Proses di DPR Janggal, Hakim MK Adies Kadir: Cuma Ikut Proses

Hakim Konstitusi Adies Kadir mengungkapkan bahwa dirinya hanya ikut terlibat dalam proses seleksi yang dilakukan Komisi III DPR RI, terkait pemilihannya sebagai hakim MK pengganti Arief Hidayat yang pensiun awal bulan ini. Hal ini dikonfirmasikan oleh Adies saat memberi jawaban tentang kejanggalan dalam proses pemilihannya menjadi calon hakim konstitusi usulan parlemen.

Menurut Adies, orang yang harus bertanggung jawab atas proses tersebut adalah pimpinan Komisi III dan pimpinan DPR. "Saya hanya mengikuti proses yang dilakukan oleh DPR", kata Adies saat membacakan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, Adies juga menegaskan bahwa proses pemilihannya sebagai Hakim Konstitusi usulan DPR sudah resmi diparipurnakan. Beliau juga mengakui telah mengikuti "fit and proper test" di DPR.
 
Gue pikir ada sesuatu yang salah dengan cara seleksi hakim MK, kalau kita lihat prosesnya terlalu singkat dan tidak jelas, gimana bisa hasilnya begitu cepat? ๐Ÿค” Selain itu, gue juga penasaran mengenai bagaimana pimpinan DPR dan Komisi III DPR RI bisa begitu lalai dalam proses seleksi ini. ๐Ÿ™„ Gue yakin gue bukan satu-satunya yang merasa ini tidak benar-benar adil. ๐Ÿค
 
Gue tahu gue bisa menjadi hakim konstitusi aja, tapi kalau gue harus memilih, aku tetap suka makan nasi goreng, kaya siapa pun gue menjadi hakim! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Adies Kadir juga kayaknya benar-benar tidak terburu-buru dalam proses seleksinya, mau dipaksa untuk mengikuti proses yang serasa keluar dari dugaan. Saya rasa kalau gue bisa, aku akan lebih cepat memilih nasi goreng favoritku ๐Ÿœ
 
Gue rasa bikin makin kabur siapa yang bertanggung jawab nih, Adies langsung bilang dia hanya ikut aja, tapi pimpinan Komisi III dan DPR apa aja? Gue rasa ini kaya kasus 'Tunggal' di Indonesia, gimana dia bisa tidak tahu siapa yang bertanggung jawab? ๐Ÿ˜‚๐Ÿค”
 
Paham banget sih, minta jangan terlalu keras dalam seleksi ini... ๐Ÿค” Kita harus fokus pada proses yang benar, bukan menyalahkan orang lain. Semoga Adies bisa jadi hakim konstitusi yang baik dan bijak. ๐Ÿ˜Š
 
Gak paham kenapa processnya jadi gawa, kok? Adies hanya ikut main, tapi nggak bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan itu. Jika ingin asli jujur, baik pimpinan Komisi III maupun DPR harus langsung mengakui kesalahannya. Gini gini saja, prosesnya jadi drama aja ๐Ÿ˜
 
I don't usually comment but... aku pikir itu aneh banget sih, kalau saja pimpinan Komisi III dan DPR yang bertanggung jawab atas proses seleksi Adies kayaknya harus dipilih kembali aja, karena kalau tidak, pasti ada kesan bahwa mereka malas atau tidak peduli dengan proses yang benar. Tapi aku juga paham kalau Adies hanya mengikuti proses yang dilakukan oleh DPR, tapi jangan terlalu mudah untuk membela orang lain jika ada kesalahan dalam proses tersebut. Dan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam proses seleksi Adies... ๐Ÿค”๐Ÿ’ญ
 
Saya rasa ini masalah yang jenuh banget, buat siapa aja yang tidak puas dengan prosesnya. Saya pribetanya, Adies nanti bakal menjadi hakim MK yang baik-baik aja, tapi apa artinya kalau ada kesalahan-kesalahan dalam proses seleksi? Apa itu bisa dicoret? ๐Ÿค” Saya rasa harus ada pengecekan yang lebih teliti sebelum memilih orang yang bakal jadi hakim MK. Tapi, saya juga paham bahwa Adies hanya ikut terlibat dalam prosesnya, bukan membuatnya sendiri. Maksudnya, kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan ini dan membuat perubahan agar tidak ada kesalahan seperti ini lagi di masa depan. Dan, sepertinya sudah ada pengecekan yang lebih teliti sebelum Adies dipilih jadi hakim MK, ya? ๐Ÿคž
 
Ach, ini kalau jadi benar makanya kita tahu siapa yang ikut dalam proses seleksi yang bikin bingung si Adies, tapi gimana kalau kita pikir si Pimpinan Komisi III dan DPR itu sengaja bikin keributan ini? Kalo bukan, maka Adiesnya malah gak perlu khawatir dulu, kan? ๐Ÿคฃ๐Ÿ‘€
 
hebat banget dengerin kalau Adies jujur, padahal banyak yang tanya apakah dia benar-benar tidak ada kesalahannya ๐Ÿค”๐Ÿ˜Š. Saya senang lihat Adies yang jujur dan transparan, itu hal yang sangat penting dalam proses seleksi hakim MK. Saya yakin dia hanya ingin menjadi salah satu hakim terbaik di Indonesia, bukan untuk mencari keuntungan atau apa-apa ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘. Selamat atas perjalanan karirnya, Adies! Semoga sukses dan membuat kita bangga ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ†ฉ๐Ÿ’ช
 
Kalau siapa pun yang diangkat menjadi hakim MK, itu artinya orang tersebut harus sangat handal dan profesional, kalau tidak berarti kepercayaan umat terhadap hukum akan semakin lemah. Makasih Adies yang jujur, tapi gimana dengan pimpinan Komisi III aja? Kalau mereka ini tidak bertanggung jawab, maka siapa yang akan bertanggung jawab? ๐Ÿค”
 
Gue paham kalau proses seleksi Hakim MK itu rumit banget, tapi gue masih tidak setuju dengar bahwa pimpinan Komisi III dan DPR itu tidak bertanggung jawab. Kalau demikian, apa yang dibicarakan itu? Kenapa gue perlu ikut terlibat dalam proses yang tidak jelas? Gue pikir harus ada transparansi dulu sebelum gue bisa mengikuti prosesnya. Saya senang kalau Adies menyatakan bahwa proses itu sudah resmi diparipurnakan, tapi apa yang dibicarakan itu masih ada kesan kurang jelas.
 
kembali
Top