Psikolog menutup renyahan bahwa pikiran yang melayang atau berbicara dengan diri sendiri tidak selalu tanda kekurangan fokus atau disiplin. Kebiasaan ini bisa jadi sinyal kecerdasan jika diimbangi dengan perhatian dan kesadaran diri.
Melamun, yaitu pikiran yang terus melayang dari tugas utama, ternyata berkorelasi dengan kreativitas yang lebih tinggi. Orang yang sering melamun memiliki kemampuan task-switching yang lebih baik dan berpikir fleksibel.
Sementara itu, kebiasaan berbicara dengan diri sendiri (self-talk) juga tidak boleh dibenci. Ia merupakan penyangga kognitif yang membantu otak menyusun ide kompleks, mengurutkan tindakan, dan memantau tujuan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, maka dapat merugikan kesehatan mental.
Tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengimbangi kebiasaan ini adalah: (1) memperhatikan konteks dan situasi mana pikiran mulai melayang; (2) menggunakan self-talk secara sadar untuk merencanakan dan menstrukturkan pikiran; dan (3) memberi ruang istirahat mental melalui jeda singkat agar otak bisa "bernapas".
Melamun, yaitu pikiran yang terus melayang dari tugas utama, ternyata berkorelasi dengan kreativitas yang lebih tinggi. Orang yang sering melamun memiliki kemampuan task-switching yang lebih baik dan berpikir fleksibel.
Sementara itu, kebiasaan berbicara dengan diri sendiri (self-talk) juga tidak boleh dibenci. Ia merupakan penyangga kognitif yang membantu otak menyusun ide kompleks, mengurutkan tindakan, dan memantau tujuan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, maka dapat merugikan kesehatan mental.
Tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengimbangi kebiasaan ini adalah: (1) memperhatikan konteks dan situasi mana pikiran mulai melayang; (2) menggunakan self-talk secara sadar untuk merencanakan dan menstrukturkan pikiran; dan (3) memberi ruang istirahat mental melalui jeda singkat agar otak bisa "bernapas".