Pemilu Kepala Daerah yang Tidak Jelajah Praktik Politik Uang
Banyak pelaksana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung diwarnai dengan praktik politik uang. Maka tidak heran jika pemimpin PSI, Kaesang Pangarep mengakui praktek ini terus berlanjut hingga saat ini.
Menurut Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, tingginya syarat pencalonan kepala daerah telah menjadi sumber besar dari praktik politik uang. Karena itu, pelaksana Pilkada langsung dianggap perlu untuk dievaluasi.
Syarat-syarat yang ditetapkan pada kandidat pun seringkali berujung pada praktik jual beli kursi atau 'tiket' pencalonan. Semakin tinggi syarat yang ditetapkan, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan kandidat untuk maju dalam Pilkada.
Kondisi tersebut tidak hanya membuat terjadi praktik politik uang, tetapi juga melahirkan dampak negatif lainnya seperti korupsi. Jika peluang untuk jual beli kursi atau 'tiket' pencalonan menjadi lebih besar semakin mendorong praktik korupsi.
Menurut Andy Budiman, pemangkasan syarat pencalonan menjadi langkah penting untuk memutus rantai tersebut. Dengan membuka akses pencalonan seluas mungkin, peluang terjadinya politik uang sejak awal kontestasi dapat ditekan.
Banyak pelaksana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung diwarnai dengan praktik politik uang. Maka tidak heran jika pemimpin PSI, Kaesang Pangarep mengakui praktek ini terus berlanjut hingga saat ini.
Menurut Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, tingginya syarat pencalonan kepala daerah telah menjadi sumber besar dari praktik politik uang. Karena itu, pelaksana Pilkada langsung dianggap perlu untuk dievaluasi.
Syarat-syarat yang ditetapkan pada kandidat pun seringkali berujung pada praktik jual beli kursi atau 'tiket' pencalonan. Semakin tinggi syarat yang ditetapkan, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan kandidat untuk maju dalam Pilkada.
Kondisi tersebut tidak hanya membuat terjadi praktik politik uang, tetapi juga melahirkan dampak negatif lainnya seperti korupsi. Jika peluang untuk jual beli kursi atau 'tiket' pencalonan menjadi lebih besar semakin mendorong praktik korupsi.
Menurut Andy Budiman, pemangkasan syarat pencalonan menjadi langkah penting untuk memutus rantai tersebut. Dengan membuka akses pencalonan seluas mungkin, peluang terjadinya politik uang sejak awal kontestasi dapat ditekan.