan digelar di Istora Senayan
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengatakan semua pihak akan hadir, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih. "Insya Allah semuanya akan hadir," kata Gus Yahya saat konferensi pers di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Jumat lalu.
Puncak peringatan harlah NU ke-100 yang digelar di Istora Senayan besok tidak hanya menarik hadirat Presiden dan para menteri, melainkan juga duta besar negara-negara sahabat. Kondisi ini membuat banyak orang berharap jumlah peserta yang hadir dapat mencapai angka 8 sampai 10 ribu.
Puncak peringatan ke-100 dari NU yang digelar di Jakarta Pusat ini, akan menggabungkan pimpinan dan unsur-unsur NU, Tanfidziyah, Syuriyah, Mustasyar, Aโwan, dan badan-badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, Ansor. Hal ini menunjukkan kemajuan serta perkembanganNU dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk mempromosikan agama Islam di Indonesia.
Sejarah NU dilahirkan pada tanggal 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926. Sebelum puncak peringatan ini, NU telah menggelar peringatan harlah ke-100 tahun di Sidoarjo, Jawa Timur pada 2023 lalu.
Perangkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta juga terlibat dalam puncak peringatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya fokus kepada agama Islam tapi juga mengajarkan pendidikan yang berkualitas tinggi.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengatakan semua pihak akan hadir, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih. "Insya Allah semuanya akan hadir," kata Gus Yahya saat konferensi pers di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Jumat lalu.
Puncak peringatan harlah NU ke-100 yang digelar di Istora Senayan besok tidak hanya menarik hadirat Presiden dan para menteri, melainkan juga duta besar negara-negara sahabat. Kondisi ini membuat banyak orang berharap jumlah peserta yang hadir dapat mencapai angka 8 sampai 10 ribu.
Puncak peringatan ke-100 dari NU yang digelar di Jakarta Pusat ini, akan menggabungkan pimpinan dan unsur-unsur NU, Tanfidziyah, Syuriyah, Mustasyar, Aโwan, dan badan-badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, Ansor. Hal ini menunjukkan kemajuan serta perkembanganNU dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk mempromosikan agama Islam di Indonesia.
Sejarah NU dilahirkan pada tanggal 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926. Sebelum puncak peringatan ini, NU telah menggelar peringatan harlah ke-100 tahun di Sidoarjo, Jawa Timur pada 2023 lalu.
Perangkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta juga terlibat dalam puncak peringatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya fokus kepada agama Islam tapi juga mengajarkan pendidikan yang berkualitas tinggi.