Pemungutan Suara Pilkada di Papua: PSi Minta Longgarkan Syarat Maju Pilih Calon Kepala Daerah untuk Mencegah Politik Uang
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengakui bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung di Indonesia masih tertainti dengan praktik-praktik curang, termasuk politik uang.
Menurutnya, pemerintah perlu mengadopsi langkah yang lebih radikal untuk mencegah terjadinya praktik tersebut. Sehingga, partai-partai dan calon-calon kandidat tidak akan merasa diwajibkan untuk melakukan transaksi uang atau jual beli kursi dalam kontestasi.
"Untuk itu, disarankan oleh PSI agar syarat-syarat pencalonan kepala daerah dilonggarkan sehingga memungkinkan calon-calon kandidat dari berbagai latar belakang meninggalami kesempatan untuk terlibat dalam kontes tersebut," kata Andy Budiman, Wakil Ketua Umum PSI.
Menurut dia, jika pelongan dana politik semakin diatasi maka akan menjadi hal yang lebih mudah bagi masyarakat untuk memilih calon kepala daerah tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengakui bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung di Indonesia masih tertainti dengan praktik-praktik curang, termasuk politik uang.
Menurutnya, pemerintah perlu mengadopsi langkah yang lebih radikal untuk mencegah terjadinya praktik tersebut. Sehingga, partai-partai dan calon-calon kandidat tidak akan merasa diwajibkan untuk melakukan transaksi uang atau jual beli kursi dalam kontestasi.
"Untuk itu, disarankan oleh PSI agar syarat-syarat pencalonan kepala daerah dilonggarkan sehingga memungkinkan calon-calon kandidat dari berbagai latar belakang meninggalami kesempatan untuk terlibat dalam kontes tersebut," kata Andy Budiman, Wakil Ketua Umum PSI.
Menurut dia, jika pelongan dana politik semakin diatasi maka akan menjadi hal yang lebih mudah bagi masyarakat untuk memilih calon kepala daerah tanpa harus mengeluarkan biaya besar.