Ribuan jamaah Ziarah Kubro 2026 memutihkan Kota Palembang, Sumatera Selatan dalam puncak tradisi mengunjungi makam para ulama penyebar Agama Islam. Berjalan beriringan di atas Jembatan Musi IV Palembang, mereka terlihat memutih dari bawah. Momen ini setiap tahunnya selalu mengharukan bagi warga Palembang. Seorang warga, Melisa, menyaksikan momen tersebut dari atas jembatan dan mengatakan bahwa tradisi ini sangat penting dalam menghormati sejarah Palembang.
Ia diikuti oleh warga Pasar Kuto, Nurhasana, yang mengenang bagaimana tradisi ini mempererat hubungan Palembang dengan Hadramaut, Yaman. Ia menyatakan bahwa Ziarah Kubro adalah cara mereka menghormati sejarah tersebut.
Ziarah Kubro hari ini merupakan puncak rangkaian acara yang dimulai sejak Jumat. Rangkaian puncak ini dimulai dengan Haul Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Habib Abdurrahman bin Hamid di Kampung Sejarah Sei Bayas, kawasan 8 Ilir.
Gelombang jemaah kemudian bergerak dalam konvoi berjalan kaki menuju dua titik sakral, pemakaman Kawah Tengkurep dan Kawasan Kambang Koci. Tradisi ini tidak hanya simbol kebersamaan umat Islam dalam menghormati para ulama dan habaib yang telah berjuang menyebarkan dakwah di bumi Palembang, tetapi juga menjadi magnet wisata religi terbesar di Indonesia.
Pemkot Palembang memperkirakan bahwa tidak kurang dari 30.000 jamaah akan memadati tradisi tersebut.
Ia diikuti oleh warga Pasar Kuto, Nurhasana, yang mengenang bagaimana tradisi ini mempererat hubungan Palembang dengan Hadramaut, Yaman. Ia menyatakan bahwa Ziarah Kubro adalah cara mereka menghormati sejarah tersebut.
Ziarah Kubro hari ini merupakan puncak rangkaian acara yang dimulai sejak Jumat. Rangkaian puncak ini dimulai dengan Haul Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Habib Abdurrahman bin Hamid di Kampung Sejarah Sei Bayas, kawasan 8 Ilir.
Gelombang jemaah kemudian bergerak dalam konvoi berjalan kaki menuju dua titik sakral, pemakaman Kawah Tengkurep dan Kawasan Kambang Koci. Tradisi ini tidak hanya simbol kebersamaan umat Islam dalam menghormati para ulama dan habaib yang telah berjuang menyebarkan dakwah di bumi Palembang, tetapi juga menjadi magnet wisata religi terbesar di Indonesia.
Pemkot Palembang memperkirakan bahwa tidak kurang dari 30.000 jamaah akan memadati tradisi tersebut.