Gelombang Demokrasi Iran Jadi Darah Mengalir
Minggu lalu (28/12), progresi Iran yang mempromosikan penyerahan kerusuhan menjadi darah mengalir. Menurut sumber yang terpercaya, setidaknya 35 orang menjadi korban dan lebih dari 1.200 ditahan aparat. Gempa ini semakin besar setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan ancaman pada Iran.
Demonstrasi terjadi di lebih dari 250 lokasi ke seluruh wilayah 27 dari 31 provinsi. Semua itu mulai terjadi sejak para pedagang memutuskan untuk menuntut perubahan nilai mata uang Iran yang semakin turun. Bahkan, rial telah mencapai level terendah sepanjang sejarah dan inflasi melonjak hingga 40 persen.
Kisah yang diungkap adalah mahasiswa bergabung dengan aksi tersebut. Gadis muda berusia 22 tahun ini pernah ditahan karena tidak mengenakan hijab, kemudian meninggal dunia setelah dipaksa menempatkan diri sendiri dalam tahanan polisi.
Minggu lalu (28/12), progresi Iran yang mempromosikan penyerahan kerusuhan menjadi darah mengalir. Menurut sumber yang terpercaya, setidaknya 35 orang menjadi korban dan lebih dari 1.200 ditahan aparat. Gempa ini semakin besar setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan ancaman pada Iran.
Demonstrasi terjadi di lebih dari 250 lokasi ke seluruh wilayah 27 dari 31 provinsi. Semua itu mulai terjadi sejak para pedagang memutuskan untuk menuntut perubahan nilai mata uang Iran yang semakin turun. Bahkan, rial telah mencapai level terendah sepanjang sejarah dan inflasi melonjak hingga 40 persen.
Kisah yang diungkap adalah mahasiswa bergabung dengan aksi tersebut. Gadis muda berusia 22 tahun ini pernah ditahan karena tidak mengenakan hijab, kemudian meninggal dunia setelah dipaksa menempatkan diri sendiri dalam tahanan polisi.